<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketok Palu! AS Setujui Pejualan 31 Drone Bersenjata hingga 170 Rudal Senilai Rp61 Triliun ke India</title><description>Kesepakatan itu sekarang akan dikonfirmasi setelah mendapat persetujuan dari Kongres AS.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964640/ketok-palu-as-setujui-pejualan-31-drone-bersenjata-hingga-170-rudal-senilai-rp61-triliun-ke-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964640/ketok-palu-as-setujui-pejualan-31-drone-bersenjata-hingga-170-rudal-senilai-rp61-triliun-ke-india"/><item><title>Ketok Palu! AS Setujui Pejualan 31 Drone Bersenjata hingga 170 Rudal Senilai Rp61 Triliun ke India</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964640/ketok-palu-as-setujui-pejualan-31-drone-bersenjata-hingga-170-rudal-senilai-rp61-triliun-ke-india</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964640/ketok-palu-as-setujui-pejualan-31-drone-bersenjata-hingga-170-rudal-senilai-rp61-triliun-ke-india</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 18:43 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/18/2964640/ketok-palu-as-setujui-pejualan-31-drone-bersenjata-hingga-170-rudal-senilai-rp61-triliun-ke-india-QLIqjKeBLr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS setujui penjualan 31 drone bersenjata dan 170 rudal senilai Rp61 triliun ke India (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/18/2964640/ketok-palu-as-setujui-pejualan-31-drone-bersenjata-hingga-170-rudal-senilai-rp61-triliun-ke-india-QLIqjKeBLr.jpg</image><title>AS setujui penjualan 31 drone bersenjata dan 170 rudal senilai Rp61 triliun ke India (Foto: Reuters)</title></images><description>INDIA - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) telah menyetujui potensi penjualan 31 drone bersenjata, rudal, dan peralatan lainnya ke India dengan harga hampir USD4 miliar (Rp61 Triliun).
Kesepakatan drone Predator MQ-9B diketahui telah diumumkan selama kunjungan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi ke AS pada Juni 2023.

Pada Desember tahun lalu, acara tersebut ditunda oleh komite Senat sambil menunggu penyelidikan atas dugaan rencana pembunuhan India di wilayah AS.


BACA JUGA:
AS Setujui Serangan Balasan Targetkan Iran di Suriah dan Irak Usai Serangan Drone di Yordania

Kesepakatan itu sekarang akan dikonfirmasi setelah mendapat persetujuan dari Kongres AS.
Pentagon mengatakan ini mencakup penjualan 31 drone bersenjata MQ-9B SkyGuardian, 170 rudal AGM-114R Hellfire dan 310 bom laser berdiameter kecil, peralatan komunikasi dan pengawasan, serta bom luncur presisi.

BACA JUGA:
Joe Biden Ketar-ketir di Pilpres AS Usai Serangan Drone Tewaskan 3 Tentara di Yordania

General Atomics Aeronautical Systems akan menjadi kontraktor utama untuk kesepakatan tersebut.

Menurut kantor berita Reuters, Senator Ben Cardin mengatakan dia telah mengakhiri &amp;lsquo;pemblokirannya&amp;rsquo; pada perjanjian tersebut setelah pemerintah AS setuju untuk menyelidiki sepenuhnya rencana pembunuhan tersebut.

&amp;ldquo;Pemerintahan [Biden] telah menuntut adanya penyelidikan dan akuntabilitas sehubungan dengan rencana tersebut di Amerika Serikat, dan bahwa ada akuntabilitas di India terhadap kegiatan-kegiatan semacam ini,&amp;rdquo; kata Cardin kepada wartawan.



Tahun lalu, AS menuduh Delhi berencana membunuh seorang warga negara Amerika yang mengadvokasi Khalistan, sebuah negara Sikh merdeka yang dibentuk dari India.



Seorang juru bicara pemerintah mengatakan AS telah menyampaikan harapan pemerintah bahwa siapa pun yang dianggap bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.



Kementerian luar negeri India membantah ada hubungannya dengan rencana pembunuhan tersebut. Dilaporkan juga bahwa komite penyelidikan tingkat tinggi telah dibentuk untuk menyelidiki tuduhan tersebut dan mengatasi masalah keamanan pemerintah AS.



Pada Kamis (1/2/204), Pentagon mengatakan usulan kesepakatan drone dengan India akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan membantu memperkuat hubungan strategis AS-India.

</description><content:encoded>INDIA - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) telah menyetujui potensi penjualan 31 drone bersenjata, rudal, dan peralatan lainnya ke India dengan harga hampir USD4 miliar (Rp61 Triliun).
Kesepakatan drone Predator MQ-9B diketahui telah diumumkan selama kunjungan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi ke AS pada Juni 2023.

Pada Desember tahun lalu, acara tersebut ditunda oleh komite Senat sambil menunggu penyelidikan atas dugaan rencana pembunuhan India di wilayah AS.


BACA JUGA:
AS Setujui Serangan Balasan Targetkan Iran di Suriah dan Irak Usai Serangan Drone di Yordania

Kesepakatan itu sekarang akan dikonfirmasi setelah mendapat persetujuan dari Kongres AS.
Pentagon mengatakan ini mencakup penjualan 31 drone bersenjata MQ-9B SkyGuardian, 170 rudal AGM-114R Hellfire dan 310 bom laser berdiameter kecil, peralatan komunikasi dan pengawasan, serta bom luncur presisi.

BACA JUGA:
Joe Biden Ketar-ketir di Pilpres AS Usai Serangan Drone Tewaskan 3 Tentara di Yordania

General Atomics Aeronautical Systems akan menjadi kontraktor utama untuk kesepakatan tersebut.

Menurut kantor berita Reuters, Senator Ben Cardin mengatakan dia telah mengakhiri &amp;lsquo;pemblokirannya&amp;rsquo; pada perjanjian tersebut setelah pemerintah AS setuju untuk menyelidiki sepenuhnya rencana pembunuhan tersebut.

&amp;ldquo;Pemerintahan [Biden] telah menuntut adanya penyelidikan dan akuntabilitas sehubungan dengan rencana tersebut di Amerika Serikat, dan bahwa ada akuntabilitas di India terhadap kegiatan-kegiatan semacam ini,&amp;rdquo; kata Cardin kepada wartawan.



Tahun lalu, AS menuduh Delhi berencana membunuh seorang warga negara Amerika yang mengadvokasi Khalistan, sebuah negara Sikh merdeka yang dibentuk dari India.



Seorang juru bicara pemerintah mengatakan AS telah menyampaikan harapan pemerintah bahwa siapa pun yang dianggap bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.



Kementerian luar negeri India membantah ada hubungannya dengan rencana pembunuhan tersebut. Dilaporkan juga bahwa komite penyelidikan tingkat tinggi telah dibentuk untuk menyelidiki tuduhan tersebut dan mengatasi masalah keamanan pemerintah AS.



Pada Kamis (1/2/204), Pentagon mengatakan usulan kesepakatan drone dengan India akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan membantu memperkuat hubungan strategis AS-India.

</content:encoded></item></channel></rss>
