<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jimly Asshiddiqie : Manusia Tak Cukup Hanya Mengandalkan Hukum, tapi Juga Butuh Etika!</title><description>Jimly menegaskan negara harus membangun infrastruktur etika untuk jabatan publik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/26/337/2960814/jimly-asshiddiqie-manusia-tak-cukup-hanya-mengandalkan-hukum-tapi-juga-butuh-etika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/26/337/2960814/jimly-asshiddiqie-manusia-tak-cukup-hanya-mengandalkan-hukum-tapi-juga-butuh-etika"/><item><title>Jimly Asshiddiqie : Manusia Tak Cukup Hanya Mengandalkan Hukum, tapi Juga Butuh Etika!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/26/337/2960814/jimly-asshiddiqie-manusia-tak-cukup-hanya-mengandalkan-hukum-tapi-juga-butuh-etika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/26/337/2960814/jimly-asshiddiqie-manusia-tak-cukup-hanya-mengandalkan-hukum-tapi-juga-butuh-etika</guid><pubDate>Jum'at 26 Januari 2024 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/26/337/2960814/jimly-asshiddiqie-manusia-tak-cukup-hanya-mengandalkan-hukum-tapi-juga-butuh-etika-0gh847CbHh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jimly Asshiddiqie (Youtube Mahkamah Konstitusi RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/26/337/2960814/jimly-asshiddiqie-manusia-tak-cukup-hanya-mengandalkan-hukum-tapi-juga-butuh-etika-0gh847CbHh.jpeg</image><title>Jimly Asshiddiqie (Youtube Mahkamah Konstitusi RI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNC8xLzE3NjQ4MS81L3g4cnFtcnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyinggung soal etika berbangsa dan bernegara. Menurutnya, kehidupan manusia tidak cukup jika hanya mengandalkan hukum.

&quot;Kita belajar dari sejarah, maka kita harus kaji ulang problem-problem norma ideal dalam kehidupan umat manusia zaman sekarang, ini tidak cukup hanya mengandalkan hukum, tapi juga etika, etika berbangsa,&quot; kata Jimly dalam kuliah kebangsaan yang disiarkan langsung melalui YouTube Mahkamah Konstitusi RI, Jumat (26/1/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jimly Asshiddiqie Minta Jokowi Tak Turun Kampanye: Banyak Mudharat!

Menurutnya, semua negara di dunia harus mulai membangun infrastruktur etika untuk jabatan publik. Agar pembangunan peradaban bangsa dalam jangka panjang, dapat berlangsung.

Jimly pun mengibaratkan hukum sebagai kapal, dan etika samuderanya. Sehingga, tidak mungkin kapal dapat berlayar di samudera yang kering.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jimly Dilaporkan ke Dewan Etik Usai Pecat Anwar Usman, Partai Perindo: Siapa yang Mau Meriksa?

&quot;Di dunia beradab, hukum itu ngapung di samudera etika, maka di Indonesia sejak saya ketua MK dulu, saya mengembangkan quote sendiri, hukum itu ibarat kapal, etika itu samuderanya,&quot; ucapnya.

&quot;Jadi kalau kita mengharapkan hukum tegak dengan keadilan, akhlak bangsa ini harus berfungsi,&quot; sambungnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNC8xLzE3NjQ4MS81L3g4cnFtcnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyinggung soal etika berbangsa dan bernegara. Menurutnya, kehidupan manusia tidak cukup jika hanya mengandalkan hukum.

&quot;Kita belajar dari sejarah, maka kita harus kaji ulang problem-problem norma ideal dalam kehidupan umat manusia zaman sekarang, ini tidak cukup hanya mengandalkan hukum, tapi juga etika, etika berbangsa,&quot; kata Jimly dalam kuliah kebangsaan yang disiarkan langsung melalui YouTube Mahkamah Konstitusi RI, Jumat (26/1/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jimly Asshiddiqie Minta Jokowi Tak Turun Kampanye: Banyak Mudharat!

Menurutnya, semua negara di dunia harus mulai membangun infrastruktur etika untuk jabatan publik. Agar pembangunan peradaban bangsa dalam jangka panjang, dapat berlangsung.

Jimly pun mengibaratkan hukum sebagai kapal, dan etika samuderanya. Sehingga, tidak mungkin kapal dapat berlayar di samudera yang kering.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jimly Dilaporkan ke Dewan Etik Usai Pecat Anwar Usman, Partai Perindo: Siapa yang Mau Meriksa?

&quot;Di dunia beradab, hukum itu ngapung di samudera etika, maka di Indonesia sejak saya ketua MK dulu, saya mengembangkan quote sendiri, hukum itu ibarat kapal, etika itu samuderanya,&quot; ucapnya.

&quot;Jadi kalau kita mengharapkan hukum tegak dengan keadilan, akhlak bangsa ini harus berfungsi,&quot; sambungnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
