<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mahfud MD: Kami Melihat yang Paling Penting Saat Ini Penegakan Hukum dan Keadilan</title><description>Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/15/608/2955162/mahfud-md-kami-melihat-yang-paling-penting-saat-ini-penegakan-hukum-dan-keadilan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/15/608/2955162/mahfud-md-kami-melihat-yang-paling-penting-saat-ini-penegakan-hukum-dan-keadilan"/><item><title>   Mahfud MD: Kami Melihat yang Paling Penting Saat Ini Penegakan Hukum dan Keadilan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/15/608/2955162/mahfud-md-kami-melihat-yang-paling-penting-saat-ini-penegakan-hukum-dan-keadilan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/15/608/2955162/mahfud-md-kami-melihat-yang-paling-penting-saat-ini-penegakan-hukum-dan-keadilan</guid><pubDate>Senin 15 Januari 2024 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/15/608/2955162/mahfud-md-kami-melihat-yang-paling-penting-saat-ini-penegakan-hukum-dan-keadilan-A5DSmm4gZr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/15/608/2955162/mahfud-md-kami-melihat-yang-paling-penting-saat-ini-penegakan-hukum-dan-keadilan-A5DSmm4gZr.jpg</image><title>Mahfud MD (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNS8xLzE3NjE0MC81L3g4cmgzeDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MEDAN - Calon Wakil Peesiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengungkapkan pentingnya penegakkan hukum yang konsisten. Ini dikatakannya saat menghadiri pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu pengajian, dan guru se-Kabupaten Langkat, Senin (15/1/2024).
Pria yang menjabat sebagai Menko Polhukam itu menegaskan bahwa pasangan Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD, fokus pada penegakkan hukum. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia.
&quot;(Kami) Ganjar-Mahfud itu melihat bahwa yang paling penting di Indonesia saat ini adalah penegakkan hukum dan keadilan. Mau membangun kesejahteraan, ekonomi masyarakat, pendidikan, kelautan, semuanya, kalau hukum ditegakkan dengan benar, maka semuanya akan berjalan baik,&quot; kata Mahfud.

BACA JUGA:
Mahfud MD Sebut Ganjar Pranowo Pemberani saat Menolak Israel di Piala Dunia U20

Mahfud mengungkapkan penegakkan hukum ada dua, yakni ofensif dan defensif. Itu bisa diterapkan di Indonesia tergantung dari kasus yang sedang ditangani.
&quot;Oleh sebab itu, kita jadikan penegakkan hukum itu sebagai sarana membangun kesejahteraan rakyat. Maka penegakkan hukum itu ada dua. satu, ofensif, keras. yang kedua defensif, melindungi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Mahfud MD Ingin KPK Jadi Badan atau Lembaga, Bukan Komisi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengakui pelanggaran hukum terjadi ke atas, di kalangan pejabat KKN, oligarki, pengusaha, itu berkolusi untuk melakukan perampasan atas hak-hak rakyat. Oleh sebab itu, dibutuhkan ketegasan dalam mengatasinya sehingga menggunakan cara ofensif.&quot;Rakyat kecil, kita berikan perlindungan, defensif. Nggak boleh tanah rakyat dirampas, tanah adat dirampas. Ketika rakyat melapor diusir, katanya tanahnya sudah dimiliki orang lain, padahal dia tidak pernah jual. Ini laporan yang banyak masuk dan tidak ada yang membela rakyat seperti ini,&quot; tuturnya.

&quot;Oleh sebab itu, yang di atas yang suka melakukan korupsi itu kita sikat dengan ofensif, yang di bawah kita lindungi dengan defensif, kita berikan perlindungan hukum,&quot; pungkas Mahfud.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNS8xLzE3NjE0MC81L3g4cmgzeDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MEDAN - Calon Wakil Peesiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengungkapkan pentingnya penegakkan hukum yang konsisten. Ini dikatakannya saat menghadiri pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu pengajian, dan guru se-Kabupaten Langkat, Senin (15/1/2024).
Pria yang menjabat sebagai Menko Polhukam itu menegaskan bahwa pasangan Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD, fokus pada penegakkan hukum. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia.
&quot;(Kami) Ganjar-Mahfud itu melihat bahwa yang paling penting di Indonesia saat ini adalah penegakkan hukum dan keadilan. Mau membangun kesejahteraan, ekonomi masyarakat, pendidikan, kelautan, semuanya, kalau hukum ditegakkan dengan benar, maka semuanya akan berjalan baik,&quot; kata Mahfud.

BACA JUGA:
Mahfud MD Sebut Ganjar Pranowo Pemberani saat Menolak Israel di Piala Dunia U20

Mahfud mengungkapkan penegakkan hukum ada dua, yakni ofensif dan defensif. Itu bisa diterapkan di Indonesia tergantung dari kasus yang sedang ditangani.
&quot;Oleh sebab itu, kita jadikan penegakkan hukum itu sebagai sarana membangun kesejahteraan rakyat. Maka penegakkan hukum itu ada dua. satu, ofensif, keras. yang kedua defensif, melindungi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Mahfud MD Ingin KPK Jadi Badan atau Lembaga, Bukan Komisi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengakui pelanggaran hukum terjadi ke atas, di kalangan pejabat KKN, oligarki, pengusaha, itu berkolusi untuk melakukan perampasan atas hak-hak rakyat. Oleh sebab itu, dibutuhkan ketegasan dalam mengatasinya sehingga menggunakan cara ofensif.&quot;Rakyat kecil, kita berikan perlindungan, defensif. Nggak boleh tanah rakyat dirampas, tanah adat dirampas. Ketika rakyat melapor diusir, katanya tanahnya sudah dimiliki orang lain, padahal dia tidak pernah jual. Ini laporan yang banyak masuk dan tidak ada yang membela rakyat seperti ini,&quot; tuturnya.

&quot;Oleh sebab itu, yang di atas yang suka melakukan korupsi itu kita sikat dengan ofensif, yang di bawah kita lindungi dengan defensif, kita berikan perlindungan hukum,&quot; pungkas Mahfud.

</content:encoded></item></channel></rss>
