<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir hingga Khofifah Dinonaktifkan dari PBNU, Begini Kata Maruf Amin</title><description>Ia melihat penonaktifan tersebut bukan merupakan masalah besar karena hanya hingga Pemilu 2024 selesai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/27/337/2961297/erick-thohir-hingga-khofifah-dinonaktifkan-dari-pbnu-begini-kata-maruf-amin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/27/337/2961297/erick-thohir-hingga-khofifah-dinonaktifkan-dari-pbnu-begini-kata-maruf-amin"/><item><title>Erick Thohir hingga Khofifah Dinonaktifkan dari PBNU, Begini Kata Maruf Amin</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/27/337/2961297/erick-thohir-hingga-khofifah-dinonaktifkan-dari-pbnu-begini-kata-maruf-amin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/27/337/2961297/erick-thohir-hingga-khofifah-dinonaktifkan-dari-pbnu-begini-kata-maruf-amin</guid><pubDate>Sabtu 27 Januari 2024 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/27/337/2961297/erick-thohir-hingga-khofifah-dinonaktifkan-dari-pbnu-begini-kata-maruf-amin-0fqCGApfjg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin/Foto: Setwapres</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/27/337/2961297/erick-thohir-hingga-khofifah-dinonaktifkan-dari-pbnu-begini-kata-maruf-amin-0fqCGApfjg.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin/Foto: Setwapres</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNi8xLzE3NjU1Ni81L3g4cnN2bGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;nbsp;
JAKARTA -Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menonaktifkan puluhan pengurus harian Nahdlatul Ulama karena banyak yang merangkap sebagai tim pemenangan Capres-Cawapres dalam Pemilu 2024.
Diantaranya Erick Thohir yang menjabat Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dan Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

BACA JUGA:
PBNU Nonaktifkan Erick Thohir dari Ketua Lakpesdam NU

&quot;Soal di (NU), memang kan aturan di NU itu kalau ada yang langsung, itu harus dinonaktifkan. Itu konsekuensi,&quot; ujar  Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat meninjau Rumah Sakit Daerah (RSD) K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN), di Jl. Fatmawati No. 1, Mangunharjo, Tembalang, Kota Semarang pada Jumat (26/1/2024) sore.
Ia melihat penonaktifan tersebut bukan merupakan masalah besar karena hanya hingga Pemilu 2024 selesai.
&quot;Jadi sebenernya sampai dengan selesainya urusan pemilu, jadi saya kira tidak menjadi masalah karena itu memang dia kan walaupun tidak dinonaktifkan dia sibuk kan,&quot; kata Ma'ruf Amin.

BACA JUGA:
 Ganjar Pranowo: Gus Yahya Bisa Tempatkan Netralitasnya di PBNU

Ma'ruf Amin menjelaskan penonaktifan tersebut tidak akan berdampak signifikan pada organisasi NU.
&quot;Ya tetapi kebetulan memang ada aturan seperti itu supaya fokus kalau dia itu ada yang aktif di kontestasi, menjadi apa, menjadi apa, itu dibiarkan, dinonaktifkan semua sampai dengan selesainya. Saya kira tidak berdampak apa-apa,&quot; pungkasnya.

Sekadar diketahui, PBNU menonaktikan 63 pengurus harian dan pleno karena maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dan tergabung dalam tim sukses (timses) pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi PBNU Amin Said Husni mengatakan mereka yang dinonaktifkan tersebar di beberapa partai dan (menjadi tim sukses) semua calon presiden.



&quot;Ada yang menjabat sebagai mustasyar, pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, a'wan syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga,&quot; kata Amin Said Husni pada 21 Januari 2024.



Amin menjelaskan status 63 pengurus itu terhitung nonaktif sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang sampai dengan selesainya tahapan Pemilu 2024.



&quot;Mayoritas nama sudah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum). Surat keputusan ini sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka,&quot; kata dia

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNi8xLzE3NjU1Ni81L3g4cnN2bGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;nbsp;
JAKARTA -Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menonaktifkan puluhan pengurus harian Nahdlatul Ulama karena banyak yang merangkap sebagai tim pemenangan Capres-Cawapres dalam Pemilu 2024.
Diantaranya Erick Thohir yang menjabat Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dan Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

BACA JUGA:
PBNU Nonaktifkan Erick Thohir dari Ketua Lakpesdam NU

&quot;Soal di (NU), memang kan aturan di NU itu kalau ada yang langsung, itu harus dinonaktifkan. Itu konsekuensi,&quot; ujar  Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat meninjau Rumah Sakit Daerah (RSD) K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN), di Jl. Fatmawati No. 1, Mangunharjo, Tembalang, Kota Semarang pada Jumat (26/1/2024) sore.
Ia melihat penonaktifan tersebut bukan merupakan masalah besar karena hanya hingga Pemilu 2024 selesai.
&quot;Jadi sebenernya sampai dengan selesainya urusan pemilu, jadi saya kira tidak menjadi masalah karena itu memang dia kan walaupun tidak dinonaktifkan dia sibuk kan,&quot; kata Ma'ruf Amin.

BACA JUGA:
 Ganjar Pranowo: Gus Yahya Bisa Tempatkan Netralitasnya di PBNU

Ma'ruf Amin menjelaskan penonaktifan tersebut tidak akan berdampak signifikan pada organisasi NU.
&quot;Ya tetapi kebetulan memang ada aturan seperti itu supaya fokus kalau dia itu ada yang aktif di kontestasi, menjadi apa, menjadi apa, itu dibiarkan, dinonaktifkan semua sampai dengan selesainya. Saya kira tidak berdampak apa-apa,&quot; pungkasnya.

Sekadar diketahui, PBNU menonaktikan 63 pengurus harian dan pleno karena maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dan tergabung dalam tim sukses (timses) pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi PBNU Amin Said Husni mengatakan mereka yang dinonaktifkan tersebar di beberapa partai dan (menjadi tim sukses) semua calon presiden.



&quot;Ada yang menjabat sebagai mustasyar, pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, a'wan syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga,&quot; kata Amin Said Husni pada 21 Januari 2024.



Amin menjelaskan status 63 pengurus itu terhitung nonaktif sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang sampai dengan selesainya tahapan Pemilu 2024.



&quot;Mayoritas nama sudah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum). Surat keputusan ini sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka,&quot; kata dia

</content:encoded></item></channel></rss>
