<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erupsi Gunung Merapi Konon Pernah Hancurkan Kerajaan Mataram Kuno</title><description>Erupsi Gunung Merapi konon menghancurkan Kerajaan Mataram Kuno dan menyebabkan ibu kota kerajaan dipindahkan oleh Mpu Sindok pada 928 M.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/17/337/2956072/erupsi-gunung-merapi-konon-pernah-hancurkan-kerajaan-mataram-kuno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/17/337/2956072/erupsi-gunung-merapi-konon-pernah-hancurkan-kerajaan-mataram-kuno"/><item><title>Erupsi Gunung Merapi Konon Pernah Hancurkan Kerajaan Mataram Kuno</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/17/337/2956072/erupsi-gunung-merapi-konon-pernah-hancurkan-kerajaan-mataram-kuno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/17/337/2956072/erupsi-gunung-merapi-konon-pernah-hancurkan-kerajaan-mataram-kuno</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/337/2956072/erupsi-merapi-konon-pernah-hancurkan-kerajaan-mataram-kuno-T7wNwza1F8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erupsi Gunung Merapi (Foto : BPPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/337/2956072/erupsi-merapi-konon-pernah-hancurkan-kerajaan-mataram-kuno-T7wNwza1F8.jpg</image><title>Erupsi Gunung Merapi (Foto : BPPPTKG)</title></images><description>ERUPSI Gunung Merapi konon menghancurkan Kerajaan Mataram Kuno dan menyebabkan ibu kota kerajaan terpaksa dipindahkan oleh Mpu Sindok pada 928 M.
Ketika peristiwa tersebut terjadi, Raja Dyah Wawa tengah memerintah Kerajaan Mataram Kuno.
Bahkan, karena dahsyatnya letusan membuat Candi Bhumisambhara atau Candi Borobudur yang dibangun Samaratungga terkubur lahar dingin.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,4 Km Siang Ini

Dikutip dari buku &quot;13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa&quot; tulisan Sri Wintala Achmad, Van Bammelen sampai mencetuskan teori letusan Gunung Merapi membuat puncaknya hancur.
Lapisan tanahnya konon bergeser ke barat daya hingga membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh.

BACA JUGA:
 Gunung Merapi Muntahkan 25 Kali Guguran Lava Pijar pada Senin Malam&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dari sanalah akhirnya Mpu Sindok melakukan langkah cepat dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Mataram dari Jawa Tengah ke Tamwlang, Jawa Timur.
Perpindahan ibu kota ini juga disebut Sejarawan Boechari sebagai bagian dari hukuman akibat adanya perebutan tahta kekuasaan yang sering terjadi di antara keluarga istana semenjak pemerintahan Rakai Pikatan atau Mpu Manuku.Fakta sejarah memang mencatat adanya perebutan kekuasaan dari kalangan Dinasti Sanjaya, yang diawali dari pemberontakan yang dilakukan Mpu Kumbhayoni yang ingin merebut tahta Medang dari Rakai Mamrati Mpu Manuku menjadi raja.
Pemberontakan itu berhasil ditumpas oleh anak Rakai Pikatan bernama Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala. Namun pada pemberontakan selanjutnya terjadi saat Dyah Lokapala naik menjadi raja.
Kali ini aktornya adalah Rakai Gurungwangi Dyah Saladu dan Rakai Panumwangan Dyah Dewendra. Pemberontakan ini memang membawa hasil gemilang, namun sesudah menggulingkan Dyah Lokapala dari tahta kekuasaannya, Dyah Saladu dan Dyah Dewendra justru mendapat serangan dari Rakai Watukura Dyah Balitung yang merupakan menantu Rakai Watuhumalang Mpu Teguh. Alhasil Dyah Balitung lah yang akhirnya naik tahta menjadi raja.

