<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kacau, Jet Tempur Termahal Angkatan Udara AS Hancur Gara-Gara Senter</title><description>Senter itu menghancurkan mesin F-35A seharga USD14 juta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/21/18/2958223/kacau-jet-tempur-termahal-angkatan-udara-as-hancur-gara-gara-senter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/21/18/2958223/kacau-jet-tempur-termahal-angkatan-udara-as-hancur-gara-gara-senter"/><item><title>Kacau, Jet Tempur Termahal Angkatan Udara AS Hancur Gara-Gara Senter</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/21/18/2958223/kacau-jet-tempur-termahal-angkatan-udara-as-hancur-gara-gara-senter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/21/18/2958223/kacau-jet-tempur-termahal-angkatan-udara-as-hancur-gara-gara-senter</guid><pubDate>Minggu 21 Januari 2024 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/21/18/2958223/kacau-jet-tempur-termahal-angkatan-udara-as-hancur-gara-gara-senter-55P0YiM7Vv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jet Tempur F-35 Angkatan Laut AS. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/21/18/2958223/kacau-jet-tempur-termahal-angkatan-udara-as-hancur-gara-gara-senter-55P0YiM7Vv.jpg</image><title>Jet Tempur F-35 Angkatan Laut AS. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Salah satu mesin jet tempur F-35A Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang bernilai USD14 juta (sekira Rp218 miliar) hancur tahun lalu setelah seorang insinyur meninggalkan senter logam di dalam mesin tersebut, demikian ungkap penyelidikan militer oleh Badan Investigasi Kecelakaan Pesawat Angkatan Udara pekan ini.

BACA JUGA:
Puing-Puing Jet Militer F-35 yang Hilang Ditemukan Usai Pilot Melontarkan Diri ke Luar

Pesawat mahal itu, bagian dari Sayap Tempur ke-56 Angkatan Udara, sedang menjalani perawatan yang diperlukan di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Glendale, Arizona, ketika &amp;ldquo;kecelakaan&amp;rdquo; itu terjadi pada 15 Maret, menurut laporan yang diterbitkan Kamis, (18/1/2024).
Pekerja pemeliharaan di armada F-35 militer telah diperintahkan untuk memasang metering plug ke setiap saluran bahan bakar mesin pada Desember 2022 setelah &amp;ldquo;kecelakaan pada sistem bahan bakar&amp;rdquo; pada bulan itu. Mesin yang hancur di Pangkalan Luke dipasang pada &amp;ldquo;salah satu pesawat terakhir yang perlu diselesaikan,&amp;rdquo; kata penyelidikan tersebut.

BACA JUGA:
1 Juta Suku Cadang Jet Tempur F-35 Hilang, Pentagon Rugi Rp1,3 Triliun

Sebuah tim teknik yang terdiri dari tiga orang dari Unit Perawatan Pesawat ke-62, bagian dari Skuadron Perawatan Pesawat ke-56, melakukan pemasangan, melepas satu panel untuk memasukkan steker, dan menyalakan mesin untuk menguji kebocoran bahan bakar pada instalasi. Tidak ada alarm atau peringatan yang teramati selama 13 menit ketika jet tersebut diizinkan terbang, menurut laporan itu.


Hanya ketika mereka mematikannya barulah mereka menyadari ada sesuatu yang tidak beres, mendengar &amp;ldquo;suara dentang&amp;rdquo; dan menemukan &amp;ldquo;kerusakan signifikan.&amp;rdquo;
Salah satu insinyur kemudian &amp;ldquo;mengidentifikasi kerusakan pada bilah mesin,&amp;rdquo; catat penyelidikan tersebut. &amp;ldquo;Dia melaporkan kerusakan mesin kepada petugas pemeliharaan dan menyatakan, 'Saya yakin saya baru saja menelan senter.'&amp;rdquo;
Tidak ada manusia yang terluka akibat kesalahan para insinyur tersebut, meskipun kerugian akibat &amp;ldquo;kerusakan benda asing&amp;rdquo; diperkirakan mencapai hampir USD4 juta (sekira Rp62 miliar). Angkatan Udara dilaporkan memilih untuk membuang seluruh mesin senilai USD14 juta karena besarnya kerusakan.

BACA JUGA:
Kanada Beli 88 Jet Tempur Siluman F-35 Buatan AS Seharga Rp221 Triliun, Dikirim pada 2026

Para penyelidik menyimpulkan bahwa kesalahan terletak pada kegagalan para insinyur untuk mengikuti protokol, yang memerlukan &amp;ldquo;pemeriksaan alat&amp;rdquo; sebelum menguji mesin. Mereka juga lalai melampirkan semua barang yang dibutuhkan sesuai prosedur yang ditentukan.
Para pekerja tersebut dinyatakan negatif penggunaan obat-obatan dan alkohol dan laporan tersebut menyangkal bahwa &amp;ldquo;faktor gaya hidup adalah salah satu faktor penyebab kecelakaan tersebut,&amp;rdquo; dan menyalahkan prosedur resmi yang memungkinkan dua anggota kru pemeliharaan untuk percaya bahwa satu sama lain bertanggung jawab atas senter tersebut sebelum menguji mesin.

