<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Senjata Sumpit Mematikan Milik Pasukan Elite Kostrad TNI</title><description>KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pernah menerima Brevet Kehormatan Intai Tempur (Taipur).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962183/mengenal-senjata-sumpit-mematikan-milik-pasukan-elite-kostrad-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962183/mengenal-senjata-sumpit-mematikan-milik-pasukan-elite-kostrad-tni"/><item><title>Mengenal Senjata Sumpit Mematikan Milik Pasukan Elite Kostrad TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962183/mengenal-senjata-sumpit-mematikan-milik-pasukan-elite-kostrad-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962183/mengenal-senjata-sumpit-mematikan-milik-pasukan-elite-kostrad-tni</guid><pubDate>Senin 29 Januari 2024 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/29/337/2962183/mengenal-senjata-sumpit-mematikan-milik-pasukan-elite-kostrad-tni-UPp3yWt0pm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal Senjata Sumpit Mematikan Milik Pasukan Kostrad</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/29/337/2962183/mengenal-senjata-sumpit-mematikan-milik-pasukan-elite-kostrad-tni-UPp3yWt0pm.jpg</image><title>Mengenal Senjata Sumpit Mematikan Milik Pasukan Kostrad</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMy8xLzE3NjQ2MS81L3g4cnBteW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Mengenal senjata sumpit mematikan milik pasukan Elite Kostrad TNI akan dibahas dalam artikel ini.
Seluru prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), diwajibkan bisa menggunakan senjata. Selain senapan dan senjata api lainnya, mereka juga diajari menggunakan senjata tradisional. Salah satunya sumpit.
Sumpit merupakan senjata tradisonal yang dipergunakan suku dayak untuk berburu binatang sebelum mengenal senjata modern. Sumpit juga termasuk senjata rahasia yang digunakan untuk membunuh musuh secara diam-diam dan senyap serta tersembunyi.

BACA JUGA:
Bergerak Senyap Tanpa Terdeteksi, Pasukan Elite Yudha Sakti Hancurkan Markas KKB Manfred Fatem&amp;nbsp;

Senjata tradisional khas Suku Dayak ini menjadi salah satu alternatif yang cukup menakutkan dalam menaklukkan lawan. Karena tak menimbulkan suara yang dapat diketahui oleh musuh, serta bisa digunakan untuk pertempuran jarak jauh.

BACA JUGA:
KKB Semakin Brutal, Jenderal Kopassus: Kampung di Nduga Kosong Ditinggal Warga Mengungsi

Salah satu kelebihan sumpit yaitu memiliki akurasi tembak mencapai ratusan meter. Penggunaan sumpit ini juga tidak merusak alam, karena bahan pembuatan yang alami.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pernah menerima Brevet Kehormatan Intai Tempur (Taipur).
Brevet itu disematkan oleh Danyon Satria Sandi Yudha Kostrad Mayor Inf Asis Kamaruddin Raha saat Maruli menjabat Pangkostrad, di Daerah Latihan Kostrad, Sanggabuana, Tegalwaru, Karawang, Sabtu 5 Maret 2022Penyematan brevet ini dimaksudkan untuk memberi gambaran arti penting keberadaan prajurit Taipur, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Satuan Taipur Kostrad.

Sebelum penyematan, para peserta terlebih dulu mengikuti latihan Taipur. Adapun latihannya antara lain, kemampuan menembak sniper dan menembak reaksi, menembak menggunakan senjata tradisional sumpit, memana, dan diakhiri dengan Pertempuran Jarak Dekat (PJD).

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMy8xLzE3NjQ2MS81L3g4cnBteW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Mengenal senjata sumpit mematikan milik pasukan Elite Kostrad TNI akan dibahas dalam artikel ini.
Seluru prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), diwajibkan bisa menggunakan senjata. Selain senapan dan senjata api lainnya, mereka juga diajari menggunakan senjata tradisional. Salah satunya sumpit.
Sumpit merupakan senjata tradisonal yang dipergunakan suku dayak untuk berburu binatang sebelum mengenal senjata modern. Sumpit juga termasuk senjata rahasia yang digunakan untuk membunuh musuh secara diam-diam dan senyap serta tersembunyi.

BACA JUGA:
Bergerak Senyap Tanpa Terdeteksi, Pasukan Elite Yudha Sakti Hancurkan Markas KKB Manfred Fatem&amp;nbsp;

Senjata tradisional khas Suku Dayak ini menjadi salah satu alternatif yang cukup menakutkan dalam menaklukkan lawan. Karena tak menimbulkan suara yang dapat diketahui oleh musuh, serta bisa digunakan untuk pertempuran jarak jauh.

BACA JUGA:
KKB Semakin Brutal, Jenderal Kopassus: Kampung di Nduga Kosong Ditinggal Warga Mengungsi

Salah satu kelebihan sumpit yaitu memiliki akurasi tembak mencapai ratusan meter. Penggunaan sumpit ini juga tidak merusak alam, karena bahan pembuatan yang alami.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pernah menerima Brevet Kehormatan Intai Tempur (Taipur).
Brevet itu disematkan oleh Danyon Satria Sandi Yudha Kostrad Mayor Inf Asis Kamaruddin Raha saat Maruli menjabat Pangkostrad, di Daerah Latihan Kostrad, Sanggabuana, Tegalwaru, Karawang, Sabtu 5 Maret 2022Penyematan brevet ini dimaksudkan untuk memberi gambaran arti penting keberadaan prajurit Taipur, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Satuan Taipur Kostrad.

Sebelum penyematan, para peserta terlebih dulu mengikuti latihan Taipur. Adapun latihannya antara lain, kemampuan menembak sniper dan menembak reaksi, menembak menggunakan senjata tradisional sumpit, memana, dan diakhiri dengan Pertempuran Jarak Dekat (PJD).

</content:encoded></item></channel></rss>
