<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Smriti Zubin, Pejabat Non Muslim Pertama dari India yang Diperbolehkan Masuk ke Kota Madinah</title><description>Smriti menjadi menteri termuda dalam pemerintahan kedua PM Narendra Modi pada tahun 2019.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/17/18/2956196/profil-smriti-zubin-pejabat-non-muslim-pertama-dari-india-yang-diperbolehkan-masuk-ke-kota-madinah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/17/18/2956196/profil-smriti-zubin-pejabat-non-muslim-pertama-dari-india-yang-diperbolehkan-masuk-ke-kota-madinah"/><item><title>Profil Smriti Zubin, Pejabat Non Muslim Pertama dari India yang Diperbolehkan Masuk ke Kota Madinah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/17/18/2956196/profil-smriti-zubin-pejabat-non-muslim-pertama-dari-india-yang-diperbolehkan-masuk-ke-kota-madinah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/17/18/2956196/profil-smriti-zubin-pejabat-non-muslim-pertama-dari-india-yang-diperbolehkan-masuk-ke-kota-madinah</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Regina Sekar Arum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/18/2956196/profil-smriti-zubin-pejabat-non-muslim-pertama-dari-india-yang-diperbolehkan-masuk-ke-kota-madinah-IveMSCHbXu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Profil Smriti Zubin, pejabat non muslim pertama dari India yang diperbolehkan masuk ke Kota Madinah (Foto: India Today)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/18/2956196/profil-smriti-zubin-pejabat-non-muslim-pertama-dari-india-yang-diperbolehkan-masuk-ke-kota-madinah-IveMSCHbXu.jpg</image><title>Profil Smriti Zubin, pejabat non muslim pertama dari India yang diperbolehkan masuk ke Kota Madinah (Foto: India Today)</title></images><description>INDIA - Smriti Zubin Irani adalah seorang politikus India dan mantan aktris, model, dan produser televisi. Smriti menjabat sebagai Menteri Pembangunan Perempuan dan Anak sejak tahun 2019, dan juga Menteri Urusan Minoritas sejak tahun 2022. Dia menjadi wanita non-Muslim pertama yang menduduki posisi tersebut.

Smriti menjadi menteri termuda dalam pemerintahan kedua Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada tahun 2019.

Lahir dengan nama Smriti Malhotra pada 23 Maret 1976, ia menempuh pendidikan di sekolah Katolik, Holy Child Auxilium School, New Delhi. Setelah itu, ia mendaftarkan diri ke School of Open Learning di Universitas Delhi.


BACA JUGA:
PM Modi Gunakan Plakat Bharat di KTT G20, Perkuat Spekulasi Pergantian Nama India

Melansir Wikipedia, pada bulan Agustus 2023, Smriti memperkenalkan skema &amp;lsquo;Naya Savera&amp;rsquo; yaitu skema &amp;lsquo;Pelatihan Gratis dan Sekutu&amp;rsquo; yang bertujuan untuk membantu siswa yang termasuk dalam enam komunitas yaitu Sikh, Jain, Muslim, Kristen, Buddha, dan Parsi melalui pelatihan khusus melalui ujian kualifikasi penerimaan kursus teknis/profesional.


BACA JUGA:
Jembatan Kereta Api India Ambruk Tewaskan 26 Orang, PM Modi: Operasi Penyelamatan Sedang Berlangsung

Dikutip Middle East Monitor, pada bulan Januari 2024, Smriti memimpin delegasi non-Muslim pertama dari India ke kota paling suci kedua umat Islam, Madinah, Arab Saudi.

Smriti yang beragama Hindu, didampingi oleh Menteri Luar Negeri, V Muraleedharan dan pejabat senior lainnya dari partai yang berkuasa di India, yaitu Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP).

