<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Konspirasi Arab Saudi dan Inggris untuk Bisa Lepas dari Khalifah Turki Utsmani</title><description>Turki Utsmani adalah negara Islam yang pernah mendominasi peradaban dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/24/18/2959860/sejarah-konspirasi-arab-saudi-dan-inggris-untuk-bisa-lepas-dari-khalifah-turki-utsmani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/24/18/2959860/sejarah-konspirasi-arab-saudi-dan-inggris-untuk-bisa-lepas-dari-khalifah-turki-utsmani"/><item><title>Sejarah Konspirasi Arab Saudi dan Inggris untuk Bisa Lepas dari Khalifah Turki Utsmani</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/24/18/2959860/sejarah-konspirasi-arab-saudi-dan-inggris-untuk-bisa-lepas-dari-khalifah-turki-utsmani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/24/18/2959860/sejarah-konspirasi-arab-saudi-dan-inggris-untuk-bisa-lepas-dari-khalifah-turki-utsmani</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2024 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Regina Sekar Arum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/24/18/2959860/sejarah-konspirasi-arab-saudi-dan-inggris-untuk-bisa-lepas-dari-khalifah-turki-utsmani-QdQxwTgj46.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejarah konspirasi Arab Saudi dan Inggris untuk bisa lepas dari Khalifah Turki Utsmani (Foto: Ilustrasi/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/24/18/2959860/sejarah-konspirasi-arab-saudi-dan-inggris-untuk-bisa-lepas-dari-khalifah-turki-utsmani-QdQxwTgj46.jpg</image><title>Sejarah konspirasi Arab Saudi dan Inggris untuk bisa lepas dari Khalifah Turki Utsmani (Foto: Ilustrasi/Reuters)</title></images><description>
ARAB SAUDI - Pada akhir perang dunia pertama tahun 1914 hingga 1918, kekuasaan kerajaan Eropa mulai melemahkan kekuasaan Turki Utsmani baik di Benua Asia maupun di Eropa.

Turki Utsmani adalah negara Islam yang pernah mendominasi peradaban dunia. Turki Utsmani menguasai Eropa, Afrika, dan Timur Tengah pada masa keemasannya. Namun, hal itu berubah setelah Renaisans dan Revolusi Industri di Eropa.

Situasi di kota Turki semakin mencekam dan Sultan tidak bisa berbuat apa-apa. Disaat situasi itu, munculah seorang reformis yang mengedepankan nasionalisme, yaitu Mustafa Kemal Pasha yang disebut sebagai bapak Turki sekaligus sang penakluk yang berhasil mengusir bangsa asing dari wilayah Turki.


BACA JUGA:
Kisah 600 Pesawat AS Jatuh di Himalaya Selama Perang Dunia II

Mustafa Kemal Pasha atau kemudian menjadi Mustafa Kemal Ataturk menjadi terkenal, setelah kemenangan atas Ottoman pada Perang Dunia Pertama pada Pertempuran Gallipoli (1915).


BACA JUGA:
Israel Penerima Bantuan Terbesar AS Sejak Perang Dunia II, Capai Rp487 Triliun per Tahun

Dia kemudian menggulingkan dan menggantikan Kekhalifahan Islam pada tahun 1924. Pemerintah Turki yang sekuler mengadopsi semua metode sekuler dalam masalah sosial, ekonomi dan politik dengan mengorbankan hukum Islam, yang telah berlaku di Turki sejak berdirinya Kekhalifahan Utsmani.

Dia dikenal sebagai pendukung Inggris, membenci Jerman dan menentang gagasan Islam.  Hal ini tidak lepas dari keikutsertaannya dalam kelompok rahasia perwira yang menginginkan reformasi bernama Vatan ve Hurriyet atau Tanah Air dan Kemerdekaan.

