<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seorang Pria Dihukum Penjara 50 Tahun karena Cemarkan Nama Baik Kerajaan Thailand</title><description>Undang-undang lese majeste mengkriminalisasi komentar negatif apa pun tentang monarki.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/19/18/2957169/seorang-pria-dihukum-penjara-50-tahun-karena-cemarkan-nama-baik-kerajaan-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/19/18/2957169/seorang-pria-dihukum-penjara-50-tahun-karena-cemarkan-nama-baik-kerajaan-thailand"/><item><title>Seorang Pria Dihukum Penjara 50 Tahun karena Cemarkan Nama Baik Kerajaan Thailand</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/19/18/2957169/seorang-pria-dihukum-penjara-50-tahun-karena-cemarkan-nama-baik-kerajaan-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/19/18/2957169/seorang-pria-dihukum-penjara-50-tahun-karena-cemarkan-nama-baik-kerajaan-thailand</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2024 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/19/18/2957169/seorang-pria-dihukum-penjara-50-tahun-karena-cemarkan-nama-baik-kerajaan-thailand-cuRyfV3neZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang pria dihukum penjara 50 tahun karena pencemaran nama baik kerajaan Thailand (Foto: South China Morning Post)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/19/18/2957169/seorang-pria-dihukum-penjara-50-tahun-karena-cemarkan-nama-baik-kerajaan-thailand-cuRyfV3neZ.jpg</image><title>Seorang pria dihukum penjara 50 tahun karena pencemaran nama baik kerajaan Thailand (Foto: South China Morning Post)</title></images><description>THAILAND &amp;ndash; Pengadilan Thailand menjatuhkan hukuman penjara 50 tahun kepada seorang pria karena komentarnya yang dianggap mencemarkan nama baik monarki. Ini menjadi hukuman tertinggi yang pernah dijatuhkan berdasarkan undang-undang lese majeste yang terkenal kejam di negara tersebut.

Mongkol Thirakot yang berusia tiga puluh tahun awalnya dijatuhi hukuman 28 tahun penjara karena postingan yang dia buat tiga tahun lalu di Facebook.

Namun pada Kamis (18/1/2024), pengadilan banding menambah hukuman 22 tahun penjara.


BACA JUGA:
Seorang Aktivis Terkenal Dipenjara 4 Tahun Usai Protes Reformasi Kerajaan Thailand

Undang-undang lese majeste mengkriminalisasi komentar negatif apa pun tentang monarki.


BACA JUGA:
 Dubes Kerajaan Thailand Prapan Senang Dijamu Ganjar Pranowo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Undang-undang tersebut, yang telah banyak dikritik, masih berlaku meskipun pemerintah sipil telah melakukan pemilihan umum tahun lalu untuk pertama kalinya dalam 10 tahun.

Pada sidang yang digelar Kamis (18/1/2024), hakim mengatakan dia telah mengurangi sepertiga hukuman Thirakot karena perilaku terdakwa yang kooperatif.

Rincian mengenai apa yang mendorong hukuman berat tersebut terhadap Thirakot, seorang penjual pakaian online dari provinsi Chiang Rai, belum dipublikasikan. Hakim mengacu pada beberapa komentar di Facebook, dan pengadilan Thailand biasanya memberikan hukuman tambahan untuk setiap postingan.
Undang-undang lese majeste sempat ditangguhkan pada awal masa pemerintahan Raja Vajiralongkorn pada 2019, namun telah dihidupkan kembali dan digunakan secara luas sejak pecahnya protes yang dipimpin mahasiswa yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tiga tahun lalu, yang menyerukan reformasi besar-besaran pada monarki.



Seorang aktivis dan pengacara yang pertama kali menyerukan diskusi publik tentang monarki, Arnon Nampa, juga mendapat hukuman tambahan empat tahun penjara pada Rabu (17/1/2024).



Pada Januari ini, Mahkamah Konstitusi akan memutuskan apakah akan membubarkan Move Forward, partai muda yang memenangkan suara terbanyak dalam pemilihan umum tahun lalu, atas seruan mereka untuk mengamandemen undang-undang lese majeste, yang menurut beberapa kelompok konservatif Thailand sama dengan upaya untuk menggulingkan seluruh tatanan politik.

</description><content:encoded>THAILAND &amp;ndash; Pengadilan Thailand menjatuhkan hukuman penjara 50 tahun kepada seorang pria karena komentarnya yang dianggap mencemarkan nama baik monarki. Ini menjadi hukuman tertinggi yang pernah dijatuhkan berdasarkan undang-undang lese majeste yang terkenal kejam di negara tersebut.

Mongkol Thirakot yang berusia tiga puluh tahun awalnya dijatuhi hukuman 28 tahun penjara karena postingan yang dia buat tiga tahun lalu di Facebook.

Namun pada Kamis (18/1/2024), pengadilan banding menambah hukuman 22 tahun penjara.


BACA JUGA:
Seorang Aktivis Terkenal Dipenjara 4 Tahun Usai Protes Reformasi Kerajaan Thailand

Undang-undang lese majeste mengkriminalisasi komentar negatif apa pun tentang monarki.


BACA JUGA:
 Dubes Kerajaan Thailand Prapan Senang Dijamu Ganjar Pranowo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Undang-undang tersebut, yang telah banyak dikritik, masih berlaku meskipun pemerintah sipil telah melakukan pemilihan umum tahun lalu untuk pertama kalinya dalam 10 tahun.

Pada sidang yang digelar Kamis (18/1/2024), hakim mengatakan dia telah mengurangi sepertiga hukuman Thirakot karena perilaku terdakwa yang kooperatif.

Rincian mengenai apa yang mendorong hukuman berat tersebut terhadap Thirakot, seorang penjual pakaian online dari provinsi Chiang Rai, belum dipublikasikan. Hakim mengacu pada beberapa komentar di Facebook, dan pengadilan Thailand biasanya memberikan hukuman tambahan untuk setiap postingan.
Undang-undang lese majeste sempat ditangguhkan pada awal masa pemerintahan Raja Vajiralongkorn pada 2019, namun telah dihidupkan kembali dan digunakan secara luas sejak pecahnya protes yang dipimpin mahasiswa yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tiga tahun lalu, yang menyerukan reformasi besar-besaran pada monarki.



Seorang aktivis dan pengacara yang pertama kali menyerukan diskusi publik tentang monarki, Arnon Nampa, juga mendapat hukuman tambahan empat tahun penjara pada Rabu (17/1/2024).



Pada Januari ini, Mahkamah Konstitusi akan memutuskan apakah akan membubarkan Move Forward, partai muda yang memenangkan suara terbanyak dalam pemilihan umum tahun lalu, atas seruan mereka untuk mengamandemen undang-undang lese majeste, yang menurut beberapa kelompok konservatif Thailand sama dengan upaya untuk menggulingkan seluruh tatanan politik.

</content:encoded></item></channel></rss>
