<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menolak Civitas Akademika Disebut Ditunggangi, Butet: Guru Besar Seluruh Indonesia Jangan Dilecehkan!</title><description>Menurut Butet, dirinya termasuk mereka sejatinya mengapresiasi semua capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/05/337/2965925/menolak-civitas-akademika-disebut-ditunggangi-butet-guru-besar-seluruh-indonesia-jangan-dilecehkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/05/337/2965925/menolak-civitas-akademika-disebut-ditunggangi-butet-guru-besar-seluruh-indonesia-jangan-dilecehkan"/><item><title>Menolak Civitas Akademika Disebut Ditunggangi, Butet: Guru Besar Seluruh Indonesia Jangan Dilecehkan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/05/337/2965925/menolak-civitas-akademika-disebut-ditunggangi-butet-guru-besar-seluruh-indonesia-jangan-dilecehkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/05/337/2965925/menolak-civitas-akademika-disebut-ditunggangi-butet-guru-besar-seluruh-indonesia-jangan-dilecehkan</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/337/2965925/menolak-civitas-akademika-disebut-ditunggangi-butet-guru-besar-seluruh-indonesia-jangan-dilecehkan-n5wzWb67NF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Butet Kartaredjasa (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/337/2965925/menolak-civitas-akademika-disebut-ditunggangi-butet-guru-besar-seluruh-indonesia-jangan-dilecehkan-n5wzWb67NF.jpg</image><title>Butet Kartaredjasa (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3NjkzMi81L3g4czZmbWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Seniman Butet Kartaredjasa mengungkapkan, agar tidak melecehkan Civitas Akademika seperti guru-guru besar perguruan tinggi dengan menyebut mereka sedang mendongkrak elektoral pasangan calon tertentu di Pilpres 2024.

Menurut Butet, dirinya termasuk mereka sejatinya mengapresiasi semua capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka adalah orang-orang yang mencintai Presiden Jokowi sehingga perlu untuk mengingatkan dan mengkritik agar tetap berada di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

&quot;Semua orang itu termasuk saya adalah orang-orang yang mengapresiasi semua capaian Pak jokowi, orang-orang yang mencintai Pak Jokowi. Itu sebabnya karena kami mencintai, kami mengingatkan, mengkritik supaya Pak Jokowi tetap dalam track di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi, ini yang penting,&quot; katanya, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Minta Laporan Kasusnya Dicabut, Butet: Pelaporan Aiman, Palti Hutabarat Semua Juga Dicabut Dong!


Butet pun mengajak semua yang mungkin dikecewakan oleh praktik-praktik politik mutakhir yang dilakukan Presiden Jokowi agar terus mengingatkan agar tetap di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

&quot;Terima kasih Pak Jokowi, kita tetap berteman, tapi kalau Pak Jokowi dan kawan-kawan tetap tidak memperdulikan demokrasi, tetapi maaf kita konsisten tetap berseberangan. Tidak apa-apa di tahun politik tetap berseberangan tapi tetap berteman sebagai manusia, keren toh,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Bicara Kebebasan Berekspresi, Ganjar: Pemerintah Enggak Perlu Takut, Masa Takut Sama Pentasnya Butet


Butet juga berterima kasus atas pencabutan pelaporan atas kasus 'pantun' yang menimpanya. Namun, ia juga menekankan agar hal serupa juga diterapkan kepada kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi. Bukan hanya untuk kasus yang membelitnya.

&quot;Pencabutan itu seharusnya tidak hanya untuk kasus saya saja, tapi juga untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi, seperti pelaporan Mas Aiman (Aiman Witjaksana), Palti Hutabarat, semua harus dicabut dong,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3NjkzMi81L3g4czZmbWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Seniman Butet Kartaredjasa mengungkapkan, agar tidak melecehkan Civitas Akademika seperti guru-guru besar perguruan tinggi dengan menyebut mereka sedang mendongkrak elektoral pasangan calon tertentu di Pilpres 2024.

Menurut Butet, dirinya termasuk mereka sejatinya mengapresiasi semua capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka adalah orang-orang yang mencintai Presiden Jokowi sehingga perlu untuk mengingatkan dan mengkritik agar tetap berada di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

&quot;Semua orang itu termasuk saya adalah orang-orang yang mengapresiasi semua capaian Pak jokowi, orang-orang yang mencintai Pak Jokowi. Itu sebabnya karena kami mencintai, kami mengingatkan, mengkritik supaya Pak Jokowi tetap dalam track di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi, ini yang penting,&quot; katanya, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Minta Laporan Kasusnya Dicabut, Butet: Pelaporan Aiman, Palti Hutabarat Semua Juga Dicabut Dong!


Butet pun mengajak semua yang mungkin dikecewakan oleh praktik-praktik politik mutakhir yang dilakukan Presiden Jokowi agar terus mengingatkan agar tetap di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

&quot;Terima kasih Pak Jokowi, kita tetap berteman, tapi kalau Pak Jokowi dan kawan-kawan tetap tidak memperdulikan demokrasi, tetapi maaf kita konsisten tetap berseberangan. Tidak apa-apa di tahun politik tetap berseberangan tapi tetap berteman sebagai manusia, keren toh,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Bicara Kebebasan Berekspresi, Ganjar: Pemerintah Enggak Perlu Takut, Masa Takut Sama Pentasnya Butet


Butet juga berterima kasus atas pencabutan pelaporan atas kasus 'pantun' yang menimpanya. Namun, ia juga menekankan agar hal serupa juga diterapkan kepada kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi. Bukan hanya untuk kasus yang membelitnya.

&quot;Pencabutan itu seharusnya tidak hanya untuk kasus saya saja, tapi juga untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi, seperti pelaporan Mas Aiman (Aiman Witjaksana), Palti Hutabarat, semua harus dicabut dong,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
