<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Warga Diminta Waspadai Awan Panas hingga Lahar</title><description>Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/17/519/2955917/gunung-semeru-meletus-pagi-ini-warga-diminta-waspadai-awan-panas-hingga-lahar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/17/519/2955917/gunung-semeru-meletus-pagi-ini-warga-diminta-waspadai-awan-panas-hingga-lahar"/><item><title>Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Warga Diminta Waspadai Awan Panas hingga Lahar</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/17/519/2955917/gunung-semeru-meletus-pagi-ini-warga-diminta-waspadai-awan-panas-hingga-lahar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/17/519/2955917/gunung-semeru-meletus-pagi-ini-warga-diminta-waspadai-awan-panas-hingga-lahar</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 06:52 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/519/2955917/gunung-semeru-meletus-pagi-ini-warga-diminta-waspadai-awan-panas-hingga-lahar-7A9sVtZTEq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru Meletus/PVMBG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/519/2955917/gunung-semeru-meletus-pagi-ini-warga-diminta-waspadai-awan-panas-hingga-lahar-7A9sVtZTEq.jpg</image><title>Gunung Semeru Meletus/PVMBG</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMS8xLzE3NjAyOC81L3g4cmN6bm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali meletus pagi ini, pukul 06.39 WIB, Rabu (17/1/2024).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan dan abu vulkanik 600 meter di atas puncak.
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Guning Semeru pada hari Rabu, 17 Januari 2024, pukul 06:25 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 600 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4276 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Yadi Yuliandi dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan 1.000 Meter di Atas Puncak

Yadi mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara dan timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Lebih lanjut, Yadi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

BACA JUGA:
Sempat Lumpuhkan Bandara Abdul Rachman Saleh, Gunung Semeru Erupsi 59 Kali Hari Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.




&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.


Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.







&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; pungkasnya.

Diketahui, Gunung Semeru secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMS8xLzE3NjAyOC81L3g4cmN6bm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali meletus pagi ini, pukul 06.39 WIB, Rabu (17/1/2024).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan dan abu vulkanik 600 meter di atas puncak.
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Guning Semeru pada hari Rabu, 17 Januari 2024, pukul 06:25 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 600 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4276 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Yadi Yuliandi dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan 1.000 Meter di Atas Puncak

Yadi mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara dan timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Lebih lanjut, Yadi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

BACA JUGA:
Sempat Lumpuhkan Bandara Abdul Rachman Saleh, Gunung Semeru Erupsi 59 Kali Hari Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.




&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.


Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.







&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; pungkasnya.

Diketahui, Gunung Semeru secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.

</content:encoded></item></channel></rss>
