<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Beri Contoh Ketimpangan Penguasaan Tanah, Mahfud MD: Coba Lihat Bisnis Sawit</title><description>Mahfud MD mengungkapkan bahwa ketimpangan penguasaan tanah terjadi jika dilihat dari bisnis kelapa sawit yang sudah ada.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/21/337/2958267/beri-contoh-ketimpangan-penguasaan-tanah-mahfud-md-coba-lihat-bisnis-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/21/337/2958267/beri-contoh-ketimpangan-penguasaan-tanah-mahfud-md-coba-lihat-bisnis-sawit"/><item><title>   Beri Contoh Ketimpangan Penguasaan Tanah, Mahfud MD: Coba Lihat Bisnis Sawit</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/21/337/2958267/beri-contoh-ketimpangan-penguasaan-tanah-mahfud-md-coba-lihat-bisnis-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/21/337/2958267/beri-contoh-ketimpangan-penguasaan-tanah-mahfud-md-coba-lihat-bisnis-sawit</guid><pubDate>Minggu 21 Januari 2024 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/21/337/2958267/beri-contoh-ketimpangan-penguasaan-tanah-mahfud-md-coba-lihat-bisnis-sawit-M9ZAkzxlt5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/21/337/2958267/beri-contoh-ketimpangan-penguasaan-tanah-mahfud-md-coba-lihat-bisnis-sawit-M9ZAkzxlt5.jpg</image><title>Mahfud MD (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMS8xLzE3NjM3NS81L3g4cm5pbXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengungkapkan bahwa ketimpangan penguasaan tanah terjadi jika dilihat dari bisnis kelapa sawit yang sudah ada.
Mahfud menegaskan bisnis sawit yang hanya 39 hektar tersebut hanya segelintir, sementara petani yang ada sebanyak 17 juta orang hanya menguasai setengah hektar.
&quot;Jadi kalau melihat ketimpangan penguasaan tanah itu memang coba lihat bisnis sawit itu 39 hektar sementara hanya segelintir orang bisnis sawit,&quot; kata Mahfud dalam Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024) malam.
&quot;Sementara para petani kita sebanyak 17 juta orang itu kalau di rata-rata kan itu hanya menguasai setengah hektar,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Debat Pilpres 2024, Mahfud MD Kuliahi Gibran Rakabuming soal Reforma Agraria

Menurut Mahfud, itulah sebabnya sejak dulu ada reforma agraria yang ditugaskan kepada Presiden untuk segera dilakukan reforma agraria.
&quot;Reforma agraris itu ada dua satu ada tiga satu legalisasi yang kedua redistribusi lalu yang ketiga pengembalian klaim-klaim hak atas tanah,&quot; ungkap Mahfud.

BACA JUGA:
Mahfud MD Sebut 20 Ribu Orang Kalimantan Belum Punya KTP
Adapun Mahfud menyinggung belum ada sertipikat yang redistribusi karena yang ada baru legalisasi yang kemudian diberi sertipikat tanah.

&quot;Nah ini yang sekarang belum satupun ada sertifikat untuk redistribusi, yang ada itu baru legalisasi yaitu orang sudah punya lalu diberi sertifikatnya di situ, yang lain belum dapat redistribusi,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMS8xLzE3NjM3NS81L3g4cm5pbXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengungkapkan bahwa ketimpangan penguasaan tanah terjadi jika dilihat dari bisnis kelapa sawit yang sudah ada.
Mahfud menegaskan bisnis sawit yang hanya 39 hektar tersebut hanya segelintir, sementara petani yang ada sebanyak 17 juta orang hanya menguasai setengah hektar.
&quot;Jadi kalau melihat ketimpangan penguasaan tanah itu memang coba lihat bisnis sawit itu 39 hektar sementara hanya segelintir orang bisnis sawit,&quot; kata Mahfud dalam Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024) malam.
&quot;Sementara para petani kita sebanyak 17 juta orang itu kalau di rata-rata kan itu hanya menguasai setengah hektar,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Debat Pilpres 2024, Mahfud MD Kuliahi Gibran Rakabuming soal Reforma Agraria

Menurut Mahfud, itulah sebabnya sejak dulu ada reforma agraria yang ditugaskan kepada Presiden untuk segera dilakukan reforma agraria.
&quot;Reforma agraris itu ada dua satu ada tiga satu legalisasi yang kedua redistribusi lalu yang ketiga pengembalian klaim-klaim hak atas tanah,&quot; ungkap Mahfud.

BACA JUGA:
Mahfud MD Sebut 20 Ribu Orang Kalimantan Belum Punya KTP
Adapun Mahfud menyinggung belum ada sertipikat yang redistribusi karena yang ada baru legalisasi yang kemudian diberi sertipikat tanah.

&quot;Nah ini yang sekarang belum satupun ada sertifikat untuk redistribusi, yang ada itu baru legalisasi yaitu orang sudah punya lalu diberi sertifikatnya di situ, yang lain belum dapat redistribusi,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
