<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Gunung Merapi Muntahkan 3 Kali Awan Panas Secara Beruntun   </title><description>Gunung Merapi kembali memuntahkan rentetan awan panas, Kamis (24/1/2024) sore.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/25/510/2960501/waspada-gunung-merapi-muntahkan-3-kali-awan-panas-secara-beruntun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/25/510/2960501/waspada-gunung-merapi-muntahkan-3-kali-awan-panas-secara-beruntun"/><item><title>Waspada! Gunung Merapi Muntahkan 3 Kali Awan Panas Secara Beruntun   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/25/510/2960501/waspada-gunung-merapi-muntahkan-3-kali-awan-panas-secara-beruntun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/25/510/2960501/waspada-gunung-merapi-muntahkan-3-kali-awan-panas-secara-beruntun</guid><pubDate>Kamis 25 Januari 2024 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/25/510/2960501/waspada-gunung-merapi-muntahkan-3-kali-awan-panas-secara-beruntun-yBQ05emeV1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/25/510/2960501/waspada-gunung-merapi-muntahkan-3-kali-awan-panas-secara-beruntun-yBQ05emeV1.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: PVMBG)</title></images><description>


DIY - Gunung Merapi kembali memuntahkan rentetan awan panas, Kamis (24/1/2024) sore. Tiga kali retentan awan panas guguran terjadi pada pukul 16.06, 16.09, dan 16.13 WIB dengan amplitudo maximum 29 mm berdurasi 150.6 detik, jarak luncur maksimal 1.500 meter ke Barat Daya (Kali Bebeng).
&quot;Visual Gunung Merapi tampak dan arah angin ke Timur. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&quot; tulis BPPTKG.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Erupsi, PVMBG Imbau Warga Tak Berkegiatan di Daerah Potensi Bahaya

BPPTKG menyebut belum ada laporan adanya hujan abu. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter, Awas Bahaya!

&quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan diminta agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,&quot; tambah BPPTKG.</description><content:encoded>


DIY - Gunung Merapi kembali memuntahkan rentetan awan panas, Kamis (24/1/2024) sore. Tiga kali retentan awan panas guguran terjadi pada pukul 16.06, 16.09, dan 16.13 WIB dengan amplitudo maximum 29 mm berdurasi 150.6 detik, jarak luncur maksimal 1.500 meter ke Barat Daya (Kali Bebeng).
&quot;Visual Gunung Merapi tampak dan arah angin ke Timur. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&quot; tulis BPPTKG.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Erupsi, PVMBG Imbau Warga Tak Berkegiatan di Daerah Potensi Bahaya

BPPTKG menyebut belum ada laporan adanya hujan abu. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter, Awas Bahaya!

&quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan diminta agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,&quot; tambah BPPTKG.</content:encoded></item></channel></rss>
