<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gegara Sering Ngamuk, Pemuda di Lebak Dirantai Keluarga   </title><description>Subki (25) warga Kampung Bojong Girang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dirantai pihak keluarga&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/18/340/2956379/gegara-sering-ngamuk-pemuda-di-lebak-dirantai-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/18/340/2956379/gegara-sering-ngamuk-pemuda-di-lebak-dirantai-keluarga"/><item><title> Gegara Sering Ngamuk, Pemuda di Lebak Dirantai Keluarga   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/18/340/2956379/gegara-sering-ngamuk-pemuda-di-lebak-dirantai-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/18/340/2956379/gegara-sering-ngamuk-pemuda-di-lebak-dirantai-keluarga</guid><pubDate>Kamis 18 Januari 2024 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/340/2956379/gegara-sering-ngamuk-pemuda-di-lebak-dirantai-keluarga-gdkUf58SbX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Subki dirantai keluarga (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/340/2956379/gegara-sering-ngamuk-pemuda-di-lebak-dirantai-keluarga-gdkUf58SbX.jpg</image><title>Subki dirantai keluarga (foto: dok ist)</title></images><description>

LEBAK - Subki (25) warga Kampung Bojong Girang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dirantai pihak keluarga di dalam rumah. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan lantaran Subki kerap kali mengamuk bahkan membawa senjata tajam golok.

Peristiwa itu kerap terjadi sejak tiga tahun silam. Subki menderita gangguan jiwa saat dirinya akan lulus sekolah SMA.

&quot;Iya mau gimana lagi sering ngamuk, jadi dirantai biar tidak meresahkan warga,&quot; kata Subekah ibu dari Subki saat dihubungi, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:
 Ibu Bunuh Anak Kandung di Musi Rawas, Ternyata Pelaku Idap Gangguan Jiwa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Subekah, awalnya Subki merupakan anak yang rajin bahkan tergolong cerdas. Entah apa yang terjadi, beberapa waktu sebelum kelulusan sekolah dia berperilaku aneh.

&quot;Dulu engga begini. Paling parah memang tiga tahun terakhir ini,&quot; tuturnya.

Selain Subki, lanjut Subekah, adik dari Subki juga menderita gangguan jiwa. Namun, pihak keluarga tidak merantai dia karena tidak sering mengamuk.

&quot;Adiknya Adeng sama juga, tapi tidak ngamuk,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Diduga Gangguan Jiwa, Penumpang Bus Ini Minta Ngebut di Jalan Tol Bandara Soetta&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Subekah berharap ada bantuan dari pemerintah agar kedua putranya bisa menjalani perawatan dan sehat kembali.



&quot;Harapannya ya pengen sehat lagi,&quot; katanya.



Hal senada dikatakan oleh Nurhani seorang warga sekitar. Dia tidak menampik bahwa dulu Subki terbilang orang yang pintar.



&quot;Dulu malah pintar ini Subki, sebelum lulus tuh barulah begini,&quot; kata Nurhani.



Kata dia, Subki pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah Grogol. Namun karena terkendala biaya akhirnya pihak keluarga membawa pulang.



&quot;Sekali jalan aja Rp1 juta, jadi dibawa pulang lagi,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>

LEBAK - Subki (25) warga Kampung Bojong Girang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dirantai pihak keluarga di dalam rumah. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan lantaran Subki kerap kali mengamuk bahkan membawa senjata tajam golok.

Peristiwa itu kerap terjadi sejak tiga tahun silam. Subki menderita gangguan jiwa saat dirinya akan lulus sekolah SMA.

&quot;Iya mau gimana lagi sering ngamuk, jadi dirantai biar tidak meresahkan warga,&quot; kata Subekah ibu dari Subki saat dihubungi, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:
 Ibu Bunuh Anak Kandung di Musi Rawas, Ternyata Pelaku Idap Gangguan Jiwa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Subekah, awalnya Subki merupakan anak yang rajin bahkan tergolong cerdas. Entah apa yang terjadi, beberapa waktu sebelum kelulusan sekolah dia berperilaku aneh.

&quot;Dulu engga begini. Paling parah memang tiga tahun terakhir ini,&quot; tuturnya.

Selain Subki, lanjut Subekah, adik dari Subki juga menderita gangguan jiwa. Namun, pihak keluarga tidak merantai dia karena tidak sering mengamuk.

&quot;Adiknya Adeng sama juga, tapi tidak ngamuk,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Diduga Gangguan Jiwa, Penumpang Bus Ini Minta Ngebut di Jalan Tol Bandara Soetta&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Subekah berharap ada bantuan dari pemerintah agar kedua putranya bisa menjalani perawatan dan sehat kembali.



&quot;Harapannya ya pengen sehat lagi,&quot; katanya.



Hal senada dikatakan oleh Nurhani seorang warga sekitar. Dia tidak menampik bahwa dulu Subki terbilang orang yang pintar.



&quot;Dulu malah pintar ini Subki, sebelum lulus tuh barulah begini,&quot; kata Nurhani.



Kata dia, Subki pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah Grogol. Namun karena terkendala biaya akhirnya pihak keluarga membawa pulang.



&quot;Sekali jalan aja Rp1 juta, jadi dibawa pulang lagi,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
