<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Banjir Rob Intai Utara Jakarta hingga 27 Januari</title><description>Peringatan dini potensi banjir rob akibat pasang surut air laut di utara Jakarta hingga 27 Januari 2024.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/22/338/2958486/waspada-banjir-rob-intai-utara-jakarta-hingga-27-januari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/22/338/2958486/waspada-banjir-rob-intai-utara-jakarta-hingga-27-januari"/><item><title>Waspada! Banjir Rob Intai Utara Jakarta hingga 27 Januari</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/22/338/2958486/waspada-banjir-rob-intai-utara-jakarta-hingga-27-januari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/22/338/2958486/waspada-banjir-rob-intai-utara-jakarta-hingga-27-januari</guid><pubDate>Senin 22 Januari 2024 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/22/338/2958486/waspada-banjir-rob-intai-utara-jakarta-hingga-27-januari-PMqrksX8uw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi banjir  (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/22/338/2958486/waspada-banjir-rob-intai-utara-jakarta-hingga-27-januari-PMqrksX8uw.jpg</image><title>Ilustrasi banjir  (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob akibat pasang surut air laut di utara Jakarta hingga 27 Januari 2024.

&amp;ldquo;Berdasarkan prediksi pasang surut terdapat peningkatan trend ketinggian pasang untuk wilayah Jakarta dengan ketinggian lebih dari 1.0 m pada tanggal 21 - 27 Januari 2024 di mana threshold banjir rob utara Jakarta di atas 1.0 m, bersamaan juga dengan fase bulan baru pada tanggal 11 Januari 2024,&amp;rdquo; ujar Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam keterangan resminya, dikutip Senin (22/1/2024).

BACA JUGA:
Puskesmas di Lebak Kebanjiran, Pasien Baru Melahirkan Dievakuasi


Guswanto mengatakan, untuk wilayah perairan utara Jakarta tidak ada potensi gelombang tinggi lebih dari 1.25 meter. &amp;ldquo;Potensi gelombang dengan tinggi 1.25 &amp;ndash; 2.5 meter terpantau di Laut Jawa bagian barat, sebagian Perairan Kep. Seribu, Perairan utara Jawa Barat,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara itu, Guswanto juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah khurunya Jawa akibat menguatnya aktivitas Monsun Asia yang disertai potensi seruakan dingin sehingga dapat menyebabkan adanya peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan sebelah selatan ekuator.

BACA JUGA:
Gibran Dinilai Bela Korporasi Dibandingkan 21 Korban Tewas Ledakan Smelter saat Debat


Kemudian, kata Guswanto, aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah turut memicu potensi peningkatan awan hujan.

&amp;ldquo;Terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Laut Jawa dan Pulau Jawa bagian barat hingga bagian tengah yang disebabkan oleh adanya sistem tekanan rendah di sekitar Australia dan di Samudra Pasifik tenggara Papua,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob akibat pasang surut air laut di utara Jakarta hingga 27 Januari 2024.

&amp;ldquo;Berdasarkan prediksi pasang surut terdapat peningkatan trend ketinggian pasang untuk wilayah Jakarta dengan ketinggian lebih dari 1.0 m pada tanggal 21 - 27 Januari 2024 di mana threshold banjir rob utara Jakarta di atas 1.0 m, bersamaan juga dengan fase bulan baru pada tanggal 11 Januari 2024,&amp;rdquo; ujar Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam keterangan resminya, dikutip Senin (22/1/2024).

BACA JUGA:
Puskesmas di Lebak Kebanjiran, Pasien Baru Melahirkan Dievakuasi


Guswanto mengatakan, untuk wilayah perairan utara Jakarta tidak ada potensi gelombang tinggi lebih dari 1.25 meter. &amp;ldquo;Potensi gelombang dengan tinggi 1.25 &amp;ndash; 2.5 meter terpantau di Laut Jawa bagian barat, sebagian Perairan Kep. Seribu, Perairan utara Jawa Barat,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara itu, Guswanto juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah khurunya Jawa akibat menguatnya aktivitas Monsun Asia yang disertai potensi seruakan dingin sehingga dapat menyebabkan adanya peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan sebelah selatan ekuator.

BACA JUGA:
Gibran Dinilai Bela Korporasi Dibandingkan 21 Korban Tewas Ledakan Smelter saat Debat


Kemudian, kata Guswanto, aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah turut memicu potensi peningkatan awan hujan.

&amp;ldquo;Terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Laut Jawa dan Pulau Jawa bagian barat hingga bagian tengah yang disebabkan oleh adanya sistem tekanan rendah di sekitar Australia dan di Samudra Pasifik tenggara Papua,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