Profesor Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi mengatakan dalam bukunya &quot;The Rise and Fall of the Ottoman Caliphate&quot; bahwa Mustafa Kemal Atat&amp;uuml;rk hanyalah boneka. &amp;ldquo;Proyek boneka ini jauh lebih baik dibandingkan ratusan proyek lainnya untuk memecah-belah Turki dan menghancurkan Islam,&amp;rdquo; katanya dalam buku tersebut.

Skenario global untuk mengakhiri pemerintahan Turki Utsmani memerlukan lahirnya seorang pahlawan boneka yang dapat digunakan oleh sekutu dan mengikat keinginan umat Muslim yang putus asa.

Proyek boneka ini jauh lebih baik dibandingkan ratusan proyek lainnya untuk menghancurkan Turki dan menghancurkan Islam. Penciptaan boneka pahlawan ini dilakukan oleh dinas intelijen Inggris dengan keberhasilan yang luar biasa.
Pasukan sekutu mulai membuat berbagai masalah dan meminta sultan untuk meredamnya. Mereka mengusulkan agar nama Mustafa Kemal dihapuskan agar ia menjadi pusat harapan masyarakat dan rasa hormat para perwira militer. &amp;ldquo;Dengan demikian posisi Mustafa Kemal semakin terlihat dan kharismanya semakin menguat.



Di saat yang sama, nama khalifah semakin menarik perhatian masyarakat. Tidak mudah mengikuti permainan Inggris ini&amp;rdquo;, kata Ash-Shalabi. Intelijen Inggris berhasil menemukan &quot;impiannya&quot; yang sudah lama diinginkan Mustafa Kemal.



Hubungan antara intelijen Inggris dan Mustafa Kemal diatur melalui seorang agen intelijen bernama Armstrong, yang memiliki hubungan dekat dengan Mustafa selama berada di Palestina dan Suriah. Mustafa Kemal adalah komandan militer Ottoman di sana pada saat itu.



Di tangan Mustafa Kemal Pasha atau Mustafa Kemal Ataturk, obor kekhalifahan padam. Kekhalifahan yang mereka impikan selama berabad-abad adalah simbol persatuan dan keberlangsungan hidup mereka.



Mustafa Kemal melaksanakan semua rencana tertulis yang dibuatnya dengan kekuatan Barat. Ketika Perjanjian Lausanne mewajibkan Turki untuk menerima syarat-syarat serangkaian perjanjian yang dikenal sebagai Empat Syarat, Karzun merujuk pada ketua delegasi Inggris pada pertemuan tersebut.



Syarat tersebut berisikan pemutusan semua hal yang berhubungan dengan Islam dari Turki, penghapusan khalifah Islam untuk selama-lamanya, mengeluarkan khalifah dan para pendukung khilafah serta Islam dari negeri Turki serta mengambil harta khalifah, dan yang terakhir memberlakukan undang-undang sipil sebagai pengganti dari undang-undang Turki yang lama.</description><content:encoded>
ARAB SAUDI - Pada akhir perang dunia pertama tahun 1914 hingga 1918, kekuasaan kerajaan Eropa mulai melemahkan kekuasaan Turki Utsmani baik di Benua Asia maupun di Eropa.

Turki Utsmani adalah negara Islam yang pernah mendominasi peradaban dunia. Turki Utsmani menguasai Eropa, Afrika, dan Timur Tengah pada masa keemasannya. Namun, hal itu berubah setelah Renaisans dan Revolusi Industri di Eropa.

Situasi di kota Turki semakin mencekam dan Sultan tidak bisa berbuat apa-apa. Disaat situasi itu, munculah seorang reformis yang mengedepankan nasionalisme, yaitu Mustafa Kemal Pasha yang disebut sebagai bapak Turki sekaligus sang penakluk yang berhasil mengusir bangsa asing dari wilayah Turki.


BACA JUGA:
Kisah 600 Pesawat AS Jatuh di Himalaya Selama Perang Dunia II

Mustafa Kemal Pasha atau kemudian menjadi Mustafa Kemal Ataturk menjadi terkenal, setelah kemenangan atas Ottoman pada Perang Dunia Pertama pada Pertempuran Gallipoli (1915).


