<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Di Depan Santri Bantul, Ganjar Sebut Pernah Ngajar Pecinta Alam hingga Kernet   </title><description>Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul,&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/25/510/2960324/di-depan-santri-bantul-ganjar-sebut-pernah-ngajar-pecinta-alam-hingga-kernet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/25/510/2960324/di-depan-santri-bantul-ganjar-sebut-pernah-ngajar-pecinta-alam-hingga-kernet"/><item><title> Di Depan Santri Bantul, Ganjar Sebut Pernah Ngajar Pecinta Alam hingga Kernet   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/25/510/2960324/di-depan-santri-bantul-ganjar-sebut-pernah-ngajar-pecinta-alam-hingga-kernet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/25/510/2960324/di-depan-santri-bantul-ganjar-sebut-pernah-ngajar-pecinta-alam-hingga-kernet</guid><pubDate>Kamis 25 Januari 2024 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/25/510/2960324/di-depan-santri-bantul-ganjar-sebut-pernah-ngajar-pecinta-alam-hingga-kernet-DKpbPvS0SK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo di Ponpes An Nur Ngrukem  (foto: MPI/Erfan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/25/510/2960324/di-depan-santri-bantul-ganjar-sebut-pernah-ngajar-pecinta-alam-hingga-kernet-DKpbPvS0SK.jpg</image><title>Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo di Ponpes An Nur Ngrukem  (foto: MPI/Erfan)</title></images><description>

BANTUL - Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Kamis (25/1/2024). Ganjar lebih banyak bercerita tentang masa lalunya ketika kuliah dan ketika melamar Siti Atikoh yang merupakan anak seorang pengasuh pondok pesantren.

Ganjar menyampaikan soal arti perjuangan hidup. Dia mengaku hidupnya dahulu melarat dan bukan anak siapa-siapa (pejabat ataupun orang kaya). Dirinya adalah anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Dahar Kembul, Santri Ponpes An Nur Bantul Berebut Minta Disuapi

Oleh karenanya, dia teringat dengan Kapanewon Sewon lokasi yang dikunjunginya saat ini. Semasa kuliah, dia pernah mengajar materi tentang pecinta alam di SMA Sewon Bantul karena ingin mencari uang untuk biaya sekolah.

&quot;Dadi kulo golek duit nggo bayar kuliah salah satunya mulang pecinta alam teng SMA Sewon. Lak celak njih (jadi saya cari duit untuk bayar kuliah salah satunya dengan mengajar pecinta alam di SMA Sewon. Deket kan?),&quot; kata Ganjar.

Semasa kuliah dia memang hidup serba terbatas dan untuk menyambung hidup dan terus berkuliah, berbagai profesi dia jalani untuk menghasilkan uang. Ganjar mengaku tidak malu dengan profesi yang dianggap sebelah mata oleh sebagian orang.

BACA JUGA:
Siti Atikoh Janjikan Insentif bagi Kader Posyandu jika Ganjar Pranowo Jadi Presiden
Ganjar mengaku pernah berjualan bensin eceran, ngojek, hingga menjadi kernet. Semua itu ia lakukan agar dirinya tetap bisa berkuliah di UGM



&quot;Hidup itu perjuangan bro. Ada tingkatannya ora mlumpat, ora instan, ora iso, kecuali koe anake sopo (tidak melompat, tidak instan, kecuali kamu anak siapa),&quot; katanya.



Soal anak siapa yang dimaksud, Ganjar kemudian menjelaskan. Hal tersebut mengundang gelak tawa santri dan kyai yang ada saat itu.



Ganjar berpesan untuk menjadi pemimpin maka harus merasakan yang namanya berjuang dari bawah. Tidak bisa secara instan langsung menjadi pemimpin.</description><content:encoded>

BANTUL - Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Kamis (25/1/2024). Ganjar lebih banyak bercerita tentang masa lalunya ketika kuliah dan ketika melamar Siti Atikoh yang merupakan anak seorang pengasuh pondok pesantren.

Ganjar menyampaikan soal arti perjuangan hidup. Dia mengaku hidupnya dahulu melarat dan bukan anak siapa-siapa (pejabat ataupun orang kaya). Dirinya adalah anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Dahar Kembul, Santri Ponpes An Nur Bantul Berebut Minta Disuapi

Oleh karenanya, dia teringat dengan Kapanewon Sewon lokasi yang dikunjunginya saat ini. Semasa kuliah, dia pernah mengajar materi tentang pecinta alam di SMA Sewon Bantul karena ingin mencari uang untuk biaya sekolah.

&quot;Dadi kulo golek duit nggo bayar kuliah salah satunya mulang pecinta alam teng SMA Sewon. Lak celak njih (jadi saya cari duit untuk bayar kuliah salah satunya dengan mengajar pecinta alam di SMA Sewon. Deket kan?),&quot; kata Ganjar.

Semasa kuliah dia memang hidup serba terbatas dan untuk menyambung hidup dan terus berkuliah, berbagai profesi dia jalani untuk menghasilkan uang. Ganjar mengaku tidak malu dengan profesi yang dianggap sebelah mata oleh sebagian orang.

BACA JUGA:
Siti Atikoh Janjikan Insentif bagi Kader Posyandu jika Ganjar Pranowo Jadi Presiden
Ganjar mengaku pernah berjualan bensin eceran, ngojek, hingga menjadi kernet. Semua itu ia lakukan agar dirinya tetap bisa berkuliah di UGM



&quot;Hidup itu perjuangan bro. Ada tingkatannya ora mlumpat, ora instan, ora iso, kecuali koe anake sopo (tidak melompat, tidak instan, kecuali kamu anak siapa),&quot; katanya.



Soal anak siapa yang dimaksud, Ganjar kemudian menjelaskan. Hal tersebut mengundang gelak tawa santri dan kyai yang ada saat itu.



Ganjar berpesan untuk menjadi pemimpin maka harus merasakan yang namanya berjuang dari bawah. Tidak bisa secara instan langsung menjadi pemimpin.</content:encoded></item></channel></rss>