Delegasi tersebut bertemu dengan relawan India yang memberikan layanan kepada jamaah haji India dan juga bertemu dengan jamaah umrah dari India. Mengunjungi perimeter Masjid Nabawi di kawasan Markazia, yang telah lama terlarang bagi non-Muslim.
Kunjungan dilanjutkan ke Gunung Uhud, tempat terjadinya pertempuran penting dalam sejarah awal Islam dan kunjungan ke Masjid Quba, yang dianggap sebagai &amp;lsquo;yang pertama dalam Islam&amp;rsquo;.



Pernyataan resmi menyatakan bahwa, &amp;lsquo;Pemerintah India sangat berkomitmen untuk membantu menyediakan fasilitas dan layanan kepada Muslim India yang menunaikan ibadah haji, sehingga memberikan mereka pengalaman yang nyaman dan memuaskan&amp;rsquo;.



Sebelum kunjungan ini, perjanjian bilateral ditandatangani antara India dan Arab Saudi di Jeddah, yang menetapkan New Delhi memiliki kuota 175.025 jamaah untuk ibadah haji tahunan ini.

</description><content:encoded>INDIA - Smriti Zubin Irani adalah seorang politikus India dan mantan aktris, model, dan produser televisi. Smriti menjabat sebagai Menteri Pembangunan Perempuan dan Anak sejak tahun 2019, dan juga Menteri Urusan Minoritas sejak tahun 2022. Dia menjadi wanita non-Muslim pertama yang menduduki posisi tersebut.

Smriti menjadi menteri termuda dalam pemerintahan kedua Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada tahun 2019.

Lahir dengan nama Smriti Malhotra pada 23 Maret 1976, ia menempuh pendidikan di sekolah Katolik, Holy Child Auxilium School, New Delhi. Setelah itu, ia mendaftarkan diri ke School of Open Learning di Universitas Delhi.


BACA JUGA:
PM Modi Gunakan Plakat Bharat di KTT G20, Perkuat Spekulasi Pergantian Nama India

Melansir Wikipedia, pada bulan Agustus 2023, Smriti memperkenalkan skema &amp;lsquo;Naya Savera&amp;rsquo; yaitu skema &amp;lsquo;Pelatihan Gratis dan Sekutu&amp;rsquo; yang bertujuan untuk membantu siswa yang termasuk dalam enam komunitas yaitu Sikh, Jain, Muslim, Kristen, Buddha, dan Parsi melalui pelatihan khusus melalui ujian kualifikasi penerimaan kursus teknis/profesional.


BACA JUGA:
Jembatan Kereta Api India Ambruk Tewaskan 26 Orang, PM Modi: Operasi Penyelamatan Sedang Berlangsung

Dikutip Middle East Monitor, pada bulan Januari 2024, Smriti memimpin delegasi non-Muslim pertama dari India ke kota paling suci kedua umat Islam, Madinah, Arab Saudi.

Smriti yang beragama Hindu, didampingi oleh Menteri Luar Negeri, V Muraleedharan dan pejabat senior lainnya dari partai yang berkuasa di India, yaitu Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP).

Delegasi tersebut bertemu dengan relawan India yang memberikan layanan kepada jamaah haji India dan juga bertemu dengan jamaah umrah dari India. Mengunjungi perimeter Masjid Nabawi di kawasan Markazia, yang telah lama terlarang bagi non-Muslim.
Kunjungan dilanjutkan ke Gunung Uhud, tempat terjadinya pertempuran penting dalam sejarah awal Islam dan kunjungan ke Masjid Quba, yang dianggap sebagai &amp;lsquo;yang pertama dalam Islam&amp;rsquo;.



Pernyataan resmi menyatakan bahwa, &amp;lsquo;Pemerintah India sangat berkomitmen untuk membantu menyediakan fasilitas dan layanan kepada Muslim India yang menunaikan ibadah haji, sehingga memberikan mereka pengalaman yang nyaman dan memuaskan&amp;rsquo;.



Sebelum kunjungan ini, perjanjian bilateral ditandatangani antara India dan Arab Saudi di Jeddah, yang menetapkan New Delhi memiliki kuota 175.025 jamaah untuk ibadah haji tahunan ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
