<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misteri Petilasan Klampis Ireng, Tempat yang Dikenal Paling Angker di Ponorogo</title><description>Beberapa orang juga menyebut petilasan ini sebagai kerajaan gaib yang langsung dipimpin oleh Eyang Ismoyo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/337/2964209/misteri-petilasan-klampis-ireng-tempat-yang-dikenal-paling-angker-di-ponorogo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/02/337/2964209/misteri-petilasan-klampis-ireng-tempat-yang-dikenal-paling-angker-di-ponorogo"/><item><title>Misteri Petilasan Klampis Ireng, Tempat yang Dikenal Paling Angker di Ponorogo</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/337/2964209/misteri-petilasan-klampis-ireng-tempat-yang-dikenal-paling-angker-di-ponorogo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/02/337/2964209/misteri-petilasan-klampis-ireng-tempat-yang-dikenal-paling-angker-di-ponorogo</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 05:15 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/337/2964209/misteri-petilasan-klampis-ireng-tempat-yang-dikenal-paling-angker-di-ponorogo-sQ4PwjBu2B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petilasan Klampis Ireng (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/337/2964209/misteri-petilasan-klampis-ireng-tempat-yang-dikenal-paling-angker-di-ponorogo-sQ4PwjBu2B.jpg</image><title>Petilasan Klampis Ireng (Foto: iNews)</title></images><description>
PONOROGO &amp;ndash; Terletak di Desa Sragi, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Petilasan Klampis Ireng dikenal sebagai salah satu tempat paling misterius dan angker di wilayah tersebut. Tempat ini, yang berada di tengah persawahan, dianggap oleh masyarakat sebagai tempat keberadaan padepokan milik Kiai Ismoyo atau Semar.

Beberapa orang juga menyebut petilasan ini sebagai kerajaan gaib yang langsung dipimpin oleh Eyang Ismoyo. Kisah-kisah mistis yang berkembang membuat bulu kuduk merinding dan semakin memperkuat keyakinan masyarakat terhadap tempat ini.

BACA JUGA:
Sikap Mahfud MD Tuai Apresiasi, Tunjukkan Kesadaran Pentingnya Etika


Salah satu cerita yang menarik adalah sering terdengar suara pagelaran wayang di petilasan. Padahal, saat dicari tidak ada seorang pun yang terlihat memainkan wayang di dalamnya.

Gondo Puspito, seorang budayawan Ponorogo, menceritakan bahwa ada seorang dalang yang diminta untuk memainkan wayang di petilasan Eyang Ismoyo. Namun, syaratnya dalang tersebut dilarang untuk mengeluarkan tokoh Semar.

BACA JUGA:
Sabet Korban Pakai Sajam, 4 Begal di Bojonggede Ditangkap Polisi


Ketika pertunjukan dimulai, sang dalang merasa waktunya berhenti, namun suasana tetap gelap dan pagi tidak kunjung tiba.

Cerita lain mencatat seorang dalang setelah selesai pentas di Klampis Ireng diberi satu rimpang kunir, dan ketika sampai di rumah, rimpang kunir tersebut berubah menjadi batang emas.

Pengunjung petilasan Klampis Ireng diingatkan untuk mematuhi berbagai pantangan agar tidak menimbulkan malapetaka bagi diri mereka sendiri. Salah satu pantangan adalah tidak boleh berkata kasar dan diharuskan menjaga kesopanan.

Selain itu, dilarang pula berpakaian batik poleng kawung atau semar, karena dianggap menyamai kebesaran Eyang Ismoyo.
Gondo juga menjelaskan bahwa Ponorogo memiliki dua pedanyangan atau tempat para roh leluhur, dengan salah satunya adalah petilasan Klampis Ireng. Tempat ini dianggap sebagai pusat mistis dan padepokan gaib di Ponorogo, dan masyarakat memberikan hormat yang besar terhadap Semar, yang dianggap sebagai pemomong dan botoro paling tua.
&amp;ldquo;Tidak diketahui kapan Klampis Ireng mulai dikenal, namun yang pasti, sejak bupati Ponorogo pertama, tempat ini sudah terkenal,&amp;rdquo; ucap Gondo kepada iNews Ponorogo.

