<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Pembangunan Museum Reog, Ganjar Singgung Ketahanan Seni dan Budaya</title><description>Monumen Reog itu juga akan menjadi monumen tertinggi di Indonesia mengalahkan monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957383/tinjau-pembangunan-museum-reog-ganjar-singgung-ketahanan-seni-dan-budaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957383/tinjau-pembangunan-museum-reog-ganjar-singgung-ketahanan-seni-dan-budaya"/><item><title>Tinjau Pembangunan Museum Reog, Ganjar Singgung Ketahanan Seni dan Budaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957383/tinjau-pembangunan-museum-reog-ganjar-singgung-ketahanan-seni-dan-budaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957383/tinjau-pembangunan-museum-reog-ganjar-singgung-ketahanan-seni-dan-budaya</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2024 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/19/519/2957383/tinjau-pembangunan-museum-reog-ganjar-singgung-ketahanan-seni-dan-budaya-HvDAbgm1Ji.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo tinjau pembangunan Museum Reog (Foto: Dok TPN Ganjar-Mahfud/Felldy Utama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/19/519/2957383/tinjau-pembangunan-museum-reog-ganjar-singgung-ketahanan-seni-dan-budaya-HvDAbgm1Ji.jpg</image><title>Ganjar Pranowo tinjau pembangunan Museum Reog (Foto: Dok TPN Ganjar-Mahfud/Felldy Utama)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xOS80LzE3NjI4Mi81L3g4cmxjbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PONOROGO - Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo meninjau pembangunan Museum Reog yang berada di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (29/1/2024).

Dalam kunjungannya, Ganjar mengamati bangunan monumen setinggi 126 meter itu. Nantinya, monumen Reog itu juga akan menjadi monumen tertinggi di Indonesia mengalahkan monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

&quot;Ini lagi menyiapkan museum sama monumen dan ini gedungnya tinggi nanti gambarnya reog tempatnya di bekas penambangan kapur sehingga dimanfaatkan untuk nanti kepentingan yang lebih banyak lagi,&quot; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Dialog dengan Milenial, Ganjar Bicara Pentingnya Internet Merata Berkecepatan Tinggi


Diketahui, proyek monumen yang dibangun sejak 2022 itu, ditargetkan rampung tahun ini. Nantinya Museum Reog akan menjadi kawasan wisata terintegrasi dengan wisata lainnya, seperti Sarangan, Jawa Timur dan Karanganyar, Jawa Tengah.

Ganjar mengharapkan, Ponorogo bisa menjadi tuan rumah untuk kesenian reog dan menjadi pusat reog yang tidak hanya bertaraf nasional, tetapi juga internasional sehingga banyak turis berdatangan dan mempelajari reog.

&quot;Mudah-mudahan di Ponorogo orang akan bisa melihat bahwa kalau belajar mengetahui meneliti tentang reog bisa datang ke sini. Semacam reog center,&quot; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Dukung Penuh Segala Bentuk Kreatifitas Milenial


&quot;Reog itu bisa dijadikan salah satu contoh pertunjukan seni yang mendunia. Saya berkeliling ke banyak tempat di Indonesia, bahkan Suriname mereka berharap sekali jadi sangat sangat khas,&quot; sambung Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu juga menyebutkan, kesenian reog Ponorogo nantinya bisa menjadi tolok ukur kesenian tarian tradisional asli Indonesia.



Ganjar berharap, pelaku seni reog juga harus memiliki standar dalam mengembangkan kesenian reog, sehingga reog akan terus diperhitungkan sebagai budaya yang membanggakan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:
Rieke Diah Pitaloka Iri Melihat Keharmonisan Rumah Tangga Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh




Menurut dia, jika bicara kesenian dan kebudayaan itu termasuk dalam ketahanan yang tidak hanya tentang ketahanan nasional saja, tetapi juga ketahanan budaya agar menjadi tameng dari gempuran seni budaya dari luar negeri.



&quot;Kalau bicara seni dan budaya, maka dalam ketahanan nasional kita juga harus masuk pada ketahanan budaya agar kita tidak digempur oleh budaya lain dan bisa jadi tuan rumah,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xOS80LzE3NjI4Mi81L3g4cmxjbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PONOROGO - Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo meninjau pembangunan Museum Reog yang berada di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (29/1/2024).

Dalam kunjungannya, Ganjar mengamati bangunan monumen setinggi 126 meter itu. Nantinya, monumen Reog itu juga akan menjadi monumen tertinggi di Indonesia mengalahkan monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

&quot;Ini lagi menyiapkan museum sama monumen dan ini gedungnya tinggi nanti gambarnya reog tempatnya di bekas penambangan kapur sehingga dimanfaatkan untuk nanti kepentingan yang lebih banyak lagi,&quot; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Dialog dengan Milenial, Ganjar Bicara Pentingnya Internet Merata Berkecepatan Tinggi


Diketahui, proyek monumen yang dibangun sejak 2022 itu, ditargetkan rampung tahun ini. Nantinya Museum Reog akan menjadi kawasan wisata terintegrasi dengan wisata lainnya, seperti Sarangan, Jawa Timur dan Karanganyar, Jawa Tengah.

Ganjar mengharapkan, Ponorogo bisa menjadi tuan rumah untuk kesenian reog dan menjadi pusat reog yang tidak hanya bertaraf nasional, tetapi juga internasional sehingga banyak turis berdatangan dan mempelajari reog.

&quot;Mudah-mudahan di Ponorogo orang akan bisa melihat bahwa kalau belajar mengetahui meneliti tentang reog bisa datang ke sini. Semacam reog center,&quot; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Dukung Penuh Segala Bentuk Kreatifitas Milenial


&quot;Reog itu bisa dijadikan salah satu contoh pertunjukan seni yang mendunia. Saya berkeliling ke banyak tempat di Indonesia, bahkan Suriname mereka berharap sekali jadi sangat sangat khas,&quot; sambung Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu juga menyebutkan, kesenian reog Ponorogo nantinya bisa menjadi tolok ukur kesenian tarian tradisional asli Indonesia.



Ganjar berharap, pelaku seni reog juga harus memiliki standar dalam mengembangkan kesenian reog, sehingga reog akan terus diperhitungkan sebagai budaya yang membanggakan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:
Rieke Diah Pitaloka Iri Melihat Keharmonisan Rumah Tangga Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh




Menurut dia, jika bicara kesenian dan kebudayaan itu termasuk dalam ketahanan yang tidak hanya tentang ketahanan nasional saja, tetapi juga ketahanan budaya agar menjadi tameng dari gempuran seni budaya dari luar negeri.



&quot;Kalau bicara seni dan budaya, maka dalam ketahanan nasional kita juga harus masuk pada ketahanan budaya agar kita tidak digempur oleh budaya lain dan bisa jadi tuan rumah,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
