<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Generasi Muda Jepang Lebih Pilih Golput karena Kurang Tertarik Isu Politik</title><description>Negara maju juga turut mengalami hal yang sama seperti negara Jepang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/26/18/2960741/generasi-muda-jepang-lebih-pilih-golput-karena-kurang-tertarik-isu-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/26/18/2960741/generasi-muda-jepang-lebih-pilih-golput-karena-kurang-tertarik-isu-politik"/><item><title>Generasi Muda Jepang Lebih Pilih Golput karena Kurang Tertarik Isu Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/26/18/2960741/generasi-muda-jepang-lebih-pilih-golput-karena-kurang-tertarik-isu-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/26/18/2960741/generasi-muda-jepang-lebih-pilih-golput-karena-kurang-tertarik-isu-politik</guid><pubDate>Jum'at 26 Januari 2024 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/26/18/2960741/generasi-muda-jepang-lebih-pilih-golput-karena-kurang-tertarik-isu-politik-DhD1AwiZrm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Generasi muda Jepang lebih pilih golput karena kurang tertarik isu politik (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/26/18/2960741/generasi-muda-jepang-lebih-pilih-golput-karena-kurang-tertarik-isu-politik-DhD1AwiZrm.jpg</image><title>Generasi muda Jepang lebih pilih golput karena kurang tertarik isu politik (Foto: MPI)</title></images><description>TOKYO - Fenomena turunnya tingkat partisipasi politik di kalangan generasi muda tidak hanya terjadi di negara Indonesia. Negara maju juga turut mengalami hal yang sama seperti negara Jepang.

Jurnalis Senior yang kini menjadi Direktur Utama Bee Media LLC, Haruo Kurasawa menyebut generasi muda Jepang kini enggan menonton isu-isu berbau politik. Hal ini disebabkan karena  turunnya kepercayaan masyarakat karena pejabat publik dianggap tidak memenuhi janji kampanye yang dilakukan sebelum menjabat di pemerintahan.


BACA JUGA:
Surat Terakhir Pilot Kamikaze Beri Wawasan Langka Soal Unit Serangan Khusus Jepang yang Ditakuti

&quot;Mereka (generasi muda Jepang) enggan menonton jadi tidak mengharap apa-apa karena setelah terpilih, visi misi (pemimpin) kerap berbeda. Sehingga angka partisipasi publik untuk memilih suara kurang 40 persen terhadap total,&quot; kata Haruo saat memberikan ceramah dalam program Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) Indonesia-Japan Young Journalists Exchange beberapa waktu lalu.


BACA JUGA:
Soal Dinasti Politik, Mahfud MD: Masalahnya Direkayasa!

Bahkan partisipasi masyarakat terutama generasi muda terhadap pemilihan umum kurang dari 40 persen. Sehingga sisanya memilih untuk golput dan kini menjadi hal serius bagi pemerintah Jepang.

&quot;Golput didominasi generasi muda, angka persentase keikutsertaan penduduk dalam pemilu sekitar 30 persen untuk calon kepala badan otonom, gubernur metropolitan Tokyo. Sehingga terjadi krisis kepercayaan terhadap politik,&quot; kata pria yang berprofesi sebagai jurnalis selama 40 tahun ini.

Oleh karena itu, peranan media massa, kata Kurasawa sangat penting untuk memberikan informasi kepada publik. Terutama menyajikan berita yang sesuai dengan fakta agar dapat dipercaya oleh publik.



&quot;Dengan demikian, media massa mempunyai peran agar bisa meningkatkan angka partisipasi atau suara rakyat dalam pemilihan,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>TOKYO - Fenomena turunnya tingkat partisipasi politik di kalangan generasi muda tidak hanya terjadi di negara Indonesia. Negara maju juga turut mengalami hal yang sama seperti negara Jepang.

Jurnalis Senior yang kini menjadi Direktur Utama Bee Media LLC, Haruo Kurasawa menyebut generasi muda Jepang kini enggan menonton isu-isu berbau politik. Hal ini disebabkan karena  turunnya kepercayaan masyarakat karena pejabat publik dianggap tidak memenuhi janji kampanye yang dilakukan sebelum menjabat di pemerintahan.


BACA JUGA:
Surat Terakhir Pilot Kamikaze Beri Wawasan Langka Soal Unit Serangan Khusus Jepang yang Ditakuti

&quot;Mereka (generasi muda Jepang) enggan menonton jadi tidak mengharap apa-apa karena setelah terpilih, visi misi (pemimpin) kerap berbeda. Sehingga angka partisipasi publik untuk memilih suara kurang 40 persen terhadap total,&quot; kata Haruo saat memberikan ceramah dalam program Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) Indonesia-Japan Young Journalists Exchange beberapa waktu lalu.


BACA JUGA:
Soal Dinasti Politik, Mahfud MD: Masalahnya Direkayasa!

Bahkan partisipasi masyarakat terutama generasi muda terhadap pemilihan umum kurang dari 40 persen. Sehingga sisanya memilih untuk golput dan kini menjadi hal serius bagi pemerintah Jepang.

&quot;Golput didominasi generasi muda, angka persentase keikutsertaan penduduk dalam pemilu sekitar 30 persen untuk calon kepala badan otonom, gubernur metropolitan Tokyo. Sehingga terjadi krisis kepercayaan terhadap politik,&quot; kata pria yang berprofesi sebagai jurnalis selama 40 tahun ini.

Oleh karena itu, peranan media massa, kata Kurasawa sangat penting untuk memberikan informasi kepada publik. Terutama menyajikan berita yang sesuai dengan fakta agar dapat dipercaya oleh publik.



&quot;Dengan demikian, media massa mempunyai peran agar bisa meningkatkan angka partisipasi atau suara rakyat dalam pemilihan,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
