<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentuk Generasi Beretika dan Beradab, Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Nilai Budaya</title><description>Penguatan nilai-nilai kebudayaan sangat penting untuk membentuk generasi muda yang beradab dan beretika.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/28/525/2961622/bentuk-generasi-beretika-dan-beradab-ganjar-pranowo-tekankan-pentingnya-nilai-budaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/28/525/2961622/bentuk-generasi-beretika-dan-beradab-ganjar-pranowo-tekankan-pentingnya-nilai-budaya"/><item><title>Bentuk Generasi Beretika dan Beradab, Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Nilai Budaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/28/525/2961622/bentuk-generasi-beretika-dan-beradab-ganjar-pranowo-tekankan-pentingnya-nilai-budaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/28/525/2961622/bentuk-generasi-beretika-dan-beradab-ganjar-pranowo-tekankan-pentingnya-nilai-budaya</guid><pubDate>Minggu 28 Januari 2024 05:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ismet Humaedi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/28/525/2961622/bentuk-generasi-beretika-dan-beradab-ganjar-pranowo-tekankan-pentingnya-nilai-budaya-FqlFacYLyA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: Ismet Humaedi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/28/525/2961622/bentuk-generasi-beretika-dan-beradab-ganjar-pranowo-tekankan-pentingnya-nilai-budaya-FqlFacYLyA.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: Ismet Humaedi)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNy8xLzE3NjU5Mi81L3g4cnR1ZXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

KUNINGAN &amp;ndash; Penguatan nilai-nilai kebudayaan sangat penting untuk membentuk generasi muda yang beradab dan beretika.

Demikian dikemukakan Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat menghadiri Deklarasi Akbar di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (27/1/2024).

&amp;ldquo;Pembangunan sektor kebudayaan ini penting, untuk membentuk generasi yang beradab dan beretika,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Atikoh Blusukan Menangkan Ganjar, PDIP: Tidak Ada UU dan Etika yang Dilanggar


Ia menambahkan, di Jawa Barat banyak karya seni dan budaya yang memiliki akar nilai-nilai lokal sebagai akar kebudayaan yang kuat. Di Jawa Barat, lanjut Ganjar, banyak seniman, budayawan, artis dari Jabar yang skalanya sudah nasional bahkan sudah merambah ke tingkat internasional.

&quot;Sopan santun, hormat kepada guru, hormat kepada orangtua, termasuk pendidikan formal dan pondok pesantren. Banyak ulama yang mengajarkan budi pekerti yang luhur,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Ganjar dan Emil Salim Bahas Isu Lingkungan hingga Pendidikan


Menurut Ganjar, budaya akan memberikan nilai-nilai kepada generasi muda agar mengedepankan etika dalam kehidupan sehari-hari.

&amp;ldquo;Itu pesan budaya yang menurut saya bagus, maka kita harus dengarkan budayawan dengan strategi menghadapi perubahan yang luar biasa cepat,&amp;rdquo; pungkas Ganjar.

BACA JUGA:
Bertemu Emil Salim, Ganjar: Beliau Titip Indonesia Timur


Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta kepada para orangtua untuk tidak terburu-buru menikahkan anaknya, khususnya perempuan di usia dini. Kenapa demikian? Karena menurutnya, ketika masih usia dini, maka mental dan fisik anak belumlah siap.

&amp;ldquo;Anak-anak perempuan kita siapkan agar sejajar dengan laki-laki, mulai dari pendidikan baik yang baik agar mereka bisa sekolah tinggi yang sama dengan anak laki-laki agar kelak kemudian hari mereka pun bisa mendapatkan posisi yang lebih baik,&amp;rdquo; katanya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 yang merupakan perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebut bahwa batas minimal umur perkawinan bagi perempuan disamakan dengan batas minimal umur perkawinan bagi laki-laki, yaitu 19 tahun.

BACA JUGA:
Diguyur Hujan Deras, RSUD Tasikmalaya Kebanjiran, Pasien Panik




Usia 19 tahun, dinilai telah matang jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan dan agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian, kemudian mendapatkan keturunan yang sehat dan berkualitas.



&amp;ldquo;Saya titip ya ibu-ibu. Titip bapak-bapak, kalau punya anak masih muda belum usia nikah jangan nikah dini,&amp;rdquo; lanjut Ganjar.



</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNy8xLzE3NjU5Mi81L3g4cnR1ZXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

KUNINGAN &amp;ndash; Penguatan nilai-nilai kebudayaan sangat penting untuk membentuk generasi muda yang beradab dan beretika.

Demikian dikemukakan Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat menghadiri Deklarasi Akbar di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (27/1/2024).

&amp;ldquo;Pembangunan sektor kebudayaan ini penting, untuk membentuk generasi yang beradab dan beretika,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Atikoh Blusukan Menangkan Ganjar, PDIP: Tidak Ada UU dan Etika yang Dilanggar


Ia menambahkan, di Jawa Barat banyak karya seni dan budaya yang memiliki akar nilai-nilai lokal sebagai akar kebudayaan yang kuat. Di Jawa Barat, lanjut Ganjar, banyak seniman, budayawan, artis dari Jabar yang skalanya sudah nasional bahkan sudah merambah ke tingkat internasional.

&quot;Sopan santun, hormat kepada guru, hormat kepada orangtua, termasuk pendidikan formal dan pondok pesantren. Banyak ulama yang mengajarkan budi pekerti yang luhur,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Ganjar dan Emil Salim Bahas Isu Lingkungan hingga Pendidikan


Menurut Ganjar, budaya akan memberikan nilai-nilai kepada generasi muda agar mengedepankan etika dalam kehidupan sehari-hari.

&amp;ldquo;Itu pesan budaya yang menurut saya bagus, maka kita harus dengarkan budayawan dengan strategi menghadapi perubahan yang luar biasa cepat,&amp;rdquo; pungkas Ganjar.

BACA JUGA:
Bertemu Emil Salim, Ganjar: Beliau Titip Indonesia Timur


Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta kepada para orangtua untuk tidak terburu-buru menikahkan anaknya, khususnya perempuan di usia dini. Kenapa demikian? Karena menurutnya, ketika masih usia dini, maka mental dan fisik anak belumlah siap.

&amp;ldquo;Anak-anak perempuan kita siapkan agar sejajar dengan laki-laki, mulai dari pendidikan baik yang baik agar mereka bisa sekolah tinggi yang sama dengan anak laki-laki agar kelak kemudian hari mereka pun bisa mendapatkan posisi yang lebih baik,&amp;rdquo; katanya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 yang merupakan perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebut bahwa batas minimal umur perkawinan bagi perempuan disamakan dengan batas minimal umur perkawinan bagi laki-laki, yaitu 19 tahun.

BACA JUGA:
Diguyur Hujan Deras, RSUD Tasikmalaya Kebanjiran, Pasien Panik




Usia 19 tahun, dinilai telah matang jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan dan agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian, kemudian mendapatkan keturunan yang sehat dan berkualitas.



&amp;ldquo;Saya titip ya ibu-ibu. Titip bapak-bapak, kalau punya anak masih muda belum usia nikah jangan nikah dini,&amp;rdquo; lanjut Ganjar.



</content:encoded></item></channel></rss>
