<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Eksekusi Mati Pasangan yang Lempar 2 Balita dari Jendela Apartemen hingga Tewas</title><description>Mahkamah Agung China atau Tiongkok menyebut motif pasangan tersebut sangat jahat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964629/china-eksekusi-mati-pasangan-yang-lempar-2-balita-dari-jendela-apartemen-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964629/china-eksekusi-mati-pasangan-yang-lempar-2-balita-dari-jendela-apartemen-hingga-tewas"/><item><title>China Eksekusi Mati Pasangan yang Lempar 2 Balita dari Jendela Apartemen hingga Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964629/china-eksekusi-mati-pasangan-yang-lempar-2-balita-dari-jendela-apartemen-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964629/china-eksekusi-mati-pasangan-yang-lempar-2-balita-dari-jendela-apartemen-hingga-tewas</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 18:22 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/18/2964629/china-eksekusi-mati-pasangan-yang-lempar-2-balita-dari-jendela-apartemen-hingga-tewas-LYVQqQBfKr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">China eksekusi mati pasangan yang lempar 2 balita dari jendela apartemen hingga tewas (Foto: Weibo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/18/2964629/china-eksekusi-mati-pasangan-yang-lempar-2-balita-dari-jendela-apartemen-hingga-tewas-LYVQqQBfKr.jpg</image><title>China eksekusi mati pasangan yang lempar 2 balita dari jendela apartemen hingga tewas (Foto: Weibo)</title></images><description>CHINA - China mengeksekusi mati pasangan yang melemparkan dua anak mereka ke luar jendela sebuah gedung apartemen.
Ayah dari anak-anak tersebut Zhang Bo dan Ye Chengchen sebelumnya dinyatakan bersalah membunuh anak perempuan berusia dua tahun dan anak laki-laki berusia satu tahun pada 2020.
Mahkamah Agung China atau Tiongkok menyebut motif pasangan tersebut sangat jahat, dan menyoroti metode pembunuhan yang kejam yang mereka lakukan.


BACA JUGA:
Joe Biden Resah dengan Eksekusi Mati Pakai Gas Nitrogen

Pasangan itu dieksekusi di kota barat daya Chongqing pada Rabu (31/1/2024). Tidak jelas bagaimana eksekusi tersebut dilakukan, meskipun hukuman mati di Tiongkok sebagian besar dilakukan dengan suntikan mematikan atau regu tembak.


BACA JUGA:
PBB dan Uni Eropa Kutuk Keras Eksekusi Mati dengan Gas Nitrogen di AS

Pengadilan menyatakan  Zhang memulai affair atau hubungan terlarang dengan Ye tanpa memberi tahu dia tentang status perkawinannya,  namun Ye terus menemuinya setelah mengetahui informasi yang sebenarnya.
Zhang mulai berselingkuh dengan Ye dan kemudian menceraikan istrinya, kemudian berkonspirasi untuk membunuh anak-anaknya.

Setelah Zhang menceraikan istrinya pada Februari 2020, Ye masih melihat kedua anaknya sebagai hambatan baginya untuk menikah dengan Zhang dan beban bagi kehidupan mereka di masa depan.
Menurut pengadilan, Ye berulang kali mengancam Zhang untuk melakukan pembunuhan, yang mereka rencanakan sebagai pembunuhan yang tidak disengaja.
Pada 2 November 2020, Zhang melemparkan anak-anaknya keluar jendela apartemennya dari lantai 15.
Berita tentang eksekusi mereka dengan cepat menjadi trending di situs media sosial Tiongkok, Weibo, dan menarik ratusan juta penayangan.



&amp;ldquo;Mereka benar-benar pantas mendapatkannya atas kejahatan mereka,&amp;rdquo; kata salah satu komentar di Weibo yang telah dibaca lebih dari 30 ribu kali.



&amp;ldquo;Semoga anak-anak hanya mendapatkan kedamaian dan kegembiraan di kehidupan selanjutnya&amp;rdquo; tulis komentar lainnya.



Chen Meilin, ibu dari dua anak tersebut, mengatakan pada Kamis (1/2/2024) malam bahwa mimpi buruk yang menyiksa keluarga itu selama lebih dari tiga tahun akhirnya terjadi.



Berita ini muncul pada hari yang sama dengan eksekusi besar lainnya terhadap Wu Xieyu. Yakni seorang mahasiswa elit yang dinyatakan bersalah membunuh ibunya dengan berulang kali memukulnya dengan dumbbell pada 2015.

</description><content:encoded>CHINA - China mengeksekusi mati pasangan yang melemparkan dua anak mereka ke luar jendela sebuah gedung apartemen.
Ayah dari anak-anak tersebut Zhang Bo dan Ye Chengchen sebelumnya dinyatakan bersalah membunuh anak perempuan berusia dua tahun dan anak laki-laki berusia satu tahun pada 2020.
Mahkamah Agung China atau Tiongkok menyebut motif pasangan tersebut sangat jahat, dan menyoroti metode pembunuhan yang kejam yang mereka lakukan.


BACA JUGA:
Joe Biden Resah dengan Eksekusi Mati Pakai Gas Nitrogen

Pasangan itu dieksekusi di kota barat daya Chongqing pada Rabu (31/1/2024). Tidak jelas bagaimana eksekusi tersebut dilakukan, meskipun hukuman mati di Tiongkok sebagian besar dilakukan dengan suntikan mematikan atau regu tembak.


BACA JUGA:
PBB dan Uni Eropa Kutuk Keras Eksekusi Mati dengan Gas Nitrogen di AS

Pengadilan menyatakan  Zhang memulai affair atau hubungan terlarang dengan Ye tanpa memberi tahu dia tentang status perkawinannya,  namun Ye terus menemuinya setelah mengetahui informasi yang sebenarnya.
Zhang mulai berselingkuh dengan Ye dan kemudian menceraikan istrinya, kemudian berkonspirasi untuk membunuh anak-anaknya.

Setelah Zhang menceraikan istrinya pada Februari 2020, Ye masih melihat kedua anaknya sebagai hambatan baginya untuk menikah dengan Zhang dan beban bagi kehidupan mereka di masa depan.
Menurut pengadilan, Ye berulang kali mengancam Zhang untuk melakukan pembunuhan, yang mereka rencanakan sebagai pembunuhan yang tidak disengaja.
Pada 2 November 2020, Zhang melemparkan anak-anaknya keluar jendela apartemennya dari lantai 15.
Berita tentang eksekusi mereka dengan cepat menjadi trending di situs media sosial Tiongkok, Weibo, dan menarik ratusan juta penayangan.



&amp;ldquo;Mereka benar-benar pantas mendapatkannya atas kejahatan mereka,&amp;rdquo; kata salah satu komentar di Weibo yang telah dibaca lebih dari 30 ribu kali.



&amp;ldquo;Semoga anak-anak hanya mendapatkan kedamaian dan kegembiraan di kehidupan selanjutnya&amp;rdquo; tulis komentar lainnya.



Chen Meilin, ibu dari dua anak tersebut, mengatakan pada Kamis (1/2/2024) malam bahwa mimpi buruk yang menyiksa keluarga itu selama lebih dari tiga tahun akhirnya terjadi.



Berita ini muncul pada hari yang sama dengan eksekusi besar lainnya terhadap Wu Xieyu. Yakni seorang mahasiswa elit yang dinyatakan bersalah membunuh ibunya dengan berulang kali memukulnya dengan dumbbell pada 2015.

</content:encoded></item></channel></rss>
