<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ukraina Klaim Tenggelamkan Kapal Perang Rusia dan Serangan Rudal Besar-besaran di Lepas Pantai Krimea</title><description>Kementerian Pertahanan Rusia, Kremlin dan pejabat Rusia lainnya belum mengomentari insiden tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964698/ukraina-klaim-tenggelamkan-kapal-perang-rusia-dan-serangan-rudal-besar-besaran-di-lepas-pantai-krimea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964698/ukraina-klaim-tenggelamkan-kapal-perang-rusia-dan-serangan-rudal-besar-besaran-di-lepas-pantai-krimea"/><item><title>Ukraina Klaim Tenggelamkan Kapal Perang Rusia dan Serangan Rudal Besar-besaran di Lepas Pantai Krimea</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964698/ukraina-klaim-tenggelamkan-kapal-perang-rusia-dan-serangan-rudal-besar-besaran-di-lepas-pantai-krimea</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/02/18/2964698/ukraina-klaim-tenggelamkan-kapal-perang-rusia-dan-serangan-rudal-besar-besaran-di-lepas-pantai-krimea</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/18/2964698/ukraina-klaim-tenggelamkan-kapal-perang-rusia-dan-serangan-rudal-besar-besaran-di-lepas-pantai-krimea-euh61Ojbtt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ukraina klaim tenggelamkan kapal perang Rusia dan serangan rudal besar-besaran di lepas pantai Krimea (Foto: Intelijen Militer Ukraina/ Telegram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/18/2964698/ukraina-klaim-tenggelamkan-kapal-perang-rusia-dan-serangan-rudal-besar-besaran-di-lepas-pantai-krimea-euh61Ojbtt.jpg</image><title>Ukraina klaim tenggelamkan kapal perang Rusia dan serangan rudal besar-besaran di lepas pantai Krimea (Foto: Intelijen Militer Ukraina/ Telegram)</title></images><description>UKRAINA &amp;ndash; Intelijen militer Ukraina mengatakan mereka menenggelamkan kapal perang Rusia di lepas pantai Krimea pada Kamis (1/2/2024) malam, yang merupakan serangan terbaru terhadap Armada Laut Hitam Rusi. Serangan ini dilakukan setelah melancarkan serangan rudal besar-besaran di semenanjung pendudukan beberapa jam sebelumnya.
Intelijen Pertahanan Ukraina mengatakan kapal berpeluru kendali Rusia, &amp;lsquo;Ivanovets&amp;rsquo;, mengalami beberapa kali serangan di lambungnya sebelum tenggelam semalam di pelabuhan Danau Donuzlav, danau terdalam di Krimea, kata


BACA JUGA:
Ukraina Dapat Dana Segar! 27 Pemimpin Uni Eropa Setujui Bantuan Rp851 Triliun

Rekaman malam hari yang disediakan oleh Ukraina menunjukkan drone angkatan laut melaju ke arah kapal Rusia sebelum meledak, menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal tersebut. Di akhir video, kapal tampak tenggelam, hanya haluannya yang berada di atas air. CNN tidak dapat memverifikasi secara independen klaim Ukraina dan tidak jelas dari rekaman kapal mana yang diserang dan kapan.
Kementerian Pertahanan Rusia, Kremlin dan pejabat Rusia lainnya belum mengomentari insiden tersebut.


BACA JUGA:
Pesawat MH17 Ditembak Jatuh di Ukraina, ICJ: Rusia Melanggar Perjanjian Terorisme dan Anti-Diskriminasi

Tenggelamnya kapal Ivanovets adalah yang terbaru dari serangkaian serangan Ukraina terhadap Armada Laut Hitam Rusia, ketika mereka berupaya melancarkan serangan strategis dan simbolis terhadap pasukan Rusia yang mencaplok Krimea pada 2014.

Ukraina sebelumnya mengatakan serangannya terhadap Krimea dan kapal-kapal Rusia dimaksudkan untuk mencoba mengisolasi semenanjung tersebut dan mempersulit Rusia untuk mempertahankan operasi militernya di daratan Ukraina, di mana garis depan sebagian besar tidak bergerak selama berbulan-bulan.

