<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Dihipnotis Tiga Wanita, Emak-Emak di Bandung Kehilangan Rp200 Juta</title><description>Seorang ibu menjadi korban kejahatan hipnotis dan perampokan yang terjadi di halaman sebuah ruko di Jalan Taman Kopo Indah&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/27/525/2961383/dihipnotis-tiga-wanita-emak-emak-di-bandung-kehilangan-rp200-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/27/525/2961383/dihipnotis-tiga-wanita-emak-emak-di-bandung-kehilangan-rp200-juta"/><item><title> Dihipnotis Tiga Wanita, Emak-Emak di Bandung Kehilangan Rp200 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/27/525/2961383/dihipnotis-tiga-wanita-emak-emak-di-bandung-kehilangan-rp200-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/27/525/2961383/dihipnotis-tiga-wanita-emak-emak-di-bandung-kehilangan-rp200-juta</guid><pubDate>Sabtu 27 Januari 2024 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/27/525/2961383/dihipnotis-tiga-wanita-emak-emak-di-bandung-kehilangan-rp200-juta-lIxDjfZAv1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/27/525/2961383/dihipnotis-tiga-wanita-emak-emak-di-bandung-kehilangan-rp200-juta-lIxDjfZAv1.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>

BANDUNG - Seorang ibu menjadi korban kejahatan hipnotis dan perampokan yang terjadi di halaman sebuah ruko di Jalan Taman Kopo Indah (TKI), Margahayu, Kabupaten Bandung pada Minggu (21/1/2024).

Dalam kejadian tersebut korban mengalami kerugian besar denhan kehilangan 180 gram emas batangan dan uang tunai sebesar Rp 14 juta yang digondol oleh para pelaku.

Kapolsek Margahayu, Kompol Rizal Adam, telah membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

&quot;Korban telah melaporkan peristiwa itu pada Selasa (23/1/2024) dengan total kerugian mencapai Rp 200 juta,&quot; ujar Rizal saat dikonfirmasi, Sabtu (27/1/2024).

BACA JUGA:
3 dari 4 Perampok Restoran Cepat Saji di Bogor Ditangkap Polisi

Rizal menjelaskan, menurut informasi dari korban awalnya korban sedang berbelanja di Pasar Sayati ketika dia dihampiri oleh tiga orang perempuan yang mengajaknya untuk berbincang.

Tiga perempuan tersebut kemudian berhasil membujuk korban untuk ikut serta dengan mereka menggunakan sebuah mobil.

Selama perjalanan, para pelaku terus mengajak korban untuk berbicara tentang pengobatan, yang ternyata memiliki syarat harus disertai dengan perhiasan dan uang.

BACA JUGA:
Detik-Detik Menegangkan Perampokan Restoran di Bogor, Sekuriti Disekap

&quot;Di perjalanan korban terus diajak ngobrol oleh tiga orang pelaku tentang pengobatan yang ditawarkan yang mana ada syarat dari pengobatan tersebut yaitu dengan perhiasan dan uang,&quot; jelasnya.
Lanjuta Rizal, setibanya di rumah korban, para pelaku menunggu sementara korban mengumpulkan sejumlah uang dan perhiasan yang diminta. Kemudian, korban kembali bersama para pelaku ke dalam mobil.



Dan selama perjalanan, salah satu pelaku membuka kantong kresek yang berisi uang dan perhiasan milik korban, dengan alasan untuk merapikannya.



&quot;Di perjalanan bungkusan kresek dan uang yang dibawa korban dibuka dan uangnya dirapihkan oleh salah seorang pelaku dengan alasan harus rapi karena untuk syarat pengobatan,&quot; tambahnya.



Namun, setelah beberapa saat, kata Rizal, korban turun dari kendaraan tersebut dan kembali ke mobilnya sendiri. Setelah beberapa hari, korban merasa curiga dengan isi kantong kresek yang diberikan oleh para pelaku dan akhirnya membukanya. Ternyata, isi kantong tersebut hanya berupa garam dan air mineral.



&quot;Namun, sebelum tiga hari korban merasa tidak enak hati dengan bungkusan kresek yang dibawanya. Setelah diraba dengan tangan dan dibuka ternyata kantong kresek yang semula berisi uang dan perhiasan ternyata hanya berisi garam dan air mineral,&quot; ungkapnya.



