<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apakah Israel Setuju dengan Two State Solution?</title><description>Perang telah menewaskan lebih dari 25.000 orang dan ribuan terluka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/30/18/2962908/apakah-israel-setuju-dengan-two-state-solution</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/30/18/2962908/apakah-israel-setuju-dengan-two-state-solution"/><item><title>Apakah Israel Setuju dengan Two State Solution?</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/30/18/2962908/apakah-israel-setuju-dengan-two-state-solution</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/30/18/2962908/apakah-israel-setuju-dengan-two-state-solution</guid><pubDate>Selasa 30 Januari 2024 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ludwina Andhara Herawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/30/18/2962908/apakah-israel-setuju-dengan-two-state-solution-QHx9Q0DVwW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apakah Israel setuju dengan two state solution? (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/30/18/2962908/apakah-israel-setuju-dengan-two-state-solution-QHx9Q0DVwW.jpg</image><title>Apakah Israel setuju dengan two state solution? (Foto: Reuters)</title></images><description>
ISRAEL - Perang Israel-Hamas yang terjadi di Gaza, Palestina selama beberapa waktu ini terus membetot perhatian banyak mata di seluruh negara. Perang telah menewaskan lebih dari 25.000 orang dan ribuan terluka. Banyak pihak yang berharap segera terjadi kedamaian di tanah yang telah terkoyak oleh darah dan pertikaian itu.
Melansir The Guardian, dengan latar belakang kekerasan dan militer selama lebih dari setengah abad, para diplomat dan analis sepakat, bahwa perdamaian antara Israel-Palestina harus terjadi.

Dalam rangka mencapai perdamaian antara Israel-Palestina, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendukung kesepakatan yang disebut sebagai Solusi Dua Negara atau Two State Solution.


BACA JUGA:
Apakah Israel Akan Patuhi Keputusan Pengadilan Internasional Soal Perang Gaza?

Solusi Dua Negara menjadi pedoman agar Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan, sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Namun sayangnya solusi ini tidak mungkin tercapai.


BACA JUGA:
Sekjen PBB Berharap Israel Patuhi Keputusan Pengadilan Internasional Soal Perang Gaza

Hal ini dikemukakan setelah terjadinya perundingan oleh John Kerry pada 2014, dan dengan adanya perkembangan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Tidak hanya itu, diketahui Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah berulang kali dengan tegas menolak usulan Solusi Dua Negara.

Menurut Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Israel telah menolak dengan jelas dan berulang-ulang terhadap solusi dua negara, dari kutipan United Nations.
Guterres menambahkan, jika penolakan terhadap solusi dua negara dan hak kenegaraan rakyat Palestina akan memperpanjang konflik tanpa batas waktu. Hal ini dapat menjadi ancaman besar bagi keamanan dan perdamaian dunia secara global.



Duta Besar Israel, Gilad Erdan, mengatakan sejak Hamas berkuasa di Gaza, daerah tersebut berubah menjadi 'mesin perang'. Berkuasanya Hamas di wilayah tersebut, berakibat pada ancaman terhadap keberadaan Israel.



Erdan mengatakan, jika Hamas menyerahkan pelaku serangan terhadap Israel dan melepaskan para sandera yang ditahan, maka perang tersebut dapat segera berakhir.



Erdan menambahkan, bahwa Israel akan mempertahankan masa depannya, dan mengklaim bahwa konflik yang terjadi telah direncanakan. Tidak hanya itu, ia menambahkan bahwa Houthi tidak akan memiliki senjata untuk menyerang kapal-kapal di Laut Merah, tanpa bantuan Iran.

</description><content:encoded>
ISRAEL - Perang Israel-Hamas yang terjadi di Gaza, Palestina selama beberapa waktu ini terus membetot perhatian banyak mata di seluruh negara. Perang telah menewaskan lebih dari 25.000 orang dan ribuan terluka. Banyak pihak yang berharap segera terjadi kedamaian di tanah yang telah terkoyak oleh darah dan pertikaian itu.
Melansir The Guardian, dengan latar belakang kekerasan dan militer selama lebih dari setengah abad, para diplomat dan analis sepakat, bahwa perdamaian antara Israel-Palestina harus terjadi.

Dalam rangka mencapai perdamaian antara Israel-Palestina, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendukung kesepakatan yang disebut sebagai Solusi Dua Negara atau Two State Solution.


BACA JUGA:
Apakah Israel Akan Patuhi Keputusan Pengadilan Internasional Soal Perang Gaza?

Solusi Dua Negara menjadi pedoman agar Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan, sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Namun sayangnya solusi ini tidak mungkin tercapai.


BACA JUGA:
Sekjen PBB Berharap Israel Patuhi Keputusan Pengadilan Internasional Soal Perang Gaza

Hal ini dikemukakan setelah terjadinya perundingan oleh John Kerry pada 2014, dan dengan adanya perkembangan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Tidak hanya itu, diketahui Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah berulang kali dengan tegas menolak usulan Solusi Dua Negara.

Menurut Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Israel telah menolak dengan jelas dan berulang-ulang terhadap solusi dua negara, dari kutipan United Nations.
Guterres menambahkan, jika penolakan terhadap solusi dua negara dan hak kenegaraan rakyat Palestina akan memperpanjang konflik tanpa batas waktu. Hal ini dapat menjadi ancaman besar bagi keamanan dan perdamaian dunia secara global.



Duta Besar Israel, Gilad Erdan, mengatakan sejak Hamas berkuasa di Gaza, daerah tersebut berubah menjadi 'mesin perang'. Berkuasanya Hamas di wilayah tersebut, berakibat pada ancaman terhadap keberadaan Israel.



Erdan mengatakan, jika Hamas menyerahkan pelaku serangan terhadap Israel dan melepaskan para sandera yang ditahan, maka perang tersebut dapat segera berakhir.



Erdan menambahkan, bahwa Israel akan mempertahankan masa depannya, dan mengklaim bahwa konflik yang terjadi telah direncanakan. Tidak hanya itu, ia menambahkan bahwa Houthi tidak akan memiliki senjata untuk menyerang kapal-kapal di Laut Merah, tanpa bantuan Iran.

</content:encoded></item></channel></rss>
