<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mengenal Hamengku Buwono VII, Raja yang Melek Pendidikan</title><description>Ia naik tahta menggantikan ayahnya tanggal 13 Agustus 1877.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/04/510/2965087/mengenal-hamengku-buwono-vii-raja-yang-melek-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/04/510/2965087/mengenal-hamengku-buwono-vii-raja-yang-melek-pendidikan"/><item><title>   Mengenal Hamengku Buwono VII, Raja yang Melek Pendidikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/04/510/2965087/mengenal-hamengku-buwono-vii-raja-yang-melek-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/04/510/2965087/mengenal-hamengku-buwono-vii-raja-yang-melek-pendidikan</guid><pubDate>Minggu 04 Februari 2024 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/03/510/2965087/mengenal-hamengku-buwono-vii-raja-yang-melek-pendidikan-erOvYg4xSe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Sultan Hamengkubuwana V</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/03/510/2965087/mengenal-hamengku-buwono-vii-raja-yang-melek-pendidikan-erOvYg4xSe.jpg</image><title>Sri Sultan Hamengkubuwana V</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMy8xLzE3Njg2NS81L3g4czNwcDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gusti Raden Mas Murtejo, merupakan putra tertua Sultan Hamengku Buwono VI yang lahir pada 4 Februari 1839.
Ia naik tahta menggantikan ayahnya tanggal 13 Agustus 1877.
Masa pemerintahannya juga merupakan masa transisi menuju modernisasi di Yogyakarta. Banyak sekolah modern didirikan. Ia bahkan mengirim putra-putranya belajar hingga ke negeri Belanda.

BACA JUGA:
Konser Salam Metal Ganjar-Mahfud, Megawati Sebut Ada Pihak yang Memecah Belah demi Kekuasaan

Pada 29 Januari 1921 Hamengku Buwono VII yang saat itu berusia 81 tahun memutuskan untuk turun tahta dan mengangkat putra mahkotanya yang keempat (GRM Sujadi, bergelar GPH Purubaya) sebagai penggantinya.
Dugaan yang muncul ialah adanya keterlibatan pihak Belanda yang tidak setuju dengan putra mahkota pengganti Hamengku Buwono VII yang terkenal selalu menentang aturan-aturan yang dibuat pemerintah Batavia.

BACA JUGA:
 Berikrar di Hadapan Ribuan Pendukung, Ganjar: Kami Tak Akan Tinggalkan Rakyat

Hamengku Buwono VII meninggal di Pesanggrahan Ngambarrukma pada 30 Desember 1931 dan dimakamkan di Makam Imogiri.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMy8xLzE3Njg2NS81L3g4czNwcDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gusti Raden Mas Murtejo, merupakan putra tertua Sultan Hamengku Buwono VI yang lahir pada 4 Februari 1839.
Ia naik tahta menggantikan ayahnya tanggal 13 Agustus 1877.
Masa pemerintahannya juga merupakan masa transisi menuju modernisasi di Yogyakarta. Banyak sekolah modern didirikan. Ia bahkan mengirim putra-putranya belajar hingga ke negeri Belanda.

BACA JUGA:
Konser Salam Metal Ganjar-Mahfud, Megawati Sebut Ada Pihak yang Memecah Belah demi Kekuasaan

Pada 29 Januari 1921 Hamengku Buwono VII yang saat itu berusia 81 tahun memutuskan untuk turun tahta dan mengangkat putra mahkotanya yang keempat (GRM Sujadi, bergelar GPH Purubaya) sebagai penggantinya.
Dugaan yang muncul ialah adanya keterlibatan pihak Belanda yang tidak setuju dengan putra mahkota pengganti Hamengku Buwono VII yang terkenal selalu menentang aturan-aturan yang dibuat pemerintah Batavia.

BACA JUGA:
 Berikrar di Hadapan Ribuan Pendukung, Ganjar: Kami Tak Akan Tinggalkan Rakyat

Hamengku Buwono VII meninggal di Pesanggrahan Ngambarrukma pada 30 Desember 1931 dan dimakamkan di Makam Imogiri.
</content:encoded></item></channel></rss>
