<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Mus: Pilpres Bukan Urusan NU</title><description>Begitu nyebut pilpres, saya keluar. Itu bukan urusannya NU.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962354/gus-mus-pilpres-bukan-urusan-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962354/gus-mus-pilpres-bukan-urusan-nu"/><item><title>Gus Mus: Pilpres Bukan Urusan NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962354/gus-mus-pilpres-bukan-urusan-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962354/gus-mus-pilpres-bukan-urusan-nu</guid><pubDate>Senin 29 Januari 2024 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/29/337/2962354/gus-mus-pilpres-bukan-urusan-nu-2aEyUF4h3j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Mus (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/29/337/2962354/gus-mus-pilpres-bukan-urusan-nu-2aEyUF4h3j.jpg</image><title>Gus Mus (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengingatkan tugas Nahdlatul Ulama (NU) terus memperbaiki kinerja organisasi dan berupaya memenangkan Indonesia, bukan memenangkan Calon Presiden (Capres).

&amp;ldquo;Urusannya NU itu memperbaiki kinerja memenangkan Indonesia, bukan memenangkan capres,&amp;rdquo; kata Gus Mus dalam sambutannya pada pembukaan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama dan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (29/1/2024).


BACA JUGA:
Gus Yahya: Kita Harus Memacu Kinerja untuk Kemenangan Indonesia


Gus Mus awalnya mengaku awalnya ketar-ketir saat Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan. Gus Mus khawatir pidato mereka menyinggung soal pilpres. Meskipun, kekhawatiran Gus Mus itu tidak terjadi.

&amp;ldquo;Saya ini sudah ketir-ketir. Ketika ketua umum pidato, Rais Aam pidato, jangan-jangan nyinggung pilpres. Begitu nyebut pilpres, saya keluar. Itu bukan urusannya NU. Untungnya tidak,&amp;rdquo; ujar Gus Mus disambut tawa hadirin.


BACA JUGA:
Pesan Yenny Wahid pada Warga NU soal Pilpres: Ikuti Suara Hati


Pada kesempatan itu, Gus Mus yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu juga memimpin doa. Dia melangitkan harapan Indonesia beserta bangsanya dan NU bersama warganya dirahmati Allah swt.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan Allah merahmati Indonesia, Allah merahmati NU, Allah merahmati warga NU, Allah merahmati bangsa Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa NU harus berperan nyata, tidak bekerja seperti mengejar layangan putus yang hanya ikut beramai-ramai tanpa mendapatkan hasil.

&amp;ldquo;Kita harus memacu kinerja untuk mengawal kemenangan Indonesia karena di tengah tantangan sejarah berskala peradaban ini Indonesia harus menang supaya kita semua tetap berdaulat,&amp;rdquo; katanya.

Kemudian, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang juga hadir mengingatkan agar pengurus NU dapat mendengar dan menaati keputusan organisasi.


BACA JUGA:
Ganjar Siap Hadapi Debat Kelima Pilpres 2024


&amp;ldquo;Oleh karena itu di beberapa tempat saya sampaikan, ismau athiu. Sampaikan sam'an wa tho'atan karena itu pun sangat dipesankan Rasulullah SAW,&amp;rdquo; katanya.

Kiai Miftachul Akhyar mengutip Al-Qur'an surat al-Maidah ayat 7, &amp;ldquo;Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, Kami mendengar dan kami menaati. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Janji Allah baiat kita, perjanjian kita, kalau diikuti dengan sami'na wa atho'na ini kata Allah wadzkuru ni'matallah (ingatlah nikmat-nikmat Allah),&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengingatkan tugas Nahdlatul Ulama (NU) terus memperbaiki kinerja organisasi dan berupaya memenangkan Indonesia, bukan memenangkan Calon Presiden (Capres).

&amp;ldquo;Urusannya NU itu memperbaiki kinerja memenangkan Indonesia, bukan memenangkan capres,&amp;rdquo; kata Gus Mus dalam sambutannya pada pembukaan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama dan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (29/1/2024).


BACA JUGA:
Gus Yahya: Kita Harus Memacu Kinerja untuk Kemenangan Indonesia


Gus Mus awalnya mengaku awalnya ketar-ketir saat Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan. Gus Mus khawatir pidato mereka menyinggung soal pilpres. Meskipun, kekhawatiran Gus Mus itu tidak terjadi.

&amp;ldquo;Saya ini sudah ketir-ketir. Ketika ketua umum pidato, Rais Aam pidato, jangan-jangan nyinggung pilpres. Begitu nyebut pilpres, saya keluar. Itu bukan urusannya NU. Untungnya tidak,&amp;rdquo; ujar Gus Mus disambut tawa hadirin.


BACA JUGA:
Pesan Yenny Wahid pada Warga NU soal Pilpres: Ikuti Suara Hati


Pada kesempatan itu, Gus Mus yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu juga memimpin doa. Dia melangitkan harapan Indonesia beserta bangsanya dan NU bersama warganya dirahmati Allah swt.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan Allah merahmati Indonesia, Allah merahmati NU, Allah merahmati warga NU, Allah merahmati bangsa Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa NU harus berperan nyata, tidak bekerja seperti mengejar layangan putus yang hanya ikut beramai-ramai tanpa mendapatkan hasil.

&amp;ldquo;Kita harus memacu kinerja untuk mengawal kemenangan Indonesia karena di tengah tantangan sejarah berskala peradaban ini Indonesia harus menang supaya kita semua tetap berdaulat,&amp;rdquo; katanya.

Kemudian, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang juga hadir mengingatkan agar pengurus NU dapat mendengar dan menaati keputusan organisasi.


BACA JUGA:
Ganjar Siap Hadapi Debat Kelima Pilpres 2024


&amp;ldquo;Oleh karena itu di beberapa tempat saya sampaikan, ismau athiu. Sampaikan sam'an wa tho'atan karena itu pun sangat dipesankan Rasulullah SAW,&amp;rdquo; katanya.

Kiai Miftachul Akhyar mengutip Al-Qur'an surat al-Maidah ayat 7, &amp;ldquo;Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, Kami mendengar dan kami menaati. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Janji Allah baiat kita, perjanjian kita, kalau diikuti dengan sami'na wa atho'na ini kata Allah wadzkuru ni'matallah (ingatlah nikmat-nikmat Allah),&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