Dari hasil pemeriksaan, kerugian yang diderita oleh korban mencapai Rp 200 juta.



&quot;Hasil pemeriksaan korban uang yang dibawa pelaku Rp 14.000.000 dan perhiasan emas batangan seberat kurang lebih 180 gram. Para pelaku mengelabui korban untuk memberikan harta bendanya seolah-olah untuk syarat pengobatan,&quot; terangnya.



Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini untuk menangkap para pelaku dan mengungkap motif sebenarnya di balik tindakan kejahatan ini.



&quot;Untuk pelaku, kita masih dalam penyelidikan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>

BANDUNG - Seorang ibu menjadi korban kejahatan hipnotis dan perampokan yang terjadi di halaman sebuah ruko di Jalan Taman Kopo Indah (TKI), Margahayu, Kabupaten Bandung pada Minggu (21/1/2024).

Dalam kejadian tersebut korban mengalami kerugian besar denhan kehilangan 180 gram emas batangan dan uang tunai sebesar Rp 14 juta yang digondol oleh para pelaku.

Kapolsek Margahayu, Kompol Rizal Adam, telah membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

&quot;Korban telah melaporkan peristiwa itu pada Selasa (23/1/2024) dengan total kerugian mencapai Rp 200 juta,&quot; ujar Rizal saat dikonfirmasi, Sabtu (27/1/2024).

BACA JUGA:
3 dari 4 Perampok Restoran Cepat Saji di Bogor Ditangkap Polisi

Rizal menjelaskan, menurut informasi dari korban awalnya korban sedang berbelanja di Pasar Sayati ketika dia dihampiri oleh tiga orang perempuan yang mengajaknya untuk berbincang.

Tiga perempuan tersebut kemudian berhasil membujuk korban untuk ikut serta dengan mereka menggunakan sebuah mobil.

Selama perjalanan, para pelaku terus mengajak korban untuk berbicara tentang pengobatan, yang ternyata memiliki syarat harus disertai dengan perhiasan dan uang.

BACA JUGA:
Detik-Detik Menegangkan Perampokan Restoran di Bogor, Sekuriti Disekap

&quot;Di perjalanan korban terus diajak ngobrol oleh tiga orang pelaku tentang pengobatan yang ditawarkan yang mana ada syarat dari pengobatan tersebut yaitu dengan perhiasan dan uang,&quot; jelasnya.
Lanjuta Rizal, setibanya di rumah korban, para pelaku menunggu sementara korban mengumpulkan sejumlah uang dan perhiasan yang diminta. Kemudian, korban kembali bersama para pelaku ke dalam mobil.



Dan selama perjalanan, salah satu pelaku membuka kantong kresek yang berisi uang dan perhiasan milik korban, dengan alasan untuk merapikannya.



&quot;Di perjalanan bungkusan kresek dan uang yang dibawa korban dibuka dan uangnya dirapihkan oleh salah seorang pelaku dengan alasan harus rapi karena untuk syarat pengobatan,&quot; tambahnya.



Namun, setelah beberapa saat, kata Rizal, korban turun dari kendaraan tersebut dan kembali ke mobilnya sendiri. Setelah beberapa hari, korban merasa curiga dengan isi kantong kresek yang diberikan oleh para pelaku dan akhirnya membukanya. Ternyata, isi kantong tersebut hanya berupa garam dan air mineral.



&quot;Namun, sebelum tiga hari korban merasa tidak enak hati dengan bungkusan kresek yang dibawanya. Setelah diraba dengan tangan dan dibuka ternyata kantong kresek yang semula berisi uang dan perhiasan ternyata hanya berisi garam dan air mineral,&quot; ungkapnya.



Dari hasil pemeriksaan, kerugian yang diderita oleh korban mencapai Rp 200 juta.



&quot;Hasil pemeriksaan korban uang yang dibawa pelaku Rp 14.000.000 dan perhiasan emas batangan seberat kurang lebih 180 gram. Para pelaku mengelabui korban untuk memberikan harta bendanya seolah-olah untuk syarat pengobatan,&quot; terangnya.



Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini untuk menangkap para pelaku dan mengungkap motif sebenarnya di balik tindakan kejahatan ini.



&quot;Untuk pelaku, kita masih dalam penyelidikan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