Para pejabat menolak untuk mengungkapkan apakah ada orang yang telah didisiplinkan karena kesalahan yang merugikan tersebut ketika ditanya oleh blog militer Task &amp;amp; Purpose pada Jumat, (19/1/2024).
F-35 adalah sistem persenjataan termahal yang pernah dibuat, menghabiskan biaya sekira USD1,6 triliun selama masa pengembangannya. Angkatan Udara mengakui pada 2021 &amp;ndash; hampir 20 tahun setelah pesawat bermasalah itu dibuat &amp;ndash; bahwa mereka gagal dalam hal keterjangkauan, dengan biaya terbang hampir USD36.000 per jam dibandingkan dengan F-16 yang seharusnya menggantikan USD22.000 per jam.</description><content:encoded>WASHINGTON - Salah satu mesin jet tempur F-35A Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang bernilai USD14 juta (sekira Rp218 miliar) hancur tahun lalu setelah seorang insinyur meninggalkan senter logam di dalam mesin tersebut, demikian ungkap penyelidikan militer oleh Badan Investigasi Kecelakaan Pesawat Angkatan Udara pekan ini.

BACA JUGA:
Puing-Puing Jet Militer F-35 yang Hilang Ditemukan Usai Pilot Melontarkan Diri ke Luar

Pesawat mahal itu, bagian dari Sayap Tempur ke-56 Angkatan Udara, sedang menjalani perawatan yang diperlukan di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Glendale, Arizona, ketika &amp;ldquo;kecelakaan&amp;rdquo; itu terjadi pada 15 Maret, menurut laporan yang diterbitkan Kamis, (18/1/2024).
Pekerja pemeliharaan di armada F-35 militer telah diperintahkan untuk memasang metering plug ke setiap saluran bahan bakar mesin pada Desember 2022 setelah &amp;ldquo;kecelakaan pada sistem bahan bakar&amp;rdquo; pada bulan itu. Mesin yang hancur di Pangkalan Luke dipasang pada &amp;ldquo;salah satu pesawat terakhir yang perlu diselesaikan,&amp;rdquo; kata penyelidikan tersebut.

BACA JUGA:
1 Juta Suku Cadang Jet Tempur F-35 Hilang, Pentagon Rugi Rp1,3 Triliun

Sebuah tim teknik yang terdiri dari tiga orang dari Unit Perawatan Pesawat ke-62, bagian dari Skuadron Perawatan Pesawat ke-56, melakukan pemasangan, melepas satu panel untuk memasukkan steker, dan menyalakan mesin untuk menguji kebocoran bahan bakar pada instalasi. Tidak ada alarm atau peringatan yang teramati selama 13 menit ketika jet tersebut diizinkan terbang, menurut laporan itu.


Hanya ketika mereka mematikannya barulah mereka menyadari ada sesuatu yang tidak beres, mendengar &amp;ldquo;suara dentang&amp;rdquo; dan menemukan &amp;ldquo;kerusakan signifikan.&amp;rdquo;
Salah satu insinyur kemudian &amp;ldquo;mengidentifikasi kerusakan pada bilah mesin,&amp;rdquo; catat penyelidikan tersebut. &amp;ldquo;Dia melaporkan kerusakan mesin kepada petugas pemeliharaan dan menyatakan, 'Saya yakin saya baru saja menelan senter.'&amp;rdquo;
Tidak ada manusia yang terluka akibat kesalahan para insinyur tersebut, meskipun kerugian akibat &amp;ldquo;kerusakan benda asing&amp;rdquo; diperkirakan mencapai hampir USD4 juta (sekira Rp62 miliar). Angkatan Udara dilaporkan memilih untuk membuang seluruh mesin senilai USD14 juta karena besarnya kerusakan.

BACA JUGA:
Kanada Beli 88 Jet Tempur Siluman F-35 Buatan AS Seharga Rp221 Triliun, Dikirim pada 2026

Para penyelidik menyimpulkan bahwa kesalahan terletak pada kegagalan para insinyur untuk mengikuti protokol, yang memerlukan &amp;ldquo;pemeriksaan alat&amp;rdquo; sebelum menguji mesin. Mereka juga lalai melampirkan semua barang yang dibutuhkan sesuai prosedur yang ditentukan.
Para pekerja tersebut dinyatakan negatif penggunaan obat-obatan dan alkohol dan laporan tersebut menyangkal bahwa &amp;ldquo;faktor gaya hidup adalah salah satu faktor penyebab kecelakaan tersebut,&amp;rdquo; dan menyalahkan prosedur resmi yang memungkinkan dua anggota kru pemeliharaan untuk percaya bahwa satu sama lain bertanggung jawab atas senter tersebut sebelum menguji mesin.

Para pejabat menolak untuk mengungkapkan apakah ada orang yang telah didisiplinkan karena kesalahan yang merugikan tersebut ketika ditanya oleh blog militer Task &amp;amp; Purpose pada Jumat, (19/1/2024).
F-35 adalah sistem persenjataan termahal yang pernah dibuat, menghabiskan biaya sekira USD1,6 triliun selama masa pengembangannya. Angkatan Udara mengakui pada 2021 &amp;ndash; hampir 20 tahun setelah pesawat bermasalah itu dibuat &amp;ndash; bahwa mereka gagal dalam hal keterjangkauan, dengan biaya terbang hampir USD36.000 per jam dibandingkan dengan F-16 yang seharusnya menggantikan USD22.000 per jam.</content:encoded></item></channel></rss>
