<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Madiun Curhat Bantuan Tak Tepat Sasaran, Ganjar: Makanya, Kita Buat KTP Sakti</title><description>Pihaknya sudah pernah mencoba mengajukan bantuan ke RT/RW dan kelurahan tempatnya tinggal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/18/519/2956879/warga-madiun-curhat-bantuan-tak-tepat-sasaran-ganjar-makanya-kita-buat-ktp-sakti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/18/519/2956879/warga-madiun-curhat-bantuan-tak-tepat-sasaran-ganjar-makanya-kita-buat-ktp-sakti"/><item><title>Warga Madiun Curhat Bantuan Tak Tepat Sasaran, Ganjar: Makanya, Kita Buat KTP Sakti</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/18/519/2956879/warga-madiun-curhat-bantuan-tak-tepat-sasaran-ganjar-makanya-kita-buat-ktp-sakti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/18/519/2956879/warga-madiun-curhat-bantuan-tak-tepat-sasaran-ganjar-makanya-kita-buat-ktp-sakti</guid><pubDate>Kamis 18 Januari 2024 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/18/519/2956879/warga-madiun-curhat-bantuan-tak-tepat-sasaran-ganjar-makanya-kita-buat-ktp-sakti-6Xbgvffzwp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo kampanye di Jawa Timur (Foto: Tim Ganjar Pranowo/Giffar Rivana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/18/519/2956879/warga-madiun-curhat-bantuan-tak-tepat-sasaran-ganjar-makanya-kita-buat-ktp-sakti-6Xbgvffzwp.jpg</image><title>Ganjar Pranowo kampanye di Jawa Timur (Foto: Tim Ganjar Pranowo/Giffar Rivana)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjI0MC81L3g4cmptMXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MADIUN - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berjanji pada emak-emak di Wadul, Madiun untuk fokus memperbaiki sistem penyaluran bantuan jika dirinya terpilih menjadi Presiden RI dalam Pemilu 2024.

Warga pun menuangkan aspirasinya saat dikunjungi Ganjar waktu sedang berada di acara konsolidasi relawan di halaman Radio Madya FM Madiun.

&quot;Pak bantuan banyak yang tidak tepat sasaran. Saya tidak dapat bantuan, justru tetangga saya yang kaya-kaya dapat,&quot; teriak salah satu warga kepada ke Ganjar, Kamis (18/1/2024).

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Dijuluki Jimat Nusantara oleh Relawan di Jatim, Filosofinya Mendalam!


Salah satu Warga bernama Gina (60) mengatakan, pihaknya sudah pernah mencoba mengajukan bantuan ke RT/RW dan kelurahan tempatnya tinggal. Namun, hingga saat ini belum ada hasilnya.

&quot;Tolong diperbaiki Pak, bantuan harus tepat sasaran dan benar-benar untuk masyarakat kecil,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Soal Referendum IKN, Ganjar Respons BRIN: Jauh Amat, Kayak Gak Ada Lobi Politik Saja


Ganjar mendengarkan keluhan warga dengan cermat saat berkunjung di Madiun. Menurutnya, hampir di semua tempat yang didatanginya, persoalan bantuan tidak tepat sasaran memang banyak dikeluhkan.

&quot;Maka inilah yang mesti dibereskan. Saya siap membereskan karena salah satu program prioritas kami adalah membenahi data dan merealisasikan satu data Indonesia,&quot; ujarnya.
Tidak meratanya bantuan, lanjut Ganjar, disebabkan karena pendataan yang tidak benar. Ke depan, pihaknya membuat program KTP Sakti untuk memperbaiki data, supaya semua bantuan dari pemerintah tepat sasaran.

BACA JUGA:
Hari Terakhir Kampanye: Anies di JIS, Prabowo di GBK, Ganjar di Jateng

Dengan KTP Sakti, semua data masyarakat bisa terpantau karena pendataan dilakukan berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK). Sakti merupakan singkatan dari Satu Kartu Terpadu Indonesia.
&quot;Kita libatkan RT, RW dan Kepala Desa untuk perbaikan data itu. Kalau datanya benar, maka semua program pemerintah bisa tepat sasaran. Kalau datanya tidak benar, ya seperti yang dikeluhkan hari ini, bahwa yang menerima justru yang kaya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjI0MC81L3g4cmptMXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MADIUN - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berjanji pada emak-emak di Wadul, Madiun untuk fokus memperbaiki sistem penyaluran bantuan jika dirinya terpilih menjadi Presiden RI dalam Pemilu 2024.

Warga pun menuangkan aspirasinya saat dikunjungi Ganjar waktu sedang berada di acara konsolidasi relawan di halaman Radio Madya FM Madiun.

&quot;Pak bantuan banyak yang tidak tepat sasaran. Saya tidak dapat bantuan, justru tetangga saya yang kaya-kaya dapat,&quot; teriak salah satu warga kepada ke Ganjar, Kamis (18/1/2024).

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Dijuluki Jimat Nusantara oleh Relawan di Jatim, Filosofinya Mendalam!


Salah satu Warga bernama Gina (60) mengatakan, pihaknya sudah pernah mencoba mengajukan bantuan ke RT/RW dan kelurahan tempatnya tinggal. Namun, hingga saat ini belum ada hasilnya.

&quot;Tolong diperbaiki Pak, bantuan harus tepat sasaran dan benar-benar untuk masyarakat kecil,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Soal Referendum IKN, Ganjar Respons BRIN: Jauh Amat, Kayak Gak Ada Lobi Politik Saja


Ganjar mendengarkan keluhan warga dengan cermat saat berkunjung di Madiun. Menurutnya, hampir di semua tempat yang didatanginya, persoalan bantuan tidak tepat sasaran memang banyak dikeluhkan.

&quot;Maka inilah yang mesti dibereskan. Saya siap membereskan karena salah satu program prioritas kami adalah membenahi data dan merealisasikan satu data Indonesia,&quot; ujarnya.
Tidak meratanya bantuan, lanjut Ganjar, disebabkan karena pendataan yang tidak benar. Ke depan, pihaknya membuat program KTP Sakti untuk memperbaiki data, supaya semua bantuan dari pemerintah tepat sasaran.

BACA JUGA:
Hari Terakhir Kampanye: Anies di JIS, Prabowo di GBK, Ganjar di Jateng

Dengan KTP Sakti, semua data masyarakat bisa terpantau karena pendataan dilakukan berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK). Sakti merupakan singkatan dari Satu Kartu Terpadu Indonesia.
&quot;Kita libatkan RT, RW dan Kepala Desa untuk perbaikan data itu. Kalau datanya benar, maka semua program pemerintah bisa tepat sasaran. Kalau datanya tidak benar, ya seperti yang dikeluhkan hari ini, bahwa yang menerima justru yang kaya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
