<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter   </title><description>Gunung Merapi kembali muntahkan awan panas, Rabu (24/1/2023/4) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959862/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-sejauh-1-800-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959862/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-sejauh-1-800-meter"/><item><title> Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959862/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-sejauh-1-800-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959862/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-sejauh-1-800-meter</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2024 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/24/337/2959862/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-sejauh-1-800-meter-dzkdac7ZUr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi erupsi (foto: dok PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/24/337/2959862/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-sejauh-1-800-meter-dzkdac7ZUr.jpg</image><title>Gunung Merapi erupsi (foto: dok PVMBG)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjIxNC81L3g4cmo4YzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali muntahkan awan panas, Rabu (24/1/2023/4) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Awan Panas Guguran di Gunung Merapi terjadi pukul 15:56 WIB.
Awan panas guguran kali ini memiliki Amplitudo max 51 mm berdurasi 168.28 detik, jarak luncur maksimal 1800 meter ke Barat Daya (Kali Bebeng). Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin Timur Tenggara
&quot;Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&quot; tulis BPPTKG.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter, Awas Bahaya!

BPPTKG menulis dalam pengamatan dari pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 19 kali gempa guguran dengan Amplitudo : 3-18 mm, Durasi : 41.6-160.12 detik. Aktivitas kegempaan lain justru tidak terpantau.
BPPTKG mengungkapkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

BACA JUGA:
Warning! Gunung Merapi Erupsi, Berikut Rekomendasi demi Keselamatan Masyarakat

&quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi dan diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjIxNC81L3g4cmo4YzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali muntahkan awan panas, Rabu (24/1/2023/4) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Awan Panas Guguran di Gunung Merapi terjadi pukul 15:56 WIB.
Awan panas guguran kali ini memiliki Amplitudo max 51 mm berdurasi 168.28 detik, jarak luncur maksimal 1800 meter ke Barat Daya (Kali Bebeng). Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin Timur Tenggara
&quot;Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&quot; tulis BPPTKG.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter, Awas Bahaya!

BPPTKG menulis dalam pengamatan dari pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 19 kali gempa guguran dengan Amplitudo : 3-18 mm, Durasi : 41.6-160.12 detik. Aktivitas kegempaan lain justru tidak terpantau.
BPPTKG mengungkapkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

BACA JUGA:
Warning! Gunung Merapi Erupsi, Berikut Rekomendasi demi Keselamatan Masyarakat

&quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi dan diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
