<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Jutaan Meter Kubik Kubah Barat Daya Gunung Merapi Picu Guguran Lava</title><description>Sementara untuk morfologi kubah tengah relatif tetap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/510/2964661/waspada-jutaan-meter-kubik-kubah-barat-daya-gunung-merapi-picu-guguran-lava</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/02/510/2964661/waspada-jutaan-meter-kubik-kubah-barat-daya-gunung-merapi-picu-guguran-lava"/><item><title>Waspada! Jutaan Meter Kubik Kubah Barat Daya Gunung Merapi Picu Guguran Lava</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/02/510/2964661/waspada-jutaan-meter-kubik-kubah-barat-daya-gunung-merapi-picu-guguran-lava</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/02/510/2964661/waspada-jutaan-meter-kubik-kubah-barat-daya-gunung-merapi-picu-guguran-lava</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/510/2964661/waspada-jutaan-meter-kubik-kubah-barat-daya-gunung-merapi-picu-guguran-lava-9EuX0odOpK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi (Foto: BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/510/2964661/waspada-jutaan-meter-kubik-kubah-barat-daya-gunung-merapi-picu-guguran-lava-9EuX0odOpK.jpg</image><title>Gunung Merapi (Foto: BPPTKG)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcwOS81L3g4cnd4d3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DIY - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma Gunung Merapi masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa menerangkan morfologi atau bentuk kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat aktivitas awan panas guguran dan guguran lava. Sementara untuk morfologi kubah tengah relatif tetap.

Berdasarkan analisis foto udara tanggal 10 Januari 2024, volume kubah barat daya terukur sebesar 2.663.300 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.358.400 meter kubik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter, Waspadai Dampaknya!

&quot;Kubah lava di barat daya ini memang posisinya tidak stabil, sehingga sering memicu guguran lava pijar dan awan panas guguran,&quot; terang dia.

Agus mengungkapkan minggu ini terjadi 10 kali awan panas guguran ke arah barat daya atau ke hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.400 m. Guguran lava teramati sebanyak 143 kali ke arah selatan dan barat daya, meliputi 3 kali ke hulu Kali Boyong sejauh maksimal 1.000 m dan 140 kali ke hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.700 m. Suara guguran terdengar 3 kali dari Pos Babadan dengan intensitas kecil.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Awan Lentikular Muncul di Gunung Merapi Usai Muntahkan Awan Panas Guguran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara aktivitas kegempaan dalam sepekan ini memang fluktuatif. Minggu ini kegempaan Gunung Merapi mencatat 10 kali gempa Awanpanas Guguran (APG), 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 108 kali gempa Fase Banyak (MP), 871 kali gempa Guguran (RF), dan 1 kali gempa Tektonik (TT).

&quot;Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,&amp;rdquo; ujar dia.

Sementara hujan dan lahar pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 71 mm/jam selama 80 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 30 Januari 2024. Teramati adanya aliran di Kali Senowo dan Apu pada tanggal 29 Januari 2024.

&quot;Dilaporkan adanya penambahan aliran di Kali Boyong pada tanggal 30 Januari 2024, serta penambahan aliran di Kali Gendol pada tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2024,&quot; kata dia

Agus menandaskan Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat &amp;ldquo;SIAGA&quot;.  Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatanbarat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Oleh karenanya pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini seperti peningkatan kapasitas masyarakat dan penyiapan sarana prasarana evakuasi.



&quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, &quot; tegasnya.



Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcwOS81L3g4cnd4d3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DIY - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma Gunung Merapi masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa menerangkan morfologi atau bentuk kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat aktivitas awan panas guguran dan guguran lava. Sementara untuk morfologi kubah tengah relatif tetap.

Berdasarkan analisis foto udara tanggal 10 Januari 2024, volume kubah barat daya terukur sebesar 2.663.300 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.358.400 meter kubik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter, Waspadai Dampaknya!

&quot;Kubah lava di barat daya ini memang posisinya tidak stabil, sehingga sering memicu guguran lava pijar dan awan panas guguran,&quot; terang dia.

Agus mengungkapkan minggu ini terjadi 10 kali awan panas guguran ke arah barat daya atau ke hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.400 m. Guguran lava teramati sebanyak 143 kali ke arah selatan dan barat daya, meliputi 3 kali ke hulu Kali Boyong sejauh maksimal 1.000 m dan 140 kali ke hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.700 m. Suara guguran terdengar 3 kali dari Pos Babadan dengan intensitas kecil.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Awan Lentikular Muncul di Gunung Merapi Usai Muntahkan Awan Panas Guguran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara aktivitas kegempaan dalam sepekan ini memang fluktuatif. Minggu ini kegempaan Gunung Merapi mencatat 10 kali gempa Awanpanas Guguran (APG), 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 108 kali gempa Fase Banyak (MP), 871 kali gempa Guguran (RF), dan 1 kali gempa Tektonik (TT).

&quot;Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,&amp;rdquo; ujar dia.

Sementara hujan dan lahar pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 71 mm/jam selama 80 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 30 Januari 2024. Teramati adanya aliran di Kali Senowo dan Apu pada tanggal 29 Januari 2024.

&quot;Dilaporkan adanya penambahan aliran di Kali Boyong pada tanggal 30 Januari 2024, serta penambahan aliran di Kali Gendol pada tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2024,&quot; kata dia

Agus menandaskan Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat &amp;ldquo;SIAGA&quot;.  Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatanbarat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Oleh karenanya pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini seperti peningkatan kapasitas masyarakat dan penyiapan sarana prasarana evakuasi.



&quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, &quot; tegasnya.



Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.</content:encoded></item></channel></rss>
