<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kabupaten Kolaka Sulteng Dilanda Banjir, BNPB: 1.263 Rumah Terendam   </title><description>Banjir melanda Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara akibat hujan dengan intensitas tinggi&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/23/340/2959304/kabupaten-kolaka-sulteng-dilanda-banjir-bnpb-1-263-rumah-terendam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/23/340/2959304/kabupaten-kolaka-sulteng-dilanda-banjir-bnpb-1-263-rumah-terendam"/><item><title> Kabupaten Kolaka Sulteng Dilanda Banjir, BNPB: 1.263 Rumah Terendam   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/23/340/2959304/kabupaten-kolaka-sulteng-dilanda-banjir-bnpb-1-263-rumah-terendam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/23/340/2959304/kabupaten-kolaka-sulteng-dilanda-banjir-bnpb-1-263-rumah-terendam</guid><pubDate>Selasa 23 Januari 2024 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/23/340/2959304/kabupaten-kolaka-sulteng-dilanda-banjir-bnpb-1-263-rumah-terendam-fn7o2SfJ4G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Kolaka Sulteng (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/23/340/2959304/kabupaten-kolaka-sulteng-dilanda-banjir-bnpb-1-263-rumah-terendam-fn7o2SfJ4G.jpg</image><title>Banjir di Kolaka Sulteng (foto: dok ist)</title></images><description>
JAKARTA - Banjir melanda Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai air pasang laut mengakibatkan meluapnya aliran sungai Ulu Wolo dan jebolnya tanggul penahan air, Sabtu (20/01) Pukul 16.30 WITA.



Wilayah yang saat ini terdampak banjir meliputi Kelurahan Watuliandu, Kelurahan Lamokato di Kecamatan Kolaka, Kelurahan Sakuli, Kelurahan Mangolo, Kelurahan Latambaga, Kelurahan Ulunggolaka, Kelurahan Induha di Kecamatan Latambaga. Desa Konaweha, Desa Ulu Konaweha, Desa Latuwo, Desa Tamboli, Desa Amamotu di Kecamatan Samaturu. Kelurahan Ulu Wolo, Kelurahan Wolo di Kecamatan Wolo. Desa Tamborasi di Kecamatan Iwoimendaa.

BACA JUGA:
Banjir Terjang Halmahera Selatan, BNPB: 477 Jiwa Terdampak, Satu Meninggal

Informasi yang didapatkan dari laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir setinggi 50 hingga 300 cm merendam 1.263 unit rumah (1.263 KK), 3 unit masjid, 50 Ha sawah, dan 30 Ha perkebunan terendam air.



Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kolaka, Akbar melalui sambungan telepon pada (23/01) menjelaskan, BPBD telah melakukan penanganan banjir dengan penyelamatan dan evakuasi korban banjir,  mendirikan tenda untuk posko, menyiapkan dapur umum bersama dinas terkait, dan membantu pembersihan pada rumah terdampak banjir.



&amp;ldquo;Mempercepat penanganan banjir kami melakukan pendataan jumlah korban terdampak banjir, pendataan kerugian korban bencana, menyiapkan dan menyalurkan air bersih. Kendala penanggulangan bencana banjir terkait minimnya anggaran penguatan infrastruktur. Kondisi terkini banjir berangsur surut,&amp;ldquo; ujar Akbar.

BACA JUGA:
Banjir di Kecamatan Pinggir Tak Kunjung Surut, Polisi Cek Kondisi Warga dan TPS Terdampak

Kajian dari Inarisk kabupaten Kolaka memiliki risiko bencana banjir dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Wilayah risiko terdampak banjir sebanyak 12 kecamatan dan luas wilayah rawan banjir 20.714 Ha.



Mengantisipasi terjadinya bencana banjir, BNPB menghimbau optimalkan pengelolaan tata air terintegrasi hulu hingga hilir, dilakukan dengan penebalan dan penguatan tanggul, normalisasi sungai, dan/atau sodetan sungai. Selain itu adanya warning system berbasis komunitas  diharapkan dapat membantu memberikan informasi kenaikan air sehingga antisipasi lebih dini dapat dilakukan.</description><content:encoded>
JAKARTA - Banjir melanda Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai air pasang laut mengakibatkan meluapnya aliran sungai Ulu Wolo dan jebolnya tanggul penahan air, Sabtu (20/01) Pukul 16.30 WITA.



Wilayah yang saat ini terdampak banjir meliputi Kelurahan Watuliandu, Kelurahan Lamokato di Kecamatan Kolaka, Kelurahan Sakuli, Kelurahan Mangolo, Kelurahan Latambaga, Kelurahan Ulunggolaka, Kelurahan Induha di Kecamatan Latambaga. Desa Konaweha, Desa Ulu Konaweha, Desa Latuwo, Desa Tamboli, Desa Amamotu di Kecamatan Samaturu. Kelurahan Ulu Wolo, Kelurahan Wolo di Kecamatan Wolo. Desa Tamborasi di Kecamatan Iwoimendaa.

BACA JUGA:
Banjir Terjang Halmahera Selatan, BNPB: 477 Jiwa Terdampak, Satu Meninggal

Informasi yang didapatkan dari laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir setinggi 50 hingga 300 cm merendam 1.263 unit rumah (1.263 KK), 3 unit masjid, 50 Ha sawah, dan 30 Ha perkebunan terendam air.



Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kolaka, Akbar melalui sambungan telepon pada (23/01) menjelaskan, BPBD telah melakukan penanganan banjir dengan penyelamatan dan evakuasi korban banjir,  mendirikan tenda untuk posko, menyiapkan dapur umum bersama dinas terkait, dan membantu pembersihan pada rumah terdampak banjir.



&amp;ldquo;Mempercepat penanganan banjir kami melakukan pendataan jumlah korban terdampak banjir, pendataan kerugian korban bencana, menyiapkan dan menyalurkan air bersih. Kendala penanggulangan bencana banjir terkait minimnya anggaran penguatan infrastruktur. Kondisi terkini banjir berangsur surut,&amp;ldquo; ujar Akbar.

BACA JUGA:
Banjir di Kecamatan Pinggir Tak Kunjung Surut, Polisi Cek Kondisi Warga dan TPS Terdampak

Kajian dari Inarisk kabupaten Kolaka memiliki risiko bencana banjir dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Wilayah risiko terdampak banjir sebanyak 12 kecamatan dan luas wilayah rawan banjir 20.714 Ha.



Mengantisipasi terjadinya bencana banjir, BNPB menghimbau optimalkan pengelolaan tata air terintegrasi hulu hingga hilir, dilakukan dengan penebalan dan penguatan tanggul, normalisasi sungai, dan/atau sodetan sungai. Selain itu adanya warning system berbasis komunitas  diharapkan dapat membantu memberikan informasi kenaikan air sehingga antisipasi lebih dini dapat dilakukan.</content:encoded></item></channel></rss>