BACA JUGA:
Sambil Ngopi di Warung Warga, Ganjar Serap Aspirasi Para Sopir Truk di Terminal Limpung Batang

Semasa Raja Dyah Balitung bertahta pun pemberontakan juga terjadi di internal Kerajaan Mataram, kali ini aktornya Rakai Hino Mpu Daksa yang mendapat dukungan dari Rakai Gurungwangi Dyah Saladu. Akibat pemberontakan ini Dyah Balitung pun berhasil digulingkan dan tak lama kemudian Mpu Daksa naik tahta menjadi raja Medang.
Pemberontakan juga mewarnai jalannya pemerintahan Rakai Layang Dyah Tulodong yang merupakan menantu Rakai Hino Mpu Daksa saat naik tahta menjadi raja. Rakai Sumba Dyah Wawa-lah yang menjadi pencetus pemberontakan ini.
Ia merupakan putra Rakai Landheyan saudara Rakai Kayuwangi Dyah Saladu. Dimana pemberontakan ini diakhiri dengan gemilang berkat dukungan dari Mpu Sindok, yang membuat Dyah Wawa naik tahta jadi Raja Medang.</description><content:encoded>ERUPSI Gunung Merapi konon menghancurkan Kerajaan Mataram Kuno dan menyebabkan ibu kota kerajaan terpaksa dipindahkan oleh Mpu Sindok pada 928 M.
Ketika peristiwa tersebut terjadi, Raja Dyah Wawa tengah memerintah Kerajaan Mataram Kuno.
Bahkan, karena dahsyatnya letusan membuat Candi Bhumisambhara atau Candi Borobudur yang dibangun Samaratungga terkubur lahar dingin.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,4 Km Siang Ini

Dikutip dari buku &quot;13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa&quot; tulisan Sri Wintala Achmad, Van Bammelen sampai mencetuskan teori letusan Gunung Merapi membuat puncaknya hancur.
Lapisan tanahnya konon bergeser ke barat daya hingga membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh.

BACA JUGA:
 Gunung Merapi Muntahkan 25 Kali Guguran Lava Pijar pada Senin Malam&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dari sanalah akhirnya Mpu Sindok melakukan langkah cepat dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Mataram dari Jawa Tengah ke Tamwlang, Jawa Timur.
Perpindahan ibu kota ini juga disebut Sejarawan Boechari sebagai bagian dari hukuman akibat adanya perebutan tahta kekuasaan yang sering terjadi di antara keluarga istana semenjak pemerintahan Rakai Pikatan atau Mpu Manuku.Fakta sejarah memang mencatat adanya perebutan kekuasaan dari kalangan Dinasti Sanjaya, yang diawali dari pemberontakan yang dilakukan Mpu Kumbhayoni yang ingin merebut tahta Medang dari Rakai Mamrati Mpu Manuku menjadi raja.
Pemberontakan itu berhasil ditumpas oleh anak Rakai Pikatan bernama Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala. Namun pada pemberontakan selanjutnya terjadi saat Dyah Lokapala naik menjadi raja.
Kali ini aktornya adalah Rakai Gurungwangi Dyah Saladu dan Rakai Panumwangan Dyah Dewendra. Pemberontakan ini memang membawa hasil gemilang, namun sesudah menggulingkan Dyah Lokapala dari tahta kekuasaannya, Dyah Saladu dan Dyah Dewendra justru mendapat serangan dari Rakai Watukura Dyah Balitung yang merupakan menantu Rakai Watuhumalang Mpu Teguh. Alhasil Dyah Balitung lah yang akhirnya naik tahta menjadi raja.

BACA JUGA:
Sambil Ngopi di Warung Warga, Ganjar Serap Aspirasi Para Sopir Truk di Terminal Limpung Batang

Semasa Raja Dyah Balitung bertahta pun pemberontakan juga terjadi di internal Kerajaan Mataram, kali ini aktornya Rakai Hino Mpu Daksa yang mendapat dukungan dari Rakai Gurungwangi Dyah Saladu. Akibat pemberontakan ini Dyah Balitung pun berhasil digulingkan dan tak lama kemudian Mpu Daksa naik tahta menjadi raja Medang.
Pemberontakan juga mewarnai jalannya pemerintahan Rakai Layang Dyah Tulodong yang merupakan menantu Rakai Hino Mpu Daksa saat naik tahta menjadi raja. Rakai Sumba Dyah Wawa-lah yang menjadi pencetus pemberontakan ini.
Ia merupakan putra Rakai Landheyan saudara Rakai Kayuwangi Dyah Saladu. Dimana pemberontakan ini diakhiri dengan gemilang berkat dukungan dari Mpu Sindok, yang membuat Dyah Wawa naik tahta jadi Raja Medang.</content:encoded></item></channel></rss>