BACA JUGA:
Israel Penerima Bantuan Terbesar AS Sejak Perang Dunia II, Capai Rp487 Triliun per Tahun

Dia kemudian menggulingkan dan menggantikan Kekhalifahan Islam pada tahun 1924. Pemerintah Turki yang sekuler mengadopsi semua metode sekuler dalam masalah sosial, ekonomi dan politik dengan mengorbankan hukum Islam, yang telah berlaku di Turki sejak berdirinya Kekhalifahan Utsmani.

Dia dikenal sebagai pendukung Inggris, membenci Jerman dan menentang gagasan Islam.  Hal ini tidak lepas dari keikutsertaannya dalam kelompok rahasia perwira yang menginginkan reformasi bernama Vatan ve Hurriyet atau Tanah Air dan Kemerdekaan.

Profesor Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi mengatakan dalam bukunya &quot;The Rise and Fall of the Ottoman Caliphate&quot; bahwa Mustafa Kemal Atat&amp;uuml;rk hanyalah boneka. &amp;ldquo;Proyek boneka ini jauh lebih baik dibandingkan ratusan proyek lainnya untuk memecah-belah Turki dan menghancurkan Islam,&amp;rdquo; katanya dalam buku tersebut.

Skenario global untuk mengakhiri pemerintahan Turki Utsmani memerlukan lahirnya seorang pahlawan boneka yang dapat digunakan oleh sekutu dan mengikat keinginan umat Muslim yang putus asa.

Proyek boneka ini jauh lebih baik dibandingkan ratusan proyek lainnya untuk menghancurkan Turki dan menghancurkan Islam. Penciptaan boneka pahlawan ini dilakukan oleh dinas intelijen Inggris dengan keberhasilan yang luar biasa.
Pasukan sekutu mulai membuat berbagai masalah dan meminta sultan untuk meredamnya. Mereka mengusulkan agar nama Mustafa Kemal dihapuskan agar ia menjadi pusat harapan masyarakat dan rasa hormat para perwira militer. &amp;ldquo;Dengan demikian posisi Mustafa Kemal semakin terlihat dan kharismanya semakin menguat.



Di saat yang sama, nama khalifah semakin menarik perhatian masyarakat. Tidak mudah mengikuti permainan Inggris ini&amp;rdquo;, kata Ash-Shalabi. Intelijen Inggris berhasil menemukan &quot;impiannya&quot; yang sudah lama diinginkan Mustafa Kemal.



Hubungan antara intelijen Inggris dan Mustafa Kemal diatur melalui seorang agen intelijen bernama Armstrong, yang memiliki hubungan dekat dengan Mustafa selama berada di Palestina dan Suriah. Mustafa Kemal adalah komandan militer Ottoman di sana pada saat itu.



Di tangan Mustafa Kemal Pasha atau Mustafa Kemal Ataturk, obor kekhalifahan padam. Kekhalifahan yang mereka impikan selama berabad-abad adalah simbol persatuan dan keberlangsungan hidup mereka.



Mustafa Kemal melaksanakan semua rencana tertulis yang dibuatnya dengan kekuatan Barat. Ketika Perjanjian Lausanne mewajibkan Turki untuk menerima syarat-syarat serangkaian perjanjian yang dikenal sebagai Empat Syarat, Karzun merujuk pada ketua delegasi Inggris pada pertemuan tersebut.



Syarat tersebut berisikan pemutusan semua hal yang berhubungan dengan Islam dari Turki, penghapusan khalifah Islam untuk selama-lamanya, mengeluarkan khalifah dan para pendukung khilafah serta Islam dari negeri Turki serta mengambil harta khalifah, dan yang terakhir memberlakukan undang-undang sipil sebagai pengganti dari undang-undang Turki yang lama.</content:encoded></item></channel></rss>
