<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Dinilai Tak Sopan saat Debat Cawapres, Jokowi: Saya Enggak Mau Menilai</title><description>Ini komentar Jokowi terkait sikap Gibran dalam Debat Cawapres 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959607/gibran-dinilai-tak-sopan-saat-debat-cawapres-jokowi-saya-enggak-mau-menilai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959607/gibran-dinilai-tak-sopan-saat-debat-cawapres-jokowi-saya-enggak-mau-menilai"/><item><title>Gibran Dinilai Tak Sopan saat Debat Cawapres, Jokowi: Saya Enggak Mau Menilai</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959607/gibran-dinilai-tak-sopan-saat-debat-cawapres-jokowi-saya-enggak-mau-menilai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959607/gibran-dinilai-tak-sopan-saat-debat-cawapres-jokowi-saya-enggak-mau-menilai</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2024 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/24/337/2959607/gibran-dinilai-tak-sopan-saat-debat-cawapres-jokowi-saya-enggak-mau-menilai-87BclkUBQ9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Raka Dwi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/24/337/2959607/gibran-dinilai-tak-sopan-saat-debat-cawapres-jokowi-saya-enggak-mau-menilai-87BclkUBQ9.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Raka Dwi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMi8xLzE3NjQyNC81L3g4cm9vZmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi perihal Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang dianggap tidak beretika dalam debat keempat Pilpres beberapa waktu lalu.

&quot;Saya gamau menilai lagi. Menilai-nilai nanti jadi debat yang kedua lagi,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mahfud MD Bakal Mengundurkan Diri dari Menko Polhukam, Jokowi: Itu Hak dan Saya Sangat Menghargai

Diketahui, Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka mendapat sorotan negatif dalam debat keeempat Pilpres 2024 yang digelar KPU di Plenary Hall, Jakarta Conventional Center (JCC), Senayan, Minggu (21/1/2024) malam. Gestur dan ucapan Gibran dinilai tidak menghargai kandidat lainnya, Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar.

Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid menilai panggung debat capres-cawapres adalah sebuah ajang bagi masyarakat untuk melihat apa isi kepala calon pemimpin Indonesia. Yenny menyayangkan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat melakukan gimik membuat suasana debat menjadi rusak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi: Presiden Boleh Kampanye dan Memihak

&quot;Berkaitan dengan kebijakan berkaitan dengan regulasi, berkaitan dengan apa yang akan mereka usung menjadi prioritas kebijakan ketika nanti menjabat sebagai presiden dan wakil presiden,&quot; kata Yenny saat ditemui di JCC usai debat keempat Pilpres 2024, Minggu (21/1/2024 malam.&quot;Nah agak sedikit disayangkan bahwa kemudian suasana menjadi segitu rusak ketika ada persoalan cara menyampaikan debat yang tidak sesuai dengan norma kesopanan di Indonesia. Jadi ada penilaian seolah-olah, ada paslon tertentu yang berupaya untuk meremehkan paslon lainnya menurut saya kita membutuhkan debat yang bermartabat debat yang menggali substansi,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMi8xLzE3NjQyNC81L3g4cm9vZmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi perihal Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang dianggap tidak beretika dalam debat keempat Pilpres beberapa waktu lalu.

&quot;Saya gamau menilai lagi. Menilai-nilai nanti jadi debat yang kedua lagi,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mahfud MD Bakal Mengundurkan Diri dari Menko Polhukam, Jokowi: Itu Hak dan Saya Sangat Menghargai

Diketahui, Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka mendapat sorotan negatif dalam debat keeempat Pilpres 2024 yang digelar KPU di Plenary Hall, Jakarta Conventional Center (JCC), Senayan, Minggu (21/1/2024) malam. Gestur dan ucapan Gibran dinilai tidak menghargai kandidat lainnya, Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar.

Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid menilai panggung debat capres-cawapres adalah sebuah ajang bagi masyarakat untuk melihat apa isi kepala calon pemimpin Indonesia. Yenny menyayangkan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat melakukan gimik membuat suasana debat menjadi rusak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi: Presiden Boleh Kampanye dan Memihak

&quot;Berkaitan dengan kebijakan berkaitan dengan regulasi, berkaitan dengan apa yang akan mereka usung menjadi prioritas kebijakan ketika nanti menjabat sebagai presiden dan wakil presiden,&quot; kata Yenny saat ditemui di JCC usai debat keempat Pilpres 2024, Minggu (21/1/2024 malam.&quot;Nah agak sedikit disayangkan bahwa kemudian suasana menjadi segitu rusak ketika ada persoalan cara menyampaikan debat yang tidak sesuai dengan norma kesopanan di Indonesia. Jadi ada penilaian seolah-olah, ada paslon tertentu yang berupaya untuk meremehkan paslon lainnya menurut saya kita membutuhkan debat yang bermartabat debat yang menggali substansi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
