<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Ziarah Makam Bhatara Katong hingga Kiai Ageng Besari: Belajar dari Sejarah Agar Kita Bijaksana</title><description>Ganjar dapat dijadikan pelajaran untuk belajar dari perjalanan panjang sejarah masa lalu dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957427/ganjar-ziarah-makam-bhatara-katong-hingga-kiai-ageng-besari-belajar-dari-sejarah-agar-kita-bijaksana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957427/ganjar-ziarah-makam-bhatara-katong-hingga-kiai-ageng-besari-belajar-dari-sejarah-agar-kita-bijaksana"/><item><title>Ganjar Ziarah Makam Bhatara Katong hingga Kiai Ageng Besari: Belajar dari Sejarah Agar Kita Bijaksana</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957427/ganjar-ziarah-makam-bhatara-katong-hingga-kiai-ageng-besari-belajar-dari-sejarah-agar-kita-bijaksana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/19/519/2957427/ganjar-ziarah-makam-bhatara-katong-hingga-kiai-ageng-besari-belajar-dari-sejarah-agar-kita-bijaksana</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2024 20:53 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/19/519/2957427/ganjar-ziarah-makam-bhatara-katong-hingga-kiai-ageng-besari-belajar-dari-sejarah-agar-kita-bijaksana-1rLySRrWxL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: Refi Sandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/19/519/2957427/ganjar-ziarah-makam-bhatara-katong-hingga-kiai-ageng-besari-belajar-dari-sejarah-agar-kita-bijaksana-1rLySRrWxL.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: Refi Sandi)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xOS80LzE3NjI4Mi81L3g4cmxjbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

PONOROGO - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyempatkan untuk berziarah ke makam Bhatara Katong dan Kiai Ageng Muhammad Besari bin Kiai Ageng Anom Besari saat safari politik ke Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Jumat (19/1/2024).

Ganjar mengatakan, ziarah yang dilakukannya di Ponorogo dapat dijadikan pelajaran untuk belajar dari perjalanan panjang sejarah masa lalu dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.

&quot;Ternyata sejarahnya panjang. Ya mudah-mudahan kita selalu bisa belajar dari masa lalu, dari sejarah agar kita bijaksana,&quot; ucap Ganjar.

BACA JUGA:
Ratusan Milenial Komunitas Basket Antusias Tunggu Kedatangan Alam Ganjar&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sebagai informasi, Bhatara Katong merupakan tokoh pendiri Kabupaten Ponorogo sekaligus adipati pertama. Bhatara Katong juga turut menyebarkan Islam di tanah Ponorogo kala itu.

Sementara, Kiai Ageng Muhammad Besari merupakan pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Tegalsari, salah satu Ponpes tertua di Indonesia yang berdiri tahun 1680.

Adapun tokoh yang tumbuh dari lingkup Kiai Ageng Besari seperti Pakubuwono II (Sultan Kartasura), Raden Ronggowarsito (Begawan Kasultanan Kartasura dan pujangga) dan H.O.S Cokroaminoto (Tokoh Pergerakan Nasional Raja Jawa tanpa Mahkota).

BACA JUGA:
Begini Upaya Ganjar Kembangkan Industri Kreatif di Indonesia


Kelak dari ketiga tokoh itulah yang menginspirasi Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno dalam memperjuangkan dan membangun NKRI. Sebelum itu, keilmuan Kiai Besari juga sampai pada pendiri kekuatan organisasi keagamaan Islam terbesar di dunia, yakni KH Hasyim Asy&amp;rsquo;ari (NU) dan KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), hingga Gus Dur (Presiden ke-4 Republik Indonesia).</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xOS80LzE3NjI4Mi81L3g4cmxjbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

PONOROGO - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyempatkan untuk berziarah ke makam Bhatara Katong dan Kiai Ageng Muhammad Besari bin Kiai Ageng Anom Besari saat safari politik ke Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Jumat (19/1/2024).

Ganjar mengatakan, ziarah yang dilakukannya di Ponorogo dapat dijadikan pelajaran untuk belajar dari perjalanan panjang sejarah masa lalu dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.

&quot;Ternyata sejarahnya panjang. Ya mudah-mudahan kita selalu bisa belajar dari masa lalu, dari sejarah agar kita bijaksana,&quot; ucap Ganjar.

BACA JUGA:
Ratusan Milenial Komunitas Basket Antusias Tunggu Kedatangan Alam Ganjar&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sebagai informasi, Bhatara Katong merupakan tokoh pendiri Kabupaten Ponorogo sekaligus adipati pertama. Bhatara Katong juga turut menyebarkan Islam di tanah Ponorogo kala itu.

Sementara, Kiai Ageng Muhammad Besari merupakan pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Tegalsari, salah satu Ponpes tertua di Indonesia yang berdiri tahun 1680.

Adapun tokoh yang tumbuh dari lingkup Kiai Ageng Besari seperti Pakubuwono II (Sultan Kartasura), Raden Ronggowarsito (Begawan Kasultanan Kartasura dan pujangga) dan H.O.S Cokroaminoto (Tokoh Pergerakan Nasional Raja Jawa tanpa Mahkota).

BACA JUGA:
Begini Upaya Ganjar Kembangkan Industri Kreatif di Indonesia


Kelak dari ketiga tokoh itulah yang menginspirasi Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno dalam memperjuangkan dan membangun NKRI. Sebelum itu, keilmuan Kiai Besari juga sampai pada pendiri kekuatan organisasi keagamaan Islam terbesar di dunia, yakni KH Hasyim Asy&amp;rsquo;ari (NU) dan KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), hingga Gus Dur (Presiden ke-4 Republik Indonesia).</content:encoded></item></channel></rss>
