<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragedi Pesta Halloween Itaewon, Kepala Polisi Seoul Didakwa Lalai Tewaskan 159 Orang</title><description>Ia dituduh gagal memastikan jumlah petugas yang cukup di Itaewon, pusat kota Seoul, pada 29 Oktober 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/20/18/2957693/tragedi-pesta-halloween-itaewon-kepala-polisi-seoul-didakwa-lalai-tewaskan-159-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/20/18/2957693/tragedi-pesta-halloween-itaewon-kepala-polisi-seoul-didakwa-lalai-tewaskan-159-orang"/><item><title>Tragedi Pesta Halloween Itaewon, Kepala Polisi Seoul Didakwa Lalai Tewaskan 159 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/20/18/2957693/tragedi-pesta-halloween-itaewon-kepala-polisi-seoul-didakwa-lalai-tewaskan-159-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/20/18/2957693/tragedi-pesta-halloween-itaewon-kepala-polisi-seoul-didakwa-lalai-tewaskan-159-orang</guid><pubDate>Sabtu 20 Januari 2024 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/20/18/2957693/tragedi-pesta-halloween-itaewon-kepala-polisi-seoul-didakwa-lalai-tewaskan-159-orang-QA5JyH2Tbh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Polisi Seoul didakwa lalai tewaskan 159 orang di tragedi pesta Halloween Itaewon (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/20/18/2957693/tragedi-pesta-halloween-itaewon-kepala-polisi-seoul-didakwa-lalai-tewaskan-159-orang-QA5JyH2Tbh.jpg</image><title>Kepala Polisi Seoul didakwa lalai tewaskan 159 orang di tragedi pesta Halloween Itaewon (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL &amp;ndash; Kepala polisi Seoul telah didakwa melakukan kelalaian di tragedi pesta Halloween di Itaewon yang menewaskan 159 anak muda di Korea Selatan (Korsel) lebih dari setahun lalu.
Menurut laporan media lokal, Kim Kwang-ho adalah pejabat polisi berpangkat tertinggi yang didakwa sehubungan dengan tragedi tersebut.

Ia dituduh gagal memastikan jumlah petugas yang cukup di Itaewon, pusat kota Seoul, pada 29 Oktober 2022. Lebih dari 100.000 orang berkumpul di daerah itu malam itu.


BACA JUGA:
Tak Ada Pejabat Tinggi yang Disalahkan, Laporan Penyelidikan Tragedi Halloween Itaewon Dikritik

Beberapa kerabat korban menyambut baik tuduhan tersebut, namun mengatakan bahwa hal itu seharusnya terjadi lebih awal dan meminta kepala polisi untuk segera mundur dan diadili.


BACA JUGA:
Mantan Kepala Polisi Seoul Jalani Persidangan Terkait Tragedi Haloween Itaewon

Kim, kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, sedang tidak bertugas dan berada di rumah pada tanggal 29 Oktober ketika tragedi itu terjadi.

Menurut pihak berwenang, sekitar 137 petugas telah dikerahkan di Itaewon malam itu.

Jumlah petugas jauh lebih sedikit dibandingkan dengan puluhan ribu orang, terutama kaum muda, yang berkumpul di gang-gang sempit di kawasan hiburan Itaewon.
Indikasi pertama ada sesuatu yang tidak beres pada 2022 muncul tepat setelah pukul 18:30 waktu setempat, beberapa jam sebelum peristiwa maut itu terjadi di sebuah gang di pinggir jalan utama.

Kebanyakan orang yang kehilangan nyawa malam itu berusia 20-an. Sebuah laporan yang dirilis pada Januari 2023 mengatakan pejabat kota dan layanan darurat setempat bertanggung jawab atas lemahnya perencanaan dan buruknya tanggap darurat.
Saat kejadian, ditemukan bahwa tidak ada tindakan pencegahan yang diambil sebelumnya, dan tindakan yang tepat tidak diambil setelah panggilan darurat untuk meminta bantuan diterima.



