<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mundurnya Mahfud MD Ingatkan Menteri Lain Ada Masalah Moralitas Jika Bertahan</title><description>Langkah Mahfud MD untuk mundur daei jabatan Menko Polhukam merupakan bentuk gerakan moralitas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/01/337/2963781/mundurnya-mahfud-md-ingatkan-menteri-lain-ada-masalah-moralitas-jika-bertahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/01/337/2963781/mundurnya-mahfud-md-ingatkan-menteri-lain-ada-masalah-moralitas-jika-bertahan"/><item><title>Mundurnya Mahfud MD Ingatkan Menteri Lain Ada Masalah Moralitas Jika Bertahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/01/337/2963781/mundurnya-mahfud-md-ingatkan-menteri-lain-ada-masalah-moralitas-jika-bertahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/01/337/2963781/mundurnya-mahfud-md-ingatkan-menteri-lain-ada-masalah-moralitas-jika-bertahan</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2024 09:24 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/337/2963781/mundurnya-mahfud-md-ingatkan-menteri-lain-ada-masalah-moralitas-jika-bertahan-J75cvuFS8l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/337/2963781/mundurnya-mahfud-md-ingatkan-menteri-lain-ada-masalah-moralitas-jika-bertahan-J75cvuFS8l.jpg</image><title>Mahfud MD (Foto: Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMS8xLzE3Njc2OS81L3g4cnl3dTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Pakar Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Henri Subiakto menilai, langkah Mahfud MD untuk mundur daei jabatan Menko Polhukam merupakan bentuk gerakan moralitas.

Ia pun melihat, langkah Mahfud untuk mundir juga sebagai pengingat bagi menteri lain yang masih bertahan di Kabiner Indonesia Maju (KIM).


BACA JUGA:
Hajatan Rakyat dan Doa Bersama di Amerika Serikat untuk Menangkan Ganjar-Mahfud


&quot;Sebagai gerakan moral, mundurnya Mahfud dari kabinet, punya makna mengingatkan pada menteri-menteri lain, bahwa ada masalah moralitas jika tetap bertahan di pemerintahan yang presidennya sudah mengabaikan etika, melanggar kepatutan, bahkan merekayasa regulasi UU lewat keputusan di MK, serta mengabaikan rasa keadilan di masyarakat dalam berpolitik,&quot; ujar Henry dalam keterangan tertulis, Kamis (1/2/2024).

Dengan mundur, kata Henry, Mahfud MD tidak mendukung pelanggaran adab bernegara yang sudah dan sedang berlangsung. Untuk itu, ia merasa, mundurnya Mahfud merupakan pesan untuk rakyat sekaligus untuk menteri lain.


BACA JUGA:
Sandiaga Apresiasi Mundurnya Mahfud MD: Bukan Sekadar Jabatan yang Diperjuangakan


&quot;Termasuk pada menteri-menteri dari PKB, anak buah Cak Imin, misalnya. Sejak awal mereka mengatakan, paslon Anies-Imin itu simbol Perubahan. Tapi sampai sekarang menteri-menteri dari koalisi perubahan tersebut masih adem sebagai anak buah Jokowi di pemerintahan. Itu terkesan tak hanya inkonsisten, tapi juga dinilai oportunis,&quot; kata Henry.

&quot;Begitu pula Menteri dari Nasdem, tetap menjabat, tak beda dengan menteri-menteri pendukung koalisi Prabowo. Padahal Nasdem dan PKB itu sudah mendeklarasikan sebagai bagian dari antitesis Jokowi. Lalu apa bedanya dengan Prabowo dan menteri-menteri dari Golkar dan PAN?&quot; imbuhnya.Lebih lanjut, Henry berkata, persoalan moral dalam berpolitik itu bukan hal sederhana, melainkan masalah mendasar. Salah satunya seperti komitmen penghormatan pada norma agama, norma adab kepatutan, etika dan tata krama berpolitik bagi bangsa besar ini. Ini yang sekarang sedang dicontohkan oleh seorang Mahfud MD.

&quot;Persoalannya maukah para menteri meninggalkan jabatan yang empuk dan membawa banyak kenikmatan? Rakyat yang akan melihat dan menilai,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMS8xLzE3Njc2OS81L3g4cnl3dTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Pakar Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Henri Subiakto menilai, langkah Mahfud MD untuk mundur daei jabatan Menko Polhukam merupakan bentuk gerakan moralitas.

Ia pun melihat, langkah Mahfud untuk mundir juga sebagai pengingat bagi menteri lain yang masih bertahan di Kabiner Indonesia Maju (KIM).


BACA JUGA:
Hajatan Rakyat dan Doa Bersama di Amerika Serikat untuk Menangkan Ganjar-Mahfud


&quot;Sebagai gerakan moral, mundurnya Mahfud dari kabinet, punya makna mengingatkan pada menteri-menteri lain, bahwa ada masalah moralitas jika tetap bertahan di pemerintahan yang presidennya sudah mengabaikan etika, melanggar kepatutan, bahkan merekayasa regulasi UU lewat keputusan di MK, serta mengabaikan rasa keadilan di masyarakat dalam berpolitik,&quot; ujar Henry dalam keterangan tertulis, Kamis (1/2/2024).

Dengan mundur, kata Henry, Mahfud MD tidak mendukung pelanggaran adab bernegara yang sudah dan sedang berlangsung. Untuk itu, ia merasa, mundurnya Mahfud merupakan pesan untuk rakyat sekaligus untuk menteri lain.


BACA JUGA:
Sandiaga Apresiasi Mundurnya Mahfud MD: Bukan Sekadar Jabatan yang Diperjuangakan


&quot;Termasuk pada menteri-menteri dari PKB, anak buah Cak Imin, misalnya. Sejak awal mereka mengatakan, paslon Anies-Imin itu simbol Perubahan. Tapi sampai sekarang menteri-menteri dari koalisi perubahan tersebut masih adem sebagai anak buah Jokowi di pemerintahan. Itu terkesan tak hanya inkonsisten, tapi juga dinilai oportunis,&quot; kata Henry.

&quot;Begitu pula Menteri dari Nasdem, tetap menjabat, tak beda dengan menteri-menteri pendukung koalisi Prabowo. Padahal Nasdem dan PKB itu sudah mendeklarasikan sebagai bagian dari antitesis Jokowi. Lalu apa bedanya dengan Prabowo dan menteri-menteri dari Golkar dan PAN?&quot; imbuhnya.Lebih lanjut, Henry berkata, persoalan moral dalam berpolitik itu bukan hal sederhana, melainkan masalah mendasar. Salah satunya seperti komitmen penghormatan pada norma agama, norma adab kepatutan, etika dan tata krama berpolitik bagi bangsa besar ini. Ini yang sekarang sedang dicontohkan oleh seorang Mahfud MD.

&quot;Persoalannya maukah para menteri meninggalkan jabatan yang empuk dan membawa banyak kenikmatan? Rakyat yang akan melihat dan menilai,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
