<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Ganjar untuk Relawan: Jangan Sampai Kejadian di Boyolali Terulang   </title><description>Hal itu diungkapkan Ganjar saat melakukan safari politik  di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/16/512/2955319/pesan-ganjar-untuk-relawan-jangan-sampai-kejadian-di-boyolali-terulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/16/512/2955319/pesan-ganjar-untuk-relawan-jangan-sampai-kejadian-di-boyolali-terulang"/><item><title>Pesan Ganjar untuk Relawan: Jangan Sampai Kejadian di Boyolali Terulang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/16/512/2955319/pesan-ganjar-untuk-relawan-jangan-sampai-kejadian-di-boyolali-terulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/16/512/2955319/pesan-ganjar-untuk-relawan-jangan-sampai-kejadian-di-boyolali-terulang</guid><pubDate>Selasa 16 Januari 2024 06:25 WIB</pubDate><dc:creator>Maulana Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/16/512/2955319/pesan-ganjar-untuk-relawan-jangan-sampai-kejadian-di-boyolali-terulang-jyz9elrI6T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo di Purbalingga. (Foto: TPN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/16/512/2955319/pesan-ganjar-untuk-relawan-jangan-sampai-kejadian-di-boyolali-terulang-jyz9elrI6T.jpg</image><title>Ganjar Pranowo di Purbalingga. (Foto: TPN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNS8xLzE3NjEzOC81L3g4cmgxcmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PURBALINGGA -&amp;nbsp; Calon presiden (Capres) nomor urut 3,&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;Pranowo, mengingatkan kepada relawan kampanye agar tidak menggunakan knalpot brong. Ganjar tak ingin kejadian yang berujung penganiayaan terhadap relawannya di depan Asrama Kompi B 408 Boyolali, Jl Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Sabtu (30/12/2023) itu terulang kembali.

Hal itu diungkapkan&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;saat melakukan safari politik&amp;nbsp; di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (15/1/2024). Ganjar bertemu kelompok tani, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda di Hotel Owabong, Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

BACA JUGA:


Batas Usia Pelamar Kerja Dinilai Tidak Fair, Ganjar Sebut Umur Bukan Patokan&amp;nbsp;
&quot;Nanti sebentar lagi kita akan memasuki masa kampanye terbuka. Saya pesan betul, saya tidak mau kejadian (knalpot brong) yang ada di Boyolali terulang,&quot; ujar&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;Pranowo dalam sambutannya di Ruang Indragiri, Hotel Owabong, yang juga dihadiri MNC Portal Indonesia, Senin (15/1/2024).&amp;nbsp;

&quot;Kita tegas, kita bilang aparat juga tidak ikut mencampuri urusan yang bukan kewenangannya, ada cara dan jalurnya. Tapi kita sendiri juga mesti koreksi, jadi bapak ibu nanti teman-teman yang mau ikut kampanye pakai motor, itu knalpotnya tidak usah dibrong,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:


Warga Banjarnegara Dukung Ganjar Beri Jaminan Keselamatan Kerja dan Kesehatan Penderes Kelapa&amp;nbsp;
Ganjar&amp;nbsp;berharap agar para relawan kampanye menggunakan knalpot yang halus dan tidak berisik. Menariknya, mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu berkelakar bahwa lebih baik memakai knalpot yang bunyinya 3 alias nomor urutnya.

&quot;Pakai knalpot itu loh, (bunyi deg). Bapak ibu, saya kasih tahu, kalau ngomong knalpot itu jagoannya di Purbalingga, gak ada lawan,&quot; jelas&amp;nbsp;Ganjar.&quot;Kalau perlu knalpotnya ganti pesen knalpot yang keluarin ssssshhhh gitu atau kalau digas keluar 333 (tiga, tiga, tiga) nah gitu, knalpotnya jangan djganti, pakai itu saja  mau dibulir kayak apapun, sudah pakai itu saja. Dan tertib lalu lintas, kita berikan contoh yang baik bahwa kita punya itikad yang baik,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNS8xLzE3NjEzOC81L3g4cmgxcmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PURBALINGGA -&amp;nbsp; Calon presiden (Capres) nomor urut 3,&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;Pranowo, mengingatkan kepada relawan kampanye agar tidak menggunakan knalpot brong. Ganjar tak ingin kejadian yang berujung penganiayaan terhadap relawannya di depan Asrama Kompi B 408 Boyolali, Jl Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Sabtu (30/12/2023) itu terulang kembali.

Hal itu diungkapkan&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;saat melakukan safari politik&amp;nbsp; di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (15/1/2024). Ganjar bertemu kelompok tani, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda di Hotel Owabong, Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

BACA JUGA:


Batas Usia Pelamar Kerja Dinilai Tidak Fair, Ganjar Sebut Umur Bukan Patokan&amp;nbsp;
&quot;Nanti sebentar lagi kita akan memasuki masa kampanye terbuka. Saya pesan betul, saya tidak mau kejadian (knalpot brong) yang ada di Boyolali terulang,&quot; ujar&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;Pranowo dalam sambutannya di Ruang Indragiri, Hotel Owabong, yang juga dihadiri MNC Portal Indonesia, Senin (15/1/2024).&amp;nbsp;

&quot;Kita tegas, kita bilang aparat juga tidak ikut mencampuri urusan yang bukan kewenangannya, ada cara dan jalurnya. Tapi kita sendiri juga mesti koreksi, jadi bapak ibu nanti teman-teman yang mau ikut kampanye pakai motor, itu knalpotnya tidak usah dibrong,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:


Warga Banjarnegara Dukung Ganjar Beri Jaminan Keselamatan Kerja dan Kesehatan Penderes Kelapa&amp;nbsp;
Ganjar&amp;nbsp;berharap agar para relawan kampanye menggunakan knalpot yang halus dan tidak berisik. Menariknya, mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu berkelakar bahwa lebih baik memakai knalpot yang bunyinya 3 alias nomor urutnya.

&quot;Pakai knalpot itu loh, (bunyi deg). Bapak ibu, saya kasih tahu, kalau ngomong knalpot itu jagoannya di Purbalingga, gak ada lawan,&quot; jelas&amp;nbsp;Ganjar.&quot;Kalau perlu knalpotnya ganti pesen knalpot yang keluarin ssssshhhh gitu atau kalau digas keluar 333 (tiga, tiga, tiga) nah gitu, knalpotnya jangan djganti, pakai itu saja  mau dibulir kayak apapun, sudah pakai itu saja. Dan tertib lalu lintas, kita berikan contoh yang baik bahwa kita punya itikad yang baik,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
