<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Pajak Motor Bakal Naik, Ganjar: Kita Mesti Bijak dan Hitung Betul</title><description>Ganjar pun mempertanyakan kebijakan menaikkan pajak seiring dengan dimulainya energi baru terbarukan diinvestasikan di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/18/337/2956934/pajak-motor-bakal-naik-ganjar-kita-mesti-bijak-dan-hitung-betul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/18/337/2956934/pajak-motor-bakal-naik-ganjar-kita-mesti-bijak-dan-hitung-betul"/><item><title>   Pajak Motor Bakal Naik, Ganjar: Kita Mesti Bijak dan Hitung Betul</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/18/337/2956934/pajak-motor-bakal-naik-ganjar-kita-mesti-bijak-dan-hitung-betul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/18/337/2956934/pajak-motor-bakal-naik-ganjar-kita-mesti-bijak-dan-hitung-betul</guid><pubDate>Kamis 18 Januari 2024 23:18 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/18/337/2956934/pajak-motor-bakal-naik-ganjar-kita-mesti-bijak-dan-hitung-betul-5D2T64ifFi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/18/337/2956934/pajak-motor-bakal-naik-ganjar-kita-mesti-bijak-dan-hitung-betul-5D2T64ifFi.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjI0MS81L3g4cmptbG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MAGETAN - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo merespons rencana Menko Marvest, Luhut Binsar Pandjaitan yang hendak menaikkan pajak motor bensin. Menurutnya, masalah transisi energi perlu bijak dan hitung dengan betul.
&quot;Rasa-rasanya hari ini semua lagi berbincang bagaimana transisi energi dilakukan, kita musti bijak betul, kita hitung betul begitu ya,&quot; kata Ganjar kepada wartawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/1/2024).
Ganjar pun mempertanyakan kebijakan menaikkan pajak seiring dengan dimulainya energi baru terbarukan diinvestasikan di Indonesia.

BACA JUGA:
Respons Isu Sri Mulyani dan Basuki Mundur dari Kabinet, Ganjar: Mudah-mudahan Tak Terjadi

&quot;Apakah dengan seperti menaikan pajak, atau segera kita memulai energi baru terbarukan untuk diinvestasikan. Selebihnya, ya mari transportasi publiknya kita mulai lebih baik lagi, semua orang tidak menggunakan kendaraan pribadi, atau diinsentif pada kepemilikan kendaraan pribadi sehingga dibatasi, makin tinggi ya pajak progresif atau betul-betul dibatasi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Serap Aspirasi dari Gen Z Pelaku UMKM hingga Influencer di Madiun

Lebih lanjut, Ganjar menilai masih banyak yang bisa diperhitungkan soal isu tersebut. &quot;Saya kira banyak hal yang bisa kita perhitungkan pada soal itu, di luar disinsentif dengan menaikan sekadar menaikan pajak, ada akun-akun yang lain,&quot; tuturnya.Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi (Menko Marvest), Luhut Binsar Pandjaitan mempertimbangkan kenaikan pajak motor bensin. Hal tersebut diungkapkan Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya lewat sebuah video yang diputar pada peresmian peluncuran jenama dan produk kendaraan berbasis baterai Build Your Dreams (BYD).

&quot;Kami tadi rapat dan berpikir untuk menaikkan pajak untuk kendaraan sepeda motor non-listrik, sehingga nanti itu bisa memberikan subsidi ongkos-ongkos seperti LRT atau kereta cepat,&quot; kata Luhut dalam sambutannya lewat sebuah unggahan video.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjI0MS81L3g4cmptbG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MAGETAN - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo merespons rencana Menko Marvest, Luhut Binsar Pandjaitan yang hendak menaikkan pajak motor bensin. Menurutnya, masalah transisi energi perlu bijak dan hitung dengan betul.
&quot;Rasa-rasanya hari ini semua lagi berbincang bagaimana transisi energi dilakukan, kita musti bijak betul, kita hitung betul begitu ya,&quot; kata Ganjar kepada wartawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/1/2024).
Ganjar pun mempertanyakan kebijakan menaikkan pajak seiring dengan dimulainya energi baru terbarukan diinvestasikan di Indonesia.

BACA JUGA:
Respons Isu Sri Mulyani dan Basuki Mundur dari Kabinet, Ganjar: Mudah-mudahan Tak Terjadi

&quot;Apakah dengan seperti menaikan pajak, atau segera kita memulai energi baru terbarukan untuk diinvestasikan. Selebihnya, ya mari transportasi publiknya kita mulai lebih baik lagi, semua orang tidak menggunakan kendaraan pribadi, atau diinsentif pada kepemilikan kendaraan pribadi sehingga dibatasi, makin tinggi ya pajak progresif atau betul-betul dibatasi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Serap Aspirasi dari Gen Z Pelaku UMKM hingga Influencer di Madiun

Lebih lanjut, Ganjar menilai masih banyak yang bisa diperhitungkan soal isu tersebut. &quot;Saya kira banyak hal yang bisa kita perhitungkan pada soal itu, di luar disinsentif dengan menaikan sekadar menaikan pajak, ada akun-akun yang lain,&quot; tuturnya.Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi (Menko Marvest), Luhut Binsar Pandjaitan mempertimbangkan kenaikan pajak motor bensin. Hal tersebut diungkapkan Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya lewat sebuah video yang diputar pada peresmian peluncuran jenama dan produk kendaraan berbasis baterai Build Your Dreams (BYD).

&quot;Kami tadi rapat dan berpikir untuk menaikkan pajak untuk kendaraan sepeda motor non-listrik, sehingga nanti itu bisa memberikan subsidi ongkos-ongkos seperti LRT atau kereta cepat,&quot; kata Luhut dalam sambutannya lewat sebuah unggahan video.</content:encoded></item></channel></rss>