Serangan yang paling menonjol adalah serangan terhadap Moskva pada April 2022, yang memaksa Rusia mengubah cara beroperasi di dekat wilayah yang dikuasai Ukraina. Kapal tersebut menjadi terkenal setelah mengancam akan mengebom Pulau Ular di Laut Hitam jika tentara Ukraina yang mempertahankannya tidak menyerah. &amp;ldquo;Kapal perang Rusia, pergilah sendiri,&amp;rdquo; jawab salah satu tentara.

Serangan terhadap Ivanovets terjadi beberapa jam setelah Ukraina pada Rabu (31/1/2024) meluncurkan rentetan rudal ke Krimea, yang digambarkan oleh Komandan Angkatan Udara Ukraina sebagai bagian dari &amp;ldquo;pembersihan Krimea dari kehadiran Rusia.&amp;rdquo;Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Ukraina meluncurkan 20 peluru kendali udara ke Krimea, dan pertahanan udara Rusia menghancurkan 17 di antaranya di Laut Hitam dan tiga lainnya di semenanjung.

Dilaporkan bahwa beberapa rudal dicegat di dekat lapangan terbang Belbek dekat kota Sevastopol.



&amp;ldquo;Militer kami berhasil menghalau serangan besar-besaran terhadap Sevastopol,&amp;rdquo; kata gubernur kota yang ditunjuk Rusia, Mikhail Razvozhaev, pada Rabu (31/1/2024), seraya menambahkan lebih dari enam rudal ditembak jatuh.



Razvozhaev mengatakan sekitar selusin bangunan terkena puing-puing yang berjatuhan, yang mengakibatkan jendela pecah dan kerusakan lainnya, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Mykola Oleshchuk, Komandan Angkatan Udara Ukraina, pada Rabu (31/1/2024) di sebuah posting Telegram, disertai dengan video ledakan, mengatakan lapangan terbang Belbek dulunya merupakan pangkalan Brigade Penerbangan Taktis ke-204 Ukraina.



&amp;ldquo;Penerbang Ukraina pasti akan pulang ke lapangan terbang asalnya. Sementara itu, saya berterima kasih kepada semua orang yang berkontribusi dalam pembersihan Krimea dari kehadiran Rusia,&amp;rdquo; kata Oleshchuk.



Yurii Ihnat, juru bicara Komando Angkatan Udara, pada Kamis (1/2/2024) menggemakan komentar tersebut, dengan mengatakan fasilitas tertentu di semenanjung terkena serangan.



CNN tidak dapat memverifikasi klaim kedua belah pihak secara independen.



Serangan-serangan itu terjadi ketika berkembangnya spekulasi mengenai kemungkinan pemecatan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Valerii Zaluzhnyi, menyusul berkembangnya spekulasi selama berminggu-minggu mengenai ketegangan dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

</description><content:encoded>UKRAINA &amp;ndash; Intelijen militer Ukraina mengatakan mereka menenggelamkan kapal perang Rusia di lepas pantai Krimea pada Kamis (1/2/2024) malam, yang merupakan serangan terbaru terhadap Armada Laut Hitam Rusi. Serangan ini dilakukan setelah melancarkan serangan rudal besar-besaran di semenanjung pendudukan beberapa jam sebelumnya.
Intelijen Pertahanan Ukraina mengatakan kapal berpeluru kendali Rusia, &amp;lsquo;Ivanovets&amp;rsquo;, mengalami beberapa kali serangan di lambungnya sebelum tenggelam semalam di pelabuhan Danau Donuzlav, danau terdalam di Krimea, kata


BACA JUGA:
Ukraina Dapat Dana Segar! 27 Pemimpin Uni Eropa Setujui Bantuan Rp851 Triliun

Rekaman malam hari yang disediakan oleh Ukraina menunjukkan drone angkatan laut melaju ke arah kapal Rusia sebelum meledak, menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal tersebut. Di akhir video, kapal tampak tenggelam, hanya haluannya yang berada di atas air. CNN tidak dapat memverifikasi secara independen klaim Ukraina dan tidak jelas dari rekaman kapal mana yang diserang dan kapan.
Kementerian Pertahanan Rusia, Kremlin dan pejabat Rusia lainnya belum mengomentari insiden tersebut.