BACA JUGA:
Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di Medan Tembung, Caleg Perindo Diapresiasi Warga&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Gondo menekankan bahwa reputasi inilah yang membuat daerah Klampis Ireng menjadi tempat yang penuh misteri, angker, dan rawan terhadap kejadian-kejadian yang membawa petaka. Nama Klampis Ireng sendiri berasal dari masa lalu ketika pohon klampis dengan warna hitam tumbuh di sana.</description><content:encoded>
PONOROGO &amp;ndash; Terletak di Desa Sragi, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Petilasan Klampis Ireng dikenal sebagai salah satu tempat paling misterius dan angker di wilayah tersebut. Tempat ini, yang berada di tengah persawahan, dianggap oleh masyarakat sebagai tempat keberadaan padepokan milik Kiai Ismoyo atau Semar.

Beberapa orang juga menyebut petilasan ini sebagai kerajaan gaib yang langsung dipimpin oleh Eyang Ismoyo. Kisah-kisah mistis yang berkembang membuat bulu kuduk merinding dan semakin memperkuat keyakinan masyarakat terhadap tempat ini.

BACA JUGA:
Sikap Mahfud MD Tuai Apresiasi, Tunjukkan Kesadaran Pentingnya Etika


Salah satu cerita yang menarik adalah sering terdengar suara pagelaran wayang di petilasan. Padahal, saat dicari tidak ada seorang pun yang terlihat memainkan wayang di dalamnya.

Gondo Puspito, seorang budayawan Ponorogo, menceritakan bahwa ada seorang dalang yang diminta untuk memainkan wayang di petilasan Eyang Ismoyo. Namun, syaratnya dalang tersebut dilarang untuk mengeluarkan tokoh Semar.

BACA JUGA:
Sabet Korban Pakai Sajam, 4 Begal di Bojonggede Ditangkap Polisi


Ketika pertunjukan dimulai, sang dalang merasa waktunya berhenti, namun suasana tetap gelap dan pagi tidak kunjung tiba.

Cerita lain mencatat seorang dalang setelah selesai pentas di Klampis Ireng diberi satu rimpang kunir, dan ketika sampai di rumah, rimpang kunir tersebut berubah menjadi batang emas.

Pengunjung petilasan Klampis Ireng diingatkan untuk mematuhi berbagai pantangan agar tidak menimbulkan malapetaka bagi diri mereka sendiri. Salah satu pantangan adalah tidak boleh berkata kasar dan diharuskan menjaga kesopanan.

Selain itu, dilarang pula berpakaian batik poleng kawung atau semar, karena dianggap menyamai kebesaran Eyang Ismoyo.
Gondo juga menjelaskan bahwa Ponorogo memiliki dua pedanyangan atau tempat para roh leluhur, dengan salah satunya adalah petilasan Klampis Ireng. Tempat ini dianggap sebagai pusat mistis dan padepokan gaib di Ponorogo, dan masyarakat memberikan hormat yang besar terhadap Semar, yang dianggap sebagai pemomong dan botoro paling tua.
&amp;ldquo;Tidak diketahui kapan Klampis Ireng mulai dikenal, namun yang pasti, sejak bupati Ponorogo pertama, tempat ini sudah terkenal,&amp;rdquo; ucap Gondo kepada iNews Ponorogo.

BACA JUGA:
Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di Medan Tembung, Caleg Perindo Diapresiasi Warga&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Gondo menekankan bahwa reputasi inilah yang membuat daerah Klampis Ireng menjadi tempat yang penuh misteri, angker, dan rawan terhadap kejadian-kejadian yang membawa petaka. Nama Klampis Ireng sendiri berasal dari masa lalu ketika pohon klampis dengan warna hitam tumbuh di sana.</content:encoded></item></channel></rss>
