<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa ITB Geruduk Gedung Rektorat, Protes Pembayaran UKT dengan Skema Pinjol</title><description>Para mahasiswa yang berunjuk rasa tersebut datang dengan mengenakan almamater ITB khas berwarna hijau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/29/525/2962335/mahasiswa-itb-geruduk-gedung-rektorat-protes-pembayaran-ukt-dengan-skema-pinjol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/29/525/2962335/mahasiswa-itb-geruduk-gedung-rektorat-protes-pembayaran-ukt-dengan-skema-pinjol"/><item><title>Mahasiswa ITB Geruduk Gedung Rektorat, Protes Pembayaran UKT dengan Skema Pinjol</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/29/525/2962335/mahasiswa-itb-geruduk-gedung-rektorat-protes-pembayaran-ukt-dengan-skema-pinjol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/29/525/2962335/mahasiswa-itb-geruduk-gedung-rektorat-protes-pembayaran-ukt-dengan-skema-pinjol</guid><pubDate>Senin 29 Januari 2024 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/29/525/2962335/mahasiswa-itb-geruduk-gedung-rektorat-protes-pembayaran-ukt-dengan-skema-pinjol-C0jfqiJGIW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswa ITB demo skema pembayaran lewat Pinjol (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/29/525/2962335/mahasiswa-itb-geruduk-gedung-rektorat-protes-pembayaran-ukt-dengan-skema-pinjol-C0jfqiJGIW.jpg</image><title>Mahasiswa ITB demo skema pembayaran lewat Pinjol (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNi8xLzE3NjU3Mi81L3g4cnQ4aDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Ratusan mahasiswa ITB menggeruduk Gedung Rektorat ITB, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin (29/1/2024). Mereka memprotes pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan skema pinjaman online (pinjol) yang menuai polemik belakangan ini.
Para mahasiswa yang berunjuk rasa tersebut datang dengan mengenakan almamater ITB khas berwarna hijau.
Mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan. Seperti 'Danacita Hapus Cita-cita', 'Pendidikan Harus Membebaskan Bukan Menjajah Finansial', hingga 'Institut tapi Pinjol'. Tampak pula, beberapa perwakilan dari mahasiswa sempat berbincang dengan perwakilan rektorat di luar gedung.

BACA JUGA:
Mahasiswa ITB Minta Skema Bayar Uang Kuliah Pakai Pinjol Dihapus!

Sampai saat ini, mahasiswa masih duduk di depan rektorat. Mereka secara bergantian menyampaikan orasi. Wakil Menko Sospol KM ITB, Mikail Dhafin, mengatakan bahwa aksi yang digelar oleh mahasiswa merupakan bukti ITB sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
&quot;Mahasiswa disuruh pinjol, setuju gak?&quot; tanya Mikail.
&quot;Enggak,&quot; kata massa.

BACA JUGA:
Demo soal Bayar UKT via Pinjol, Ini 4 Poin Tuntutan Mahasiswa ITB

Mikail menyatakan, mahasiswa datang untuk menemui pihak rektorat. Dia menyayangkan pendidikan yang mestinya dapat membebaskan akal sehat malah menjajah finansial mahasiswa dengan menganjurkan mahasiswa menggunakan pinjol untuk membayar UKT.
&quot;Ini adalah kampus di mana setiap pertanyaan harus ada jawabnya, maka rektorat harus menjawab pertanyaan kita,&quot; ujar Mikail.Dalam rilis yang diterima wartawan, mahasiswa mengajukan empat poin tuntutan. Berikut ini empat tuntutan itu:

1. Memaksimalkan sumber (beasiswa) dan skema (keringanan dan cicilan UKT) penyelenggaraan dana lainnya yang tidak memberatkan mahasiswa;

2. Menyelenggarakan kebijakan yang transparan dan berkeadilan;

3. Menghapus opsi penyelenggaraan dana berupa pinjaman online berbunga;

4. Menjamin seluruh mahasiswa ITB untuk dapat mengisi FRS dan mendownload KSM.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNi8xLzE3NjU3Mi81L3g4cnQ4aDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Ratusan mahasiswa ITB menggeruduk Gedung Rektorat ITB, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin (29/1/2024). Mereka memprotes pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan skema pinjaman online (pinjol) yang menuai polemik belakangan ini.
Para mahasiswa yang berunjuk rasa tersebut datang dengan mengenakan almamater ITB khas berwarna hijau.
Mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan. Seperti 'Danacita Hapus Cita-cita', 'Pendidikan Harus Membebaskan Bukan Menjajah Finansial', hingga 'Institut tapi Pinjol'. Tampak pula, beberapa perwakilan dari mahasiswa sempat berbincang dengan perwakilan rektorat di luar gedung.

BACA JUGA:
Mahasiswa ITB Minta Skema Bayar Uang Kuliah Pakai Pinjol Dihapus!

Sampai saat ini, mahasiswa masih duduk di depan rektorat. Mereka secara bergantian menyampaikan orasi. Wakil Menko Sospol KM ITB, Mikail Dhafin, mengatakan bahwa aksi yang digelar oleh mahasiswa merupakan bukti ITB sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
&quot;Mahasiswa disuruh pinjol, setuju gak?&quot; tanya Mikail.
&quot;Enggak,&quot; kata massa.

BACA JUGA:
Demo soal Bayar UKT via Pinjol, Ini 4 Poin Tuntutan Mahasiswa ITB

Mikail menyatakan, mahasiswa datang untuk menemui pihak rektorat. Dia menyayangkan pendidikan yang mestinya dapat membebaskan akal sehat malah menjajah finansial mahasiswa dengan menganjurkan mahasiswa menggunakan pinjol untuk membayar UKT.
&quot;Ini adalah kampus di mana setiap pertanyaan harus ada jawabnya, maka rektorat harus menjawab pertanyaan kita,&quot; ujar Mikail.Dalam rilis yang diterima wartawan, mahasiswa mengajukan empat poin tuntutan. Berikut ini empat tuntutan itu:

1. Memaksimalkan sumber (beasiswa) dan skema (keringanan dan cicilan UKT) penyelenggaraan dana lainnya yang tidak memberatkan mahasiswa;

2. Menyelenggarakan kebijakan yang transparan dan berkeadilan;

3. Menghapus opsi penyelenggaraan dana berupa pinjaman online berbunga;

4. Menjamin seluruh mahasiswa ITB untuk dapat mengisi FRS dan mendownload KSM.



</content:encoded></item></channel></rss>
