<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cak Imin : Hari Ini Saya Mau Ketemu Pak Luhut, Mau Adu Data soal Tambang</title><description>Muhaimin Iskandar mengaku siap adu data soal pertambangan dengan Menko Luhut Panjaitan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962379/cak-imin-hari-ini-saya-mau-ketemu-pak-luhut-mau-adu-data-soal-tambang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962379/cak-imin-hari-ini-saya-mau-ketemu-pak-luhut-mau-adu-data-soal-tambang"/><item><title>Cak Imin : Hari Ini Saya Mau Ketemu Pak Luhut, Mau Adu Data soal Tambang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962379/cak-imin-hari-ini-saya-mau-ketemu-pak-luhut-mau-adu-data-soal-tambang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/29/337/2962379/cak-imin-hari-ini-saya-mau-ketemu-pak-luhut-mau-adu-data-soal-tambang</guid><pubDate>Senin 29 Januari 2024 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/29/337/2962379/cak-imin-hari-ini-saya-mau-ketemu-pak-luhut-mau-adu-data-soal-tambang-dF4uTSNG0K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muhaimin Iskandar dalam debat cawapres di JCC (Foto: MPI/Aldhi Chandra) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/29/337/2962379/cak-imin-hari-ini-saya-mau-ketemu-pak-luhut-mau-adu-data-soal-tambang-dF4uTSNG0K.jpg</image><title>Muhaimin Iskandar dalam debat cawapres di JCC (Foto: MPI/Aldhi Chandra) </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMS8xLzE3NjM3Ny81L3g4cm5qYTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Cawapres Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku siap bertemu Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan untuk beradu data soal hilirisasi pertambangan. Dia mempertanyakan apakah Luhut tahu tentang keseimbangan kemaslahatan dan kemudaratan soal tambang.



Cak Imin mengatakan, semakin hari semua orang menyaksikan fakta-fakta perubahan itu tak bisa ditunda, perubahan itu tak bisa dielakkan, dan semakin hari semakin nyata. Berbagai kerusakan terus dilakukan, seperti bagaimana rusaknya alam raya Indonesia karena kerakusan segelintir orang.



&quot;Saya hari-hari ini mau ketemu Pak Luhut, katanya mau adu data, apakah benar jumlah tambang-tambang kita maslahat dan mudaratnya gak imbang, ngerti maslahat atau mudarat ndak? Jangan-jangan Opung gak ngerti,&quot; ujar Cak Imin saat berkampanye di Purawisata, Yoggyakarta, Senin (29/1/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

TPM Ganjar-Mahfud: Mahfud MD On Fire, Gibran Cringe dan Cak Imin Better



Menuruthya, maslahat itu kemanfaatan, kemaslahatannya, sedangkan mudarat itu bahayanya. AMIN sendiri bertekad pembangunan yang benar adalah pembangunan yang maslahat, bukan pembangunan yang mudarat.



&quot;Contoh ya contoh contoh, nikel, ga usah ngomong batubara, itu masa lalu yang suram, nikel ini beberapa tahun terakhir ini dikelola habis-habisan, dentek-entekke, sampe saking akehe diekspor harganya nikel ambles-ambles, ga sabar, sabar dong karena pembangunan itu butuh keadilan, jangan kamu perkosa alam,&quot; tuturnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sentil Gibran, Cak Imin : Mau Telepon Tom Lembong, Ada yang Rindu Rupanya


Cak Imin menambahkan, pmbangunan itu butuh keadilan dan keadilan yang pertama yang penting adalah keadilan antargenerasi atau anak-anak. Dari hasil analisa, ternyata tambang nikel Indonesia tinggal 15 tahun, yang mana suatu hari Indonesia butuh nikel, justru Indonesia malah mengimpor nikel Indonesia sendiri dari negara lain.



&quot;Itu namanya mudarat karena itu perubahan yang harus kita lakukan adalah perubahan yang memberikan manfaat keadilan antargenerasi,&quot; katanya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMS8xLzE3NjM3Ny81L3g4cm5qYTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Cawapres Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku siap bertemu Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan untuk beradu data soal hilirisasi pertambangan. Dia mempertanyakan apakah Luhut tahu tentang keseimbangan kemaslahatan dan kemudaratan soal tambang.



Cak Imin mengatakan, semakin hari semua orang menyaksikan fakta-fakta perubahan itu tak bisa ditunda, perubahan itu tak bisa dielakkan, dan semakin hari semakin nyata. Berbagai kerusakan terus dilakukan, seperti bagaimana rusaknya alam raya Indonesia karena kerakusan segelintir orang.



&quot;Saya hari-hari ini mau ketemu Pak Luhut, katanya mau adu data, apakah benar jumlah tambang-tambang kita maslahat dan mudaratnya gak imbang, ngerti maslahat atau mudarat ndak? Jangan-jangan Opung gak ngerti,&quot; ujar Cak Imin saat berkampanye di Purawisata, Yoggyakarta, Senin (29/1/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

TPM Ganjar-Mahfud: Mahfud MD On Fire, Gibran Cringe dan Cak Imin Better



Menuruthya, maslahat itu kemanfaatan, kemaslahatannya, sedangkan mudarat itu bahayanya. AMIN sendiri bertekad pembangunan yang benar adalah pembangunan yang maslahat, bukan pembangunan yang mudarat.



&quot;Contoh ya contoh contoh, nikel, ga usah ngomong batubara, itu masa lalu yang suram, nikel ini beberapa tahun terakhir ini dikelola habis-habisan, dentek-entekke, sampe saking akehe diekspor harganya nikel ambles-ambles, ga sabar, sabar dong karena pembangunan itu butuh keadilan, jangan kamu perkosa alam,&quot; tuturnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sentil Gibran, Cak Imin : Mau Telepon Tom Lembong, Ada yang Rindu Rupanya


Cak Imin menambahkan, pmbangunan itu butuh keadilan dan keadilan yang pertama yang penting adalah keadilan antargenerasi atau anak-anak. Dari hasil analisa, ternyata tambang nikel Indonesia tinggal 15 tahun, yang mana suatu hari Indonesia butuh nikel, justru Indonesia malah mengimpor nikel Indonesia sendiri dari negara lain.



&quot;Itu namanya mudarat karena itu perubahan yang harus kita lakukan adalah perubahan yang memberikan manfaat keadilan antargenerasi,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
