<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siti Atikoh Ungkap Program Ganjar-Mahfud untuk Indonesia Bebas Polio   </title><description>Siti Atikoh Supriyanti mengikuti Istigasah Kebangsaan di Surabaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957286/siti-atikoh-ungkap-program-ganjar-mahfud-untuk-indonesia-bebas-polio</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957286/siti-atikoh-ungkap-program-ganjar-mahfud-untuk-indonesia-bebas-polio"/><item><title>Siti Atikoh Ungkap Program Ganjar-Mahfud untuk Indonesia Bebas Polio   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957286/siti-atikoh-ungkap-program-ganjar-mahfud-untuk-indonesia-bebas-polio</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957286/siti-atikoh-ungkap-program-ganjar-mahfud-untuk-indonesia-bebas-polio</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2024 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Masdarul Khoiri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/19/519/2957286/siti-atikoh-ungkap-program-ganjar-mahfud-untuk-indonesia-bebas-polio-o3BtBi0pCm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siti Atikoh di Surabaya. (Foto: Masdarul Khairi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/19/519/2957286/siti-atikoh-ungkap-program-ganjar-mahfud-untuk-indonesia-bebas-polio-o3BtBi0pCm.jpg</image><title>Siti Atikoh di Surabaya. (Foto: Masdarul Khairi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjIwNi81L3g4cmo0bDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SURABAYA - Istri calon presiden Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti mengikuti Istigasah Kebangsaan untuk Indonesia Unggul di Jatim International Expo Convention Exhibition (Jatim Expo Surabaya), Jumat (19/1/2024).

Ribuan muslimah dari berbagai daerah dan kalangan di Jawa Timur ini bermunajat untuk mendoakan keselamatan Indonesia. Termasuk mendoakan kemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai capres dan cawapres Pemilu 2024.

Selain berbicara tentang kondisi bangsa saat ini, Atikoh juga menyinggung masalah polio yang beberapa waktu belakangan ini menjadi pembicaraan publik. &amp;ldquo;Sudah 8 tahun bebas (polio) tapi kok sekarang muncul lagi,&amp;rdquo; ucap Atikoh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ribuan Muslimah Jawa Timur Hadiri Doa Bersama untuk Bangsa Bersama Siti Atikoh

Tak hanya bicara kasusnya, Atikoh juga memberikan beberapa langkah pencegahan agar generasi Indonesia sehat. &amp;ldquo;Kalau untuk pencegahan jalan satu-satunya imunisasi kepada anak-anak karena yang rentan anak di bawah umur 5 tahun. Imunisasinya itu harus benar-benar komplit, jadi 5 kali, 6 kali untuk booster,&amp;rdquo; terangnya.

Menurut Atiqoh, Indonesia bebas polio juga menjadi program dari capres cawapres Ganjar-Mahfud, dan jika ingin mewujudkan Indonesia emas maka diperlukan SDM unggul.

&amp;ldquo;Jangan sampai anak-anak kita, karena kita teledor lupa mengingatkan orang tua, karena anak itu lahir harusnya langsung mendapatkan imunisasi polio yang tetes sampai usia 9 bulan itu 4 kali, baru yang suntik setelah umur 1 tahun,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banyak Ditanya yang Akan Dilakukan Jika Terpilih Jadi Ibu Negara, Ini Penjelasan Atikoh Ganjar

Agar Indonesia bebas polio, sambungnya, Ganjar-Mahfud akan memperkuat fasilitas kesehatan di tiap desa termasuk posyandu.

&amp;ldquo;Dan program Ganjar-Mahfud itu memberikan insentif kepada kader posyandu, posyandu di Indonesia ada berjumlah 330 ribu lebih, tentu itu tidak berat bagi negara kalau kita memang mau mencetak generasi unggul,&amp;rdquo; ujarnya.Istigasah dan doa keselamatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Nyai Munjidah Wahab (Jombang); Puti Guntur Soekarno (PDIP); Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jatim, Laksamana Madya TNI (purn) Agus Setiadji; serta Deputi Kinetik Teritorial TPN Ganjar Mahfud, Luki Hermawan.



Selain itu, beberapa pemangku pesantren (Nyai) dan Ning dari pesantren di Jawa Timur turut hadir dan berdoa bersama. Pada akhir acara, Atikoh menjadi bintang yang diajak para muslimah yang hadir untuk berswafoto.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjIwNi81L3g4cmo0bDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SURABAYA - Istri calon presiden Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti mengikuti Istigasah Kebangsaan untuk Indonesia Unggul di Jatim International Expo Convention Exhibition (Jatim Expo Surabaya), Jumat (19/1/2024).

Ribuan muslimah dari berbagai daerah dan kalangan di Jawa Timur ini bermunajat untuk mendoakan keselamatan Indonesia. Termasuk mendoakan kemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai capres dan cawapres Pemilu 2024.

Selain berbicara tentang kondisi bangsa saat ini, Atikoh juga menyinggung masalah polio yang beberapa waktu belakangan ini menjadi pembicaraan publik. &amp;ldquo;Sudah 8 tahun bebas (polio) tapi kok sekarang muncul lagi,&amp;rdquo; ucap Atikoh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ribuan Muslimah Jawa Timur Hadiri Doa Bersama untuk Bangsa Bersama Siti Atikoh

Tak hanya bicara kasusnya, Atikoh juga memberikan beberapa langkah pencegahan agar generasi Indonesia sehat. &amp;ldquo;Kalau untuk pencegahan jalan satu-satunya imunisasi kepada anak-anak karena yang rentan anak di bawah umur 5 tahun. Imunisasinya itu harus benar-benar komplit, jadi 5 kali, 6 kali untuk booster,&amp;rdquo; terangnya.

Menurut Atiqoh, Indonesia bebas polio juga menjadi program dari capres cawapres Ganjar-Mahfud, dan jika ingin mewujudkan Indonesia emas maka diperlukan SDM unggul.

&amp;ldquo;Jangan sampai anak-anak kita, karena kita teledor lupa mengingatkan orang tua, karena anak itu lahir harusnya langsung mendapatkan imunisasi polio yang tetes sampai usia 9 bulan itu 4 kali, baru yang suntik setelah umur 1 tahun,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banyak Ditanya yang Akan Dilakukan Jika Terpilih Jadi Ibu Negara, Ini Penjelasan Atikoh Ganjar

Agar Indonesia bebas polio, sambungnya, Ganjar-Mahfud akan memperkuat fasilitas kesehatan di tiap desa termasuk posyandu.

&amp;ldquo;Dan program Ganjar-Mahfud itu memberikan insentif kepada kader posyandu, posyandu di Indonesia ada berjumlah 330 ribu lebih, tentu itu tidak berat bagi negara kalau kita memang mau mencetak generasi unggul,&amp;rdquo; ujarnya.Istigasah dan doa keselamatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Nyai Munjidah Wahab (Jombang); Puti Guntur Soekarno (PDIP); Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jatim, Laksamana Madya TNI (purn) Agus Setiadji; serta Deputi Kinetik Teritorial TPN Ganjar Mahfud, Luki Hermawan.



Selain itu, beberapa pemangku pesantren (Nyai) dan Ning dari pesantren di Jawa Timur turut hadir dan berdoa bersama. Pada akhir acara, Atikoh menjadi bintang yang diajak para muslimah yang hadir untuk berswafoto.



</content:encoded></item></channel></rss>
