<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nongkrong Bareng Anak Muda di Batang, Ganjar Teringat Pernah Ngamuk di Jembatan Timbang   </title><description>Ganjar Pranowo teringat pernah ngamuk di Jembatan timbang Subah Batang karena menyikat persoalan pungutan liar&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/16/512/2955858/nongkrong-bareng-anak-muda-di-batang-ganjar-teringat-pernah-ngamuk-di-jembatan-timbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/16/512/2955858/nongkrong-bareng-anak-muda-di-batang-ganjar-teringat-pernah-ngamuk-di-jembatan-timbang"/><item><title>Nongkrong Bareng Anak Muda di Batang, Ganjar Teringat Pernah Ngamuk di Jembatan Timbang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/16/512/2955858/nongkrong-bareng-anak-muda-di-batang-ganjar-teringat-pernah-ngamuk-di-jembatan-timbang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/16/512/2955858/nongkrong-bareng-anak-muda-di-batang-ganjar-teringat-pernah-ngamuk-di-jembatan-timbang</guid><pubDate>Selasa 16 Januari 2024 22:47 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/16/512/2955858/nongkrong-bareng-anak-muda-di-batang-ganjar-teringat-pernah-ngamuk-di-jembatan-timbang-tyzUlWYbCQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo di Batang (foto: dok TPN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/16/512/2955858/nongkrong-bareng-anak-muda-di-batang-ganjar-teringat-pernah-ngamuk-di-jembatan-timbang-tyzUlWYbCQ.jpg</image><title>Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo di Batang (foto: dok TPN)</title></images><description>
BATANG - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo teringat pernah ngamuk di Jembatan timbang Subah Batang karena menyikat persoalan pungutan liar (pungli). Momen itu ia ingat saat nongkrong bareng anak muda se-Kabupaten Batang.

Awalnya, Ganjar membahas sejumlah persoalan bersama anak muda se-Kabupaten Batang. Mulai lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Namun tiba-tiba, ada salah satu anak muda bernama Yudha yang bertanya pada Ganjar. Ia menceritakan ketika mau merintis usaha, dan kesulitan mengurus perizinan. Bahkan, ia juga dimintai sejumlah uang.

&quot;Saya lihat visi misi bapak kan memberantas korupsi. Tolong pak nanti praktik korupsi benar-benar disikat karena itu sangat merugikan rakyat,&quot; katanya kepada Ganjar, Selasa (16/1/2024).

BACA JUGA:
Pesan Ganjar Pranowo kepada Gen Z-Milenial: Berbeda Pilihan Itu Biasa Saja&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menjawab hal itu, Ganjar membenarkan bahwa korupsi adalah musuh negara. Ia harus dibabat tuntas sampai ke akar-akarnya.

&quot;Makanya saat saya jadi gubernur dulu, slogan saya mboten korupsi mboten ngapusi. Itu karena di masyarakat, persoalan paling pelik ya soal itu,&quot; katanya.

Bahkan dulu ia harus berjuang keras mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani. Ia sering sidak untuk membereskan jika ada anak buah yang macam-macam.

BACA JUGA:
Konsolidasi Tim Pemenangan, Ganjar: Batang Pendulang Suara Kemenangan di Pantura

&quot;Pertanyaanmu mengingatkan saya pada satu cerita. Dulu ada gubernur yang marah-marah di jembatan timbang di Subah Batang. Itu karena adanya laporan pungli yang dilakukan para petugas jembatan timbang. Waktu dia sidak, dia menemukan praktik itu dan dia marah sampai gebrak meja. Ada yang tahu siapa?&quot; tanya Ganjar.

&quot;Pak Ganjar,&quot; teriak warga kompak.

Saat itu, kata Ganjar, para sopir mengeluhkan setiap lewat dimintai uang mulai Rp50.000 sampai Rp100.000.



&quot;Dan itu saya sikat yang pertama, kemudian menyusul saya sikat pungli di Samsat, dinas perizinan dan lainnya,&quot; katanya.



Karena ketegasannya itulah, dalam 10 tahun memimpin Jateng, praktik KKN bisa dihapuskan. Imbasnya, anggaran naik, pelayanan pada masyarakat dilakukan prima dan kesejahteraan masyarakat meningkat.



&quot;Maka saya akan terus konsisten soal itu, kalau ada korupsi, sikat! Apalagi sekarang ada pak Mahfud, lebih sat set lagi,&quot; katanya.

</description><content:encoded>
BATANG - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo teringat pernah ngamuk di Jembatan timbang Subah Batang karena menyikat persoalan pungutan liar (pungli). Momen itu ia ingat saat nongkrong bareng anak muda se-Kabupaten Batang.

Awalnya, Ganjar membahas sejumlah persoalan bersama anak muda se-Kabupaten Batang. Mulai lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Namun tiba-tiba, ada salah satu anak muda bernama Yudha yang bertanya pada Ganjar. Ia menceritakan ketika mau merintis usaha, dan kesulitan mengurus perizinan. Bahkan, ia juga dimintai sejumlah uang.

&quot;Saya lihat visi misi bapak kan memberantas korupsi. Tolong pak nanti praktik korupsi benar-benar disikat karena itu sangat merugikan rakyat,&quot; katanya kepada Ganjar, Selasa (16/1/2024).

BACA JUGA:
Pesan Ganjar Pranowo kepada Gen Z-Milenial: Berbeda Pilihan Itu Biasa Saja&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menjawab hal itu, Ganjar membenarkan bahwa korupsi adalah musuh negara. Ia harus dibabat tuntas sampai ke akar-akarnya.

&quot;Makanya saat saya jadi gubernur dulu, slogan saya mboten korupsi mboten ngapusi. Itu karena di masyarakat, persoalan paling pelik ya soal itu,&quot; katanya.

Bahkan dulu ia harus berjuang keras mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani. Ia sering sidak untuk membereskan jika ada anak buah yang macam-macam.

BACA JUGA:
Konsolidasi Tim Pemenangan, Ganjar: Batang Pendulang Suara Kemenangan di Pantura

&quot;Pertanyaanmu mengingatkan saya pada satu cerita. Dulu ada gubernur yang marah-marah di jembatan timbang di Subah Batang. Itu karena adanya laporan pungli yang dilakukan para petugas jembatan timbang. Waktu dia sidak, dia menemukan praktik itu dan dia marah sampai gebrak meja. Ada yang tahu siapa?&quot; tanya Ganjar.

&quot;Pak Ganjar,&quot; teriak warga kompak.

Saat itu, kata Ganjar, para sopir mengeluhkan setiap lewat dimintai uang mulai Rp50.000 sampai Rp100.000.



&quot;Dan itu saya sikat yang pertama, kemudian menyusul saya sikat pungli di Samsat, dinas perizinan dan lainnya,&quot; katanya.



Karena ketegasannya itulah, dalam 10 tahun memimpin Jateng, praktik KKN bisa dihapuskan. Imbasnya, anggaran naik, pelayanan pada masyarakat dilakukan prima dan kesejahteraan masyarakat meningkat.



&quot;Maka saya akan terus konsisten soal itu, kalau ada korupsi, sikat! Apalagi sekarang ada pak Mahfud, lebih sat set lagi,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
