<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jokowi Sebut Presiden Boleh Memihak, Mahfud MD: Ya Enggak Apa-Apa</title><description>&quot;Nanti tanya ke biro hukum Sekretaris Negara aja,&quot; sambungnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959829/jokowi-sebut-presiden-boleh-memihak-mahfud-md-ya-enggak-apa-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959829/jokowi-sebut-presiden-boleh-memihak-mahfud-md-ya-enggak-apa-apa"/><item><title>   Jokowi Sebut Presiden Boleh Memihak, Mahfud MD: Ya Enggak Apa-Apa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959829/jokowi-sebut-presiden-boleh-memihak-mahfud-md-ya-enggak-apa-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959829/jokowi-sebut-presiden-boleh-memihak-mahfud-md-ya-enggak-apa-apa</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2024 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/24/337/2959829/jokowi-sebut-presiden-boleh-memihak-mahfud-md-ya-enggak-apa-apa-QcQyh8yNaG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/24/337/2959829/jokowi-sebut-presiden-boleh-memihak-mahfud-md-ya-enggak-apa-apa-QcQyh8yNaG.jpg</image><title>Mahfud MD (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNC8xLzE3NjQ4Mi81L3g4cnFuMGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal seorang Kepala Negara boleh berkampanye maupun memihak untuk memberikan dukungan politik.
Dia menyebut itu adalah hak seorang kepala negara. &quot;Ya enggak apa-apa kalau Presiden mengatakan begitu, silakan aja. Enggak mau ikut atau enggak, itu kan terserah,&quot; kata Mahfud di Pondok Pesantren An- Nur, Bantul, Yogyakarta, Rabu (24/1/2024).
Perihal aturan apakah kepala negara boleh melakukan kegiatan tersebut, Mahfud menyarankan agar hal tersebut ditanyakan langsung ke pihak yang memiliki wewenang.
&quot;Nanti tanya ke biro hukum Sekretaris Negara aja,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Pernyataan Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye Perkeruh dan Buat Gaduh Pilpres 2024

Sebelumnya, pernyataan Jokowi tersebut perihal adanya menteri kabinet yang tidak ada hubungannya dengan politik tapi ikut serta menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres.
&quot;Ya ini kan hak demokrasi, hak politik setiap orang setiap menteri sama saja. Yang paling penting Presiden itu boleh loh itu kampanye, presiden itu boleh loh memihak, boleh,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2024).

BACA JUGA:
 Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Ferry Kurnia: Kepala Negara Jangan Berpihak!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jokowi mengatakan bahwa meskipun kepala negara ataupun menteri bukan pejabat politik, namun sebagai pejabat negara memiliki hak untuk berpolitik.
&quot;Boleh pak, kita ini kan pejabat publik sekaligus pejabat politik masa gini ga boleh, berpolitik enggak boleh, boleh. Menteri juga boleh,&quot; kata Jokowi.Jokowi menegaskan bahwa yang terpenting menteri ataupun kepala negara bisa berkampanye tanpa menggunakan fasilitas dari negera. &quot;Tapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara,&quot; kata Jokowi.

Menurut Jokowi, sudah aturan mengenai keikutsertaan menteri ataupun pejabat negara dalam berpolitik. &quot;Itu saja yang mengatur itu hanya tidak boleh menggunakan fasilitas negara itu aja,&quot; kata Jokowi.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNC8xLzE3NjQ4Mi81L3g4cnFuMGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal seorang Kepala Negara boleh berkampanye maupun memihak untuk memberikan dukungan politik.
Dia menyebut itu adalah hak seorang kepala negara. &quot;Ya enggak apa-apa kalau Presiden mengatakan begitu, silakan aja. Enggak mau ikut atau enggak, itu kan terserah,&quot; kata Mahfud di Pondok Pesantren An- Nur, Bantul, Yogyakarta, Rabu (24/1/2024).
Perihal aturan apakah kepala negara boleh melakukan kegiatan tersebut, Mahfud menyarankan agar hal tersebut ditanyakan langsung ke pihak yang memiliki wewenang.
&quot;Nanti tanya ke biro hukum Sekretaris Negara aja,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Pernyataan Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye Perkeruh dan Buat Gaduh Pilpres 2024

Sebelumnya, pernyataan Jokowi tersebut perihal adanya menteri kabinet yang tidak ada hubungannya dengan politik tapi ikut serta menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres.
&quot;Ya ini kan hak demokrasi, hak politik setiap orang setiap menteri sama saja. Yang paling penting Presiden itu boleh loh itu kampanye, presiden itu boleh loh memihak, boleh,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2024).

BACA JUGA:
 Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Ferry Kurnia: Kepala Negara Jangan Berpihak!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jokowi mengatakan bahwa meskipun kepala negara ataupun menteri bukan pejabat politik, namun sebagai pejabat negara memiliki hak untuk berpolitik.
&quot;Boleh pak, kita ini kan pejabat publik sekaligus pejabat politik masa gini ga boleh, berpolitik enggak boleh, boleh. Menteri juga boleh,&quot; kata Jokowi.Jokowi menegaskan bahwa yang terpenting menteri ataupun kepala negara bisa berkampanye tanpa menggunakan fasilitas dari negera. &quot;Tapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara,&quot; kata Jokowi.

Menurut Jokowi, sudah aturan mengenai keikutsertaan menteri ataupun pejabat negara dalam berpolitik. &quot;Itu saja yang mengatur itu hanya tidak boleh menggunakan fasilitas negara itu aja,&quot; kata Jokowi.



</content:encoded></item></channel></rss>
