<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GMKI Dukung Pemilu Damai dan Tanpa Hoaks</title><description>Hulu meminta kepada cabang-cabang GMKI Se-Tanah Air untuk tidak terprovokasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/31/337/2963564/gmki-dukung-pemilu-damai-dan-tanpa-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/31/337/2963564/gmki-dukung-pemilu-damai-dan-tanpa-hoaks"/><item><title>GMKI Dukung Pemilu Damai dan Tanpa Hoaks</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/31/337/2963564/gmki-dukung-pemilu-damai-dan-tanpa-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/31/337/2963564/gmki-dukung-pemilu-damai-dan-tanpa-hoaks</guid><pubDate>Rabu 31 Januari 2024 19:36 WIB</pubDate><dc:creator>Nadiyah Aulia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/31/337/2963564/gmki-dukung-pemilu-damai-dan-tanpa-hoaks-LboMCDu5Oa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gamki Dukung Pemilu Damai/Ilustrasi okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/31/337/2963564/gmki-dukung-pemilu-damai-dan-tanpa-hoaks-LboMCDu5Oa.jpg</image><title>Gamki Dukung Pemilu Damai/Ilustrasi okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY3Mi81L3g4cnZ4ang=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menanggapi flyer yang viral di media sosial, yaitu 100 ribu mahasiswa melakukan unjuk rasa di Istana Presien, pada Kamis, 1 Februari 2024.
&quot;GMKI tidak tahu sama sekali perihal poster digital yang menghebohkan media sosial itu,&amp;rdquo; ujar Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Artinus Hulu, Rabu (1/31/2024).
&amp;ldquo;Banyak juga organisasi dan BEM yang logonya juga dicatut dalam selebaran gelap tersebut,&quot; tambah Artinus Hulu.

BACA JUGA:
Link Download Aplikasi Sirekap Pemilu 2024 dan Cara Daftar Akun Sirekap Via Mobile 2024

&amp;ldquo;Kami pastikan bahwa instruksi tersebut bukan dari Pengurus Pusat GMKI,&quot; ujar mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Indonesia ini.
Hulu meminta kepada cabang-cabang GMKI Se-Tanah Air untuk tidak terprovokasi dengan flyer yang beredar.
&quot;Kader-kader harus melawan informasi hoaks yang meresahkan masyarakat ini, dan konsisten menjaga nilai-nilai serta nama baik organisasi,&quot; kata Hulu.

BACA JUGA:
 Kaops NCS Polri Sowan ke Gus Baha, Doakan Pemilu 2024 Berlangsung Aman dan Damai&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Hulu, organisasi mahasiswa harus selalu kritis memberikan masukan yang objektif dan progresif kepada pemerintah dan masyarakat.
&quot;Sebagai generasi intelektual yang sudah berproses di organisasi dan di kampus, mahasiswa harus selalu kritis melihat kondisi sekitarnya. Namun ada cara-cara yang elegan dalam menyampaikan kritik atau saran kepada pemerintahan hari ini,&quot; jelas Artinus Hulu.
Hulu menduga, ada kelompok-kelompok yang ingin mengklaim gerakan mahasiswa untuk membangun framing ketidakpercayaan publik.&quot;Gerakan mahasiswa dijadikan komoditi politik untuk kepentingan sesaat kelompok tertentu. Kami mengajak para mahasiswa untuk tetap independen, jangan mudah dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu,&quot; kata Hulu.

Kelompok mahasiswa, lanjut Hulu, memiliki tugas yang sama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang partisipasi Pemilu, mendukung proses Pemilu yang damai, bersih, jujur, santun, dan bersahabat.

&quot;Mari kita percayakan KPU, Bawaslu, Polri, TNI, dan semua pihak terkait dapat menjalankan proses Pemilu dengan sebaik mungkin,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY3Mi81L3g4cnZ4ang=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menanggapi flyer yang viral di media sosial, yaitu 100 ribu mahasiswa melakukan unjuk rasa di Istana Presien, pada Kamis, 1 Februari 2024.
&quot;GMKI tidak tahu sama sekali perihal poster digital yang menghebohkan media sosial itu,&amp;rdquo; ujar Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Artinus Hulu, Rabu (1/31/2024).
&amp;ldquo;Banyak juga organisasi dan BEM yang logonya juga dicatut dalam selebaran gelap tersebut,&quot; tambah Artinus Hulu.

BACA JUGA:
Link Download Aplikasi Sirekap Pemilu 2024 dan Cara Daftar Akun Sirekap Via Mobile 2024

&amp;ldquo;Kami pastikan bahwa instruksi tersebut bukan dari Pengurus Pusat GMKI,&quot; ujar mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Indonesia ini.
Hulu meminta kepada cabang-cabang GMKI Se-Tanah Air untuk tidak terprovokasi dengan flyer yang beredar.
&quot;Kader-kader harus melawan informasi hoaks yang meresahkan masyarakat ini, dan konsisten menjaga nilai-nilai serta nama baik organisasi,&quot; kata Hulu.

BACA JUGA:
 Kaops NCS Polri Sowan ke Gus Baha, Doakan Pemilu 2024 Berlangsung Aman dan Damai&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Hulu, organisasi mahasiswa harus selalu kritis memberikan masukan yang objektif dan progresif kepada pemerintah dan masyarakat.
&quot;Sebagai generasi intelektual yang sudah berproses di organisasi dan di kampus, mahasiswa harus selalu kritis melihat kondisi sekitarnya. Namun ada cara-cara yang elegan dalam menyampaikan kritik atau saran kepada pemerintahan hari ini,&quot; jelas Artinus Hulu.
Hulu menduga, ada kelompok-kelompok yang ingin mengklaim gerakan mahasiswa untuk membangun framing ketidakpercayaan publik.&quot;Gerakan mahasiswa dijadikan komoditi politik untuk kepentingan sesaat kelompok tertentu. Kami mengajak para mahasiswa untuk tetap independen, jangan mudah dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu,&quot; kata Hulu.

Kelompok mahasiswa, lanjut Hulu, memiliki tugas yang sama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang partisipasi Pemilu, mendukung proses Pemilu yang damai, bersih, jujur, santun, dan bersahabat.

&quot;Mari kita percayakan KPU, Bawaslu, Polri, TNI, dan semua pihak terkait dapat menjalankan proses Pemilu dengan sebaik mungkin,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