Para penyelidik juga mengatakan penilaian yang salah terhadap situasi tersebut menyebabkan keterlambatan penyampaian informasi dan kurangnya kerja sama antar organisasi.



Dalam sebuah pernyataan, sebuah kelompok yang mewakili keluarga orang-orang yang tewas dalam tragedi Itaewon mengatakan bahwa Kim sepenuhnya sadar akan bahaya yang menimpa masyarakat dan karena alasan yang tidak dapat dijelaskan, mengabaikan lokasi tragedi Itaewon.



Mereka menuduh Kim bertanggung jawab atas pelanggaran tugas khusus yang dia emban karena gagal menjalankan wewenangnya untuk mengerahkan polisi dan menyerukan agar dia dihukum berat.

</description><content:encoded>SEOUL &amp;ndash; Kepala polisi Seoul telah didakwa melakukan kelalaian di tragedi pesta Halloween di Itaewon yang menewaskan 159 anak muda di Korea Selatan (Korsel) lebih dari setahun lalu.
Menurut laporan media lokal, Kim Kwang-ho adalah pejabat polisi berpangkat tertinggi yang didakwa sehubungan dengan tragedi tersebut.

Ia dituduh gagal memastikan jumlah petugas yang cukup di Itaewon, pusat kota Seoul, pada 29 Oktober 2022. Lebih dari 100.000 orang berkumpul di daerah itu malam itu.


BACA JUGA:
Tak Ada Pejabat Tinggi yang Disalahkan, Laporan Penyelidikan Tragedi Halloween Itaewon Dikritik

Beberapa kerabat korban menyambut baik tuduhan tersebut, namun mengatakan bahwa hal itu seharusnya terjadi lebih awal dan meminta kepala polisi untuk segera mundur dan diadili.


BACA JUGA:
Mantan Kepala Polisi Seoul Jalani Persidangan Terkait Tragedi Haloween Itaewon

Kim, kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, sedang tidak bertugas dan berada di rumah pada tanggal 29 Oktober ketika tragedi itu terjadi.

Menurut pihak berwenang, sekitar 137 petugas telah dikerahkan di Itaewon malam itu.

Jumlah petugas jauh lebih sedikit dibandingkan dengan puluhan ribu orang, terutama kaum muda, yang berkumpul di gang-gang sempit di kawasan hiburan Itaewon.
Indikasi pertama ada sesuatu yang tidak beres pada 2022 muncul tepat setelah pukul 18:30 waktu setempat, beberapa jam sebelum peristiwa maut itu terjadi di sebuah gang di pinggir jalan utama.

Kebanyakan orang yang kehilangan nyawa malam itu berusia 20-an. Sebuah laporan yang dirilis pada Januari 2023 mengatakan pejabat kota dan layanan darurat setempat bertanggung jawab atas lemahnya perencanaan dan buruknya tanggap darurat.
Saat kejadian, ditemukan bahwa tidak ada tindakan pencegahan yang diambil sebelumnya, dan tindakan yang tepat tidak diambil setelah panggilan darurat untuk meminta bantuan diterima.



Para penyelidik juga mengatakan penilaian yang salah terhadap situasi tersebut menyebabkan keterlambatan penyampaian informasi dan kurangnya kerja sama antar organisasi.



Dalam sebuah pernyataan, sebuah kelompok yang mewakili keluarga orang-orang yang tewas dalam tragedi Itaewon mengatakan bahwa Kim sepenuhnya sadar akan bahaya yang menimpa masyarakat dan karena alasan yang tidak dapat dijelaskan, mengabaikan lokasi tragedi Itaewon.



Mereka menuduh Kim bertanggung jawab atas pelanggaran tugas khusus yang dia emban karena gagal menjalankan wewenangnya untuk mengerahkan polisi dan menyerukan agar dia dihukum berat.

</content:encoded></item></channel></rss>