BACA JUGA:
Pesawat MH17 Ditembak Jatuh di Ukraina, ICJ: Rusia Melanggar Perjanjian Terorisme dan Anti-Diskriminasi

Tenggelamnya kapal Ivanovets adalah yang terbaru dari serangkaian serangan Ukraina terhadap Armada Laut Hitam Rusia, ketika mereka berupaya melancarkan serangan strategis dan simbolis terhadap pasukan Rusia yang mencaplok Krimea pada 2014.

Ukraina sebelumnya mengatakan serangannya terhadap Krimea dan kapal-kapal Rusia dimaksudkan untuk mencoba mengisolasi semenanjung tersebut dan mempersulit Rusia untuk mempertahankan operasi militernya di daratan Ukraina, di mana garis depan sebagian besar tidak bergerak selama berbulan-bulan.

Serangan yang paling menonjol adalah serangan terhadap Moskva pada April 2022, yang memaksa Rusia mengubah cara beroperasi di dekat wilayah yang dikuasai Ukraina. Kapal tersebut menjadi terkenal setelah mengancam akan mengebom Pulau Ular di Laut Hitam jika tentara Ukraina yang mempertahankannya tidak menyerah. &amp;ldquo;Kapal perang Rusia, pergilah sendiri,&amp;rdquo; jawab salah satu tentara.

Serangan terhadap Ivanovets terjadi beberapa jam setelah Ukraina pada Rabu (31/1/2024) meluncurkan rentetan rudal ke Krimea, yang digambarkan oleh Komandan Angkatan Udara Ukraina sebagai bagian dari &amp;ldquo;pembersihan Krimea dari kehadiran Rusia.&amp;rdquo;Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Ukraina meluncurkan 20 peluru kendali udara ke Krimea, dan pertahanan udara Rusia menghancurkan 17 di antaranya di Laut Hitam dan tiga lainnya di semenanjung.

Dilaporkan bahwa beberapa rudal dicegat di dekat lapangan terbang Belbek dekat kota Sevastopol.



&amp;ldquo;Militer kami berhasil menghalau serangan besar-besaran terhadap Sevastopol,&amp;rdquo; kata gubernur kota yang ditunjuk Rusia, Mikhail Razvozhaev, pada Rabu (31/1/2024), seraya menambahkan lebih dari enam rudal ditembak jatuh.



Razvozhaev mengatakan sekitar selusin bangunan terkena puing-puing yang berjatuhan, yang mengakibatkan jendela pecah dan kerusakan lainnya, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Mykola Oleshchuk, Komandan Angkatan Udara Ukraina, pada Rabu (31/1/2024) di sebuah posting Telegram, disertai dengan video ledakan, mengatakan lapangan terbang Belbek dulunya merupakan pangkalan Brigade Penerbangan Taktis ke-204 Ukraina.



&amp;ldquo;Penerbang Ukraina pasti akan pulang ke lapangan terbang asalnya. Sementara itu, saya berterima kasih kepada semua orang yang berkontribusi dalam pembersihan Krimea dari kehadiran Rusia,&amp;rdquo; kata Oleshchuk.



Yurii Ihnat, juru bicara Komando Angkatan Udara, pada Kamis (1/2/2024) menggemakan komentar tersebut, dengan mengatakan fasilitas tertentu di semenanjung terkena serangan.



CNN tidak dapat memverifikasi klaim kedua belah pihak secara independen.



Serangan-serangan itu terjadi ketika berkembangnya spekulasi mengenai kemungkinan pemecatan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Valerii Zaluzhnyi, menyusul berkembangnya spekulasi selama berminggu-minggu mengenai ketegangan dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

</content:encoded></item></channel></rss>
