<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Pranowo Pasang Badan Bereskan Konflik Proyek Wadas</title><description>Ganjar Pranowo siap pasang badan untuk membenahi konflik Proyek Stategis Nasional Wadas di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/26/337/2960633/ganjar-pranowo-pasang-badan-bereskan-konflik-proyek-wadas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/26/337/2960633/ganjar-pranowo-pasang-badan-bereskan-konflik-proyek-wadas"/><item><title>Ganjar Pranowo Pasang Badan Bereskan Konflik Proyek Wadas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/26/337/2960633/ganjar-pranowo-pasang-badan-bereskan-konflik-proyek-wadas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/26/337/2960633/ganjar-pranowo-pasang-badan-bereskan-konflik-proyek-wadas</guid><pubDate>Jum'at 26 Januari 2024 00:23 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/26/337/2960633/ganjar-pranowo-pasang-badan-bereskan-konflik-proyek-wadas-UAdPkzTeqc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar-Mahfud (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/26/337/2960633/ganjar-pranowo-pasang-badan-bereskan-konflik-proyek-wadas-UAdPkzTeqc.jpg</image><title>Ganjar-Mahfud (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMy8xLzE3NjQ1Ni81L3g4cnBrc3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA &amp;ndash; Calon Presiden (capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo siap pasang badan untuk membenahi konflik Proyek Stategis Nasional Wadas di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Ganjar mengatakan, konflik yang terjadi di Wadas berawal dari minimnya sosialisasi pembangunan Bendungan Bener di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, ketika Proyek Strategis Nasional (PSN) akan dilaksanakan.

Ganjar pun mengajak diskusi perwakilan masyarakat yang mencerminkan kelompok-kelompok yang ada. Akibatnya, penjelasan teknis pembangunan bendungan tidak disa diberikan, karena warga sudah menolak terlebih dulu.


BACA JUGA:
Sowan ke Ponpes An Nur Bantul, Ganjar Makan Bubur Lesehan Bareng Ribuan Santri


&amp;ldquo;Nah, kejadian ramai, polisi turun tangan, diambil lah beberapa orang. Judulnya diamankan. Saat itu, saya lagi jatuh dari sepeda, tangan saya patah, baru keluar dari rumah sakit, cuma sehari saja.  Pak Kapolda kontak saya, Pak Gubernur kita mau kumpulkan media, mau media briefing, oh saya datang,&amp;rdquo; kata Ganjar saat diwawancara ekslusif Pemimpin Redaksi TVOne, Karni Ilyas, Kamis (25/1/2024).

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyampaikan, empat hal pasca  bentrokan aparat dan warga.

&amp;ldquo;Pertama saya bertanggung jawab. Kedua, bebaskan yang diamankan. Ketiga, bertemu dengan penduduk, dan yang keempat kami akan kawal. Dan,  saya datang,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Keseruan Ganjar Makan Lesehan Bareng Warga Yogya Usai Kunjungi Pabrik Bakpia


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah lalu menyediakan bus untuk memulangkan warga yang sempat diamankan polisi, karena tidak mau diangkut dengan mobil Brimob. Bahkan, polisi memberi bingkisan kepada para warga.

&amp;ldquo;Setelah itu, ramai orang membicarakan itu. Dua tahun lah, dan sampai terakhir itu ada 3 orang yang belum menerima. Yang sudah terima, ada yang buka restoran, buka usaha. Beberapa orang yang dulu saya temui di masjid itu belum terima, sekarang sudah terima, kami bersabar,&amp;rdquo; lanjut Capres yang berpasangan dengan Cawapres Mahfud MD.Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan bahwa Bendungan Bener adalah milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak yang berlokasi di wilayah Jateng. Saat Badan Pertanahan Nasional (BPN)  sulit  membebaskan lahan,  kewajiban Pemprov Jawa Tengah untuk membantu.

Kemudian, untuk menjawab ada atau tidaknya kerusakan lingkungan sebagai dampak pembangunan bendungan itu, Ganjar meminta tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  mengecek kondisi di lapangan, namun warga sempat menolak.

Jadi, bukan hanya BPN dan ESDM yang tidak masuk ke lokasi proyek, BBWS pun akhirnya tidak bisa mengeksekusi pekerjaan teknis, mereka takut kalau ada ledakan.

&amp;ldquo;Kemudian kita lakukan sosialisasi, anak-anak yang trauma itu kita lakukan trauma healing, ibu-ibu kemudian kita kasih kegiatan, bapak-bapak ingin perbaikan infrastruktur, saya bantu dari Pemprov Jateng. Nah, ketika  diperlakukan dan tidak ada yang tanggung jawab bagaimana? Saya bantu. Gubernur sebagai wakil dari pemerintah pusat, saya tanggung jawab,&amp;rdquo; lanjut Ganjar.

