<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sadis! Ibu di Surabaya Aniaya Anak, Cabut Gigi Pakai Tang hingga Disiram Air Mendidih</title><description>Seorang ibu di Surabaya, Jawa Timur tega menganiaya anak kandungnya di luar batas perikemanusiaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/23/519/2958951/sadis-ibu-di-surabaya-aniaya-anak-cabut-gigi-pakai-tang-hingga-disiram-air-mendidih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/23/519/2958951/sadis-ibu-di-surabaya-aniaya-anak-cabut-gigi-pakai-tang-hingga-disiram-air-mendidih"/><item><title>Sadis! Ibu di Surabaya Aniaya Anak, Cabut Gigi Pakai Tang hingga Disiram Air Mendidih</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/23/519/2958951/sadis-ibu-di-surabaya-aniaya-anak-cabut-gigi-pakai-tang-hingga-disiram-air-mendidih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/23/519/2958951/sadis-ibu-di-surabaya-aniaya-anak-cabut-gigi-pakai-tang-hingga-disiram-air-mendidih</guid><pubDate>Selasa 23 Januari 2024 06:26 WIB</pubDate><dc:creator>Sony Hermawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/23/519/2958951/sadis-ibu-di-surabaya-aniaya-anak-cabut-gigi-pakai-tang-hingga-disiram-air-mendidih-4Oqtrl5Ng5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku penganiayaan terhadap anak di Surabaya, Jawa Timur (Foto: Sony Hermawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/23/519/2958951/sadis-ibu-di-surabaya-aniaya-anak-cabut-gigi-pakai-tang-hingga-disiram-air-mendidih-4Oqtrl5Ng5.jpg</image><title>Pelaku penganiayaan terhadap anak di Surabaya, Jawa Timur (Foto: Sony Hermawan)</title></images><description>SURABAYA - Seorang ibu di Surabaya, Jawa Timur tega menganiaya anak kandungnya di luar batas perikemanusiaan. Siksaan sadis yang dilakukan pelaku terhadap buah hatinya berupa cabut gigi pakai tang, disuruh minum air panas hingga disiram air mendidih.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, perlakuan tidak manusiawi itu dilakukan ibu inisial AC (26) terhadap anak kandungnya inisial GE (9) sejak korban berusia 7 tahun.

BACA JUGA:
Diduga Gegara Cemburu, Wanita Cantik di Lampung Lakukan Penganiayaan

Berdalih mendidik putri dengan keras, ibu ini tega melakukan kekerasan seperti menyiram tubuh korban dengan air mendidih, memaksa korban meminum air panas hingga mencabut gigi korban dengan tang apabila korban bertindak salah.
Akibat perlakuan yang tidak manusiawi ini menimbulkan bekas luka di lidah dan punggung korban.

BACA JUGA:
Kasus Penganiayaan Oknum TNI pada Relawan Ganjar-Mahfud, 18 Saksi Diperiksa

Dinas Sosial Kota Surabaya juga sempat menjemput paksa korban. Selang beberapa waktu, korban dijemput ibunya kembali, namun kekerasan ibu terhadap anak kandung ini kembali terjadi.Sementara itu, AC, ibu kandung korban berdalih tindakkan ini dilakukan agar anaknya tidak nakal dan melakukan kesalahan. Tindakan tersangka didasari emosi karena korban sulit diatur.&amp;nbsp;
Kini, untuk tindakan pemulihan psikologi, korban dirawat di Dinas Sosial Kota Surabaya, serta dilakukan pendampingan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya.</description><content:encoded>SURABAYA - Seorang ibu di Surabaya, Jawa Timur tega menganiaya anak kandungnya di luar batas perikemanusiaan. Siksaan sadis yang dilakukan pelaku terhadap buah hatinya berupa cabut gigi pakai tang, disuruh minum air panas hingga disiram air mendidih.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, perlakuan tidak manusiawi itu dilakukan ibu inisial AC (26) terhadap anak kandungnya inisial GE (9) sejak korban berusia 7 tahun.

BACA JUGA:
Diduga Gegara Cemburu, Wanita Cantik di Lampung Lakukan Penganiayaan

Berdalih mendidik putri dengan keras, ibu ini tega melakukan kekerasan seperti menyiram tubuh korban dengan air mendidih, memaksa korban meminum air panas hingga mencabut gigi korban dengan tang apabila korban bertindak salah.
Akibat perlakuan yang tidak manusiawi ini menimbulkan bekas luka di lidah dan punggung korban.

BACA JUGA:
Kasus Penganiayaan Oknum TNI pada Relawan Ganjar-Mahfud, 18 Saksi Diperiksa

Dinas Sosial Kota Surabaya juga sempat menjemput paksa korban. Selang beberapa waktu, korban dijemput ibunya kembali, namun kekerasan ibu terhadap anak kandung ini kembali terjadi.Sementara itu, AC, ibu kandung korban berdalih tindakkan ini dilakukan agar anaknya tidak nakal dan melakukan kesalahan. Tindakan tersangka didasari emosi karena korban sulit diatur.&amp;nbsp;
Kini, untuk tindakan pemulihan psikologi, korban dirawat di Dinas Sosial Kota Surabaya, serta dilakukan pendampingan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya.</content:encoded></item></channel></rss>
