<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eksklusif Wawancara Ganjar: Perlu Sistem Informasi Harga Komoditi Jaga Stabilitasi Harga   </title><description>Hal itu dikatakan Ganjar saat Special Dialog Ganjar Mendengar Rakyat di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (4/2/2024).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/04/337/2965207/eksklusif-wawancara-ganjar-perlu-sistem-informasi-harga-komoditi-jaga-stabilitasi-harga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/04/337/2965207/eksklusif-wawancara-ganjar-perlu-sistem-informasi-harga-komoditi-jaga-stabilitasi-harga"/><item><title>Eksklusif Wawancara Ganjar: Perlu Sistem Informasi Harga Komoditi Jaga Stabilitasi Harga   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/04/337/2965207/eksklusif-wawancara-ganjar-perlu-sistem-informasi-harga-komoditi-jaga-stabilitasi-harga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/04/337/2965207/eksklusif-wawancara-ganjar-perlu-sistem-informasi-harga-komoditi-jaga-stabilitasi-harga</guid><pubDate>Minggu 04 Februari 2024 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/04/337/2965207/eksklusif-wawancara-ganjar-perlu-sistem-informasi-harga-komoditi-jaga-stabilitasi-harga-r4tOiS5KQW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar saat wawancara ekslusif. (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/04/337/2965207/eksklusif-wawancara-ganjar-perlu-sistem-informasi-harga-komoditi-jaga-stabilitasi-harga-r4tOiS5KQW.jpg</image><title>Ganjar saat wawancara ekslusif. (Foto: iNews)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNC8xLzE3Njg3MS81L3g4czN3b2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PONTIANAK - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyebut diperlukan adanya tim pengendalian inflasi untuk menstabilkan harga komoditi di pasaran. Salah satunya dengan membuat sistem informasi harga komoditi.

Hal itu dikatakan Ganjar saat Special Dialog Ganjar Mendengar Rakyat di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (4/2/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wawancara Ekslusif: Ganjar Buka Lapangan Pekerjaan yang Fair untuk Masyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Bagaimana stabilisasi harga yang tadi disampaikan instrumennya sudah ada kok, apa sih? Tim pengendali inflasi,&quot; kata Ganjar.

Ganjar pun menceritakan pengalamannya ketika memimpin Jawa Tengah yakni dengan membuat sistem yang dinamakan Sihati. Sistem ini akan memberikan informasi harga komoditi terkini.

&quot;Kalau kami boleh bercerita kami punya pengalaman membuat aplikasi namanya Sihati (Sistem Informasi Harga Komoditi). Kalau itu terus kita akan tahu bahkan kalau kita beberapa harga komoditas itu naik apa penyebabnya, maka hulunya akan tercapai,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wawancara Ekslusif: Ganjar Puji Mahfud MD Mundur dari Menko Polhukam, Sebut Sikap Luar Biasa!

Ketika hulunya tercapai, maka yang mesti dilakukan contohnya dengan kerjasama antar daerah. Daerah yang memiliki komoditi lebih akan mengisi daerah yang kekurangan komoditi tertentu dan derah yang kurang harus berinisiatif.

&quot;Cabe misalnya, cabenya ke Sumatera Barat, kekurangan kita kita ambil dari Jember itu menjadi reflek perdagangan diantara mereka peduli, mengerti dan sumber dayanya ada,&quot; tutur Ganjar.Kata dia, peta produk pertanian di Indonesia sudah ada. Sehingga, apabila sistem tersebut dapat berjalan dengan baik maka harga-harga komoditi akan stabil.



&quot;Maka stabiliasi harganya seperti itu, yang membedakan itu maka mimpi kita terhadap masa depan adalah pemerintah ini mesti bersih melayani,&quot; tutupnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNC8xLzE3Njg3MS81L3g4czN3b2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PONTIANAK - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyebut diperlukan adanya tim pengendalian inflasi untuk menstabilkan harga komoditi di pasaran. Salah satunya dengan membuat sistem informasi harga komoditi.

Hal itu dikatakan Ganjar saat Special Dialog Ganjar Mendengar Rakyat di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (4/2/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wawancara Ekslusif: Ganjar Buka Lapangan Pekerjaan yang Fair untuk Masyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Bagaimana stabilisasi harga yang tadi disampaikan instrumennya sudah ada kok, apa sih? Tim pengendali inflasi,&quot; kata Ganjar.

Ganjar pun menceritakan pengalamannya ketika memimpin Jawa Tengah yakni dengan membuat sistem yang dinamakan Sihati. Sistem ini akan memberikan informasi harga komoditi terkini.

&quot;Kalau kami boleh bercerita kami punya pengalaman membuat aplikasi namanya Sihati (Sistem Informasi Harga Komoditi). Kalau itu terus kita akan tahu bahkan kalau kita beberapa harga komoditas itu naik apa penyebabnya, maka hulunya akan tercapai,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wawancara Ekslusif: Ganjar Puji Mahfud MD Mundur dari Menko Polhukam, Sebut Sikap Luar Biasa!

Ketika hulunya tercapai, maka yang mesti dilakukan contohnya dengan kerjasama antar daerah. Daerah yang memiliki komoditi lebih akan mengisi daerah yang kekurangan komoditi tertentu dan derah yang kurang harus berinisiatif.

&quot;Cabe misalnya, cabenya ke Sumatera Barat, kekurangan kita kita ambil dari Jember itu menjadi reflek perdagangan diantara mereka peduli, mengerti dan sumber dayanya ada,&quot; tutur Ganjar.Kata dia, peta produk pertanian di Indonesia sudah ada. Sehingga, apabila sistem tersebut dapat berjalan dengan baik maka harga-harga komoditi akan stabil.



&quot;Maka stabiliasi harganya seperti itu, yang membedakan itu maka mimpi kita terhadap masa depan adalah pemerintah ini mesti bersih melayani,&quot; tutupnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
