<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Momen Peneliti Asal Belanda Kagum dengan Sejarah Banda Neira, Begini Kata Ganjar Pranowo   </title><description>Momen menarik terjadi kala Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo berkunjung ke Pulau Banda Neira&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/30/340/2962791/momen-peneliti-asal-belanda-kagum-dengan-sejarah-banda-neira-begini-kata-ganjar-pranowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/30/340/2962791/momen-peneliti-asal-belanda-kagum-dengan-sejarah-banda-neira-begini-kata-ganjar-pranowo"/><item><title> Momen Peneliti Asal Belanda Kagum dengan Sejarah Banda Neira, Begini Kata Ganjar Pranowo   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/30/340/2962791/momen-peneliti-asal-belanda-kagum-dengan-sejarah-banda-neira-begini-kata-ganjar-pranowo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/30/340/2962791/momen-peneliti-asal-belanda-kagum-dengan-sejarah-banda-neira-begini-kata-ganjar-pranowo</guid><pubDate>Selasa 30 Januari 2024 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/30/340/2962791/momen-peneliti-asal-belanda-kagum-dengan-sejarah-banda-neira-begini-kata-ganjar-pranowo-Y4bSohjegG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo bersama Periset dari Belanda (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/30/340/2962791/momen-peneliti-asal-belanda-kagum-dengan-sejarah-banda-neira-begini-kata-ganjar-pranowo-Y4bSohjegG.jpg</image><title>Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo bersama Periset dari Belanda (foto: dok ist)</title></images><description>

AMBON - Momen menarik terjadi kala Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo berkunjung ke Pulau Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Selasa (30/1/2024).

Pasalnya, ada salah satu periset asal Belanda yang menghampiri Ganjar saat berkunjung ke Pelabuhan Lamani dan pasar tradisional yang ada di sana. Momentum itu, dimanfaatkan periset itu untuk menyampaikan kekagumannya terhadap Banda Meira kepada capres yang didukung Partai Perindo.

&quot;Di Banda Neira sini banyak sejarah, sangat menarik,&quot; tutur seorang pria yang merupakan periset dari Belanda itu.

BACA JUGA:
 Berkunjung ke Banda Neira, Ganjar Didoakan Terpilih Menjadi Presiden dan Diberi Dua Buku&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Merespon itu, Ganjar pun langsung berkata bahwa di Banda Neira banyak bangunan yang ditinggalkan oleh Belanda. Sang periset itu pun lantas berkata ada sejarah kelam yang ditinggalkan Belanda.

Lantas, Ganjar pun mengapresiasi periset itu untuk menggali nilai sejarah di Banda Neira. Ia pun merasa akan sangat bagus bila pemerintah Belanda mengetahui hasil riset tersebut.

&quot;Ya tentu saja, saya kira akan sangat bagus hasil riset ini, ketika Belanda kemudian tahu kondisinya dan kelak kemudian membantu,&quot; tutur Ganjar.

&quot;Ya, terima kasih,&quot; timpal periset asal Belanda itu.

BACA JUGA:
Kagum Akan Nilai Sejarah Perjuangan Indonesia, Ganjar: Sjahrir Bilang Jangan Mati Sebelum ke Banda Neira
</description><content:encoded>

AMBON - Momen menarik terjadi kala Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo berkunjung ke Pulau Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Selasa (30/1/2024).

Pasalnya, ada salah satu periset asal Belanda yang menghampiri Ganjar saat berkunjung ke Pelabuhan Lamani dan pasar tradisional yang ada di sana. Momentum itu, dimanfaatkan periset itu untuk menyampaikan kekagumannya terhadap Banda Meira kepada capres yang didukung Partai Perindo.

&quot;Di Banda Neira sini banyak sejarah, sangat menarik,&quot; tutur seorang pria yang merupakan periset dari Belanda itu.

BACA JUGA:
 Berkunjung ke Banda Neira, Ganjar Didoakan Terpilih Menjadi Presiden dan Diberi Dua Buku&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Merespon itu, Ganjar pun langsung berkata bahwa di Banda Neira banyak bangunan yang ditinggalkan oleh Belanda. Sang periset itu pun lantas berkata ada sejarah kelam yang ditinggalkan Belanda.

Lantas, Ganjar pun mengapresiasi periset itu untuk menggali nilai sejarah di Banda Neira. Ia pun merasa akan sangat bagus bila pemerintah Belanda mengetahui hasil riset tersebut.

&quot;Ya tentu saja, saya kira akan sangat bagus hasil riset ini, ketika Belanda kemudian tahu kondisinya dan kelak kemudian membantu,&quot; tutur Ganjar.

&quot;Ya, terima kasih,&quot; timpal periset asal Belanda itu.

BACA JUGA:
Kagum Akan Nilai Sejarah Perjuangan Indonesia, Ganjar: Sjahrir Bilang Jangan Mati Sebelum ke Banda Neira
</content:encoded></item></channel></rss>