Berdasarkan analisis para geolog  tidak ditemukan titik air di lokasi yang diperdebatkan warga. Hanya saja, ujarnya, hasil analisis para geolog itu kurang menarik bagi media dibanding saat polisi mengamankan warga.

&amp;ldquo;Dulu dengan para  Pemimpin Redaksi,  saya jelaskan. Kita Zoom  sama para Pemimpin Redaksi, kita jelaskan ini lho, gambarnya ini, oh, Mas Ganjar, kenapa itu tidak ditampilkan? Iya, karena tidak menarik, yang menarik pasti dipubliknya adalah konflik waktu polisi mengamankan itu,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMy8xLzE3NjQ1Ni81L3g4cnBrc3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA &amp;ndash; Calon Presiden (capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo siap pasang badan untuk membenahi konflik Proyek Stategis Nasional Wadas di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Ganjar mengatakan, konflik yang terjadi di Wadas berawal dari minimnya sosialisasi pembangunan Bendungan Bener di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, ketika Proyek Strategis Nasional (PSN) akan dilaksanakan.

Ganjar pun mengajak diskusi perwakilan masyarakat yang mencerminkan kelompok-kelompok yang ada. Akibatnya, penjelasan teknis pembangunan bendungan tidak disa diberikan, karena warga sudah menolak terlebih dulu.


BACA JUGA:
Sowan ke Ponpes An Nur Bantul, Ganjar Makan Bubur Lesehan Bareng Ribuan Santri


&amp;ldquo;Nah, kejadian ramai, polisi turun tangan, diambil lah beberapa orang. Judulnya diamankan. Saat itu, saya lagi jatuh dari sepeda, tangan saya patah, baru keluar dari rumah sakit, cuma sehari saja.  Pak Kapolda kontak saya, Pak Gubernur kita mau kumpulkan media, mau media briefing, oh saya datang,&amp;rdquo; kata Ganjar saat diwawancara ekslusif Pemimpin Redaksi TVOne, Karni Ilyas, Kamis (25/1/2024).

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyampaikan, empat hal pasca  bentrokan aparat dan warga.

&amp;ldquo;Pertama saya bertanggung jawab. Kedua, bebaskan yang diamankan. Ketiga, bertemu dengan penduduk, dan yang keempat kami akan kawal. Dan,  saya datang,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Keseruan Ganjar Makan Lesehan Bareng Warga Yogya Usai Kunjungi Pabrik Bakpia


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah lalu menyediakan bus untuk memulangkan warga yang sempat diamankan polisi, karena tidak mau diangkut dengan mobil Brimob. Bahkan, polisi memberi bingkisan kepada para warga.

&amp;ldquo;Setelah itu, ramai orang membicarakan itu. Dua tahun lah, dan sampai terakhir itu ada 3 orang yang belum menerima. Yang sudah terima, ada yang buka restoran, buka usaha. Beberapa orang yang dulu saya temui di masjid itu belum terima, sekarang sudah terima, kami bersabar,&amp;rdquo; lanjut Capres yang berpasangan dengan Cawapres Mahfud MD.Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan bahwa Bendungan Bener adalah milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak yang berlokasi di wilayah Jateng. Saat Badan Pertanahan Nasional (BPN)  sulit  membebaskan lahan,  kewajiban Pemprov Jawa Tengah untuk membantu.

Kemudian, untuk menjawab ada atau tidaknya kerusakan lingkungan sebagai dampak pembangunan bendungan itu, Ganjar meminta tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  mengecek kondisi di lapangan, namun warga sempat menolak.

Jadi, bukan hanya BPN dan ESDM yang tidak masuk ke lokasi proyek, BBWS pun akhirnya tidak bisa mengeksekusi pekerjaan teknis, mereka takut kalau ada ledakan.

&amp;ldquo;Kemudian kita lakukan sosialisasi, anak-anak yang trauma itu kita lakukan trauma healing, ibu-ibu kemudian kita kasih kegiatan, bapak-bapak ingin perbaikan infrastruktur, saya bantu dari Pemprov Jateng. Nah, ketika  diperlakukan dan tidak ada yang tanggung jawab bagaimana? Saya bantu. Gubernur sebagai wakil dari pemerintah pusat, saya tanggung jawab,&amp;rdquo; lanjut Ganjar.

Berdasarkan analisis para geolog  tidak ditemukan titik air di lokasi yang diperdebatkan warga. Hanya saja, ujarnya, hasil analisis para geolog itu kurang menarik bagi media dibanding saat polisi mengamankan warga.

&amp;ldquo;Dulu dengan para  Pemimpin Redaksi,  saya jelaskan. Kita Zoom  sama para Pemimpin Redaksi, kita jelaskan ini lho, gambarnya ini, oh, Mas Ganjar, kenapa itu tidak ditampilkan? Iya, karena tidak menarik, yang menarik pasti dipubliknya adalah konflik waktu polisi mengamankan itu,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
