<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berharap Jokowi Peduli Demokrasi, Butet: Bila Tidak, Maaf Pak, Kita Berseberangan</title><description>Seniman Butet Kartaredjasa menegaskan, bahwa yang dilakukannya merupakan bentuk rasa cinta dan apresiasi terhadap Jokowi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/05/337/2965931/berharap-jokowi-peduli-demokrasi-butet-bila-tidak-maaf-pak-kita-berseberangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/05/337/2965931/berharap-jokowi-peduli-demokrasi-butet-bila-tidak-maaf-pak-kita-berseberangan"/><item><title>Berharap Jokowi Peduli Demokrasi, Butet: Bila Tidak, Maaf Pak, Kita Berseberangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/05/337/2965931/berharap-jokowi-peduli-demokrasi-butet-bila-tidak-maaf-pak-kita-berseberangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/05/337/2965931/berharap-jokowi-peduli-demokrasi-butet-bila-tidak-maaf-pak-kita-berseberangan</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/337/2965931/berharap-jokowi-peduli-demokrasi-butet-bila-tidak-maaf-pak-kita-berseberangan-noyBJ5MUNs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Butet Kartaredjasa (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/337/2965931/berharap-jokowi-peduli-demokrasi-butet-bila-tidak-maaf-pak-kita-berseberangan-noyBJ5MUNs.jpg</image><title>Butet Kartaredjasa (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3NjkzMi81L3g4czZmbWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Seniman Butet Kartaredjasa menegaskan, bahwa yang dilakukannya merupakan bentuk rasa cinta dan apresiasi terhadap capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Itu ia ungkapkan dengan cara mengingatkan sekaligus mengkritik agar Presiden Jokowi tetap berada di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

Namun, Butet menekankan bahwa bila yang dilakukannya tetap tidak menghargai demokrasi dan konstitusi. Butet meminta maaf karena pihaknya memastikan tetap akan berada di jalan yang berseberangan dengan Presiden Jokowi.

&quot;Terima kasih Pak Jokowi, kita tetap berteman, tapi kalau Pak Jokowi dan kawan-kawan tetap tidak memperdulikan demokrasi, tetapi maaf kita konsisten tetap berseberangan. Tidak apa-apa di tahun politik tetap berseberangan tapi tetap berteman sebagai manusia, keren toh,&quot; ujarnya, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Minta Laporan Kasusnya Dicabut, Butet: Pelaporan Aiman, Palti Hutabarat Semua Juga Dicabut Dong!


Butet pun mengajak semua yang mungkin dikecewakan oleh praktik-praktik politik mutakhir yang dilakukan Presiden Jokowi agar terus mengingatkan agar tetap di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

Ia juga sebelumnya menyampaikan terima kasih atas pencabutan pelaporan terhadap dirinya di kepolisian. Menurut Butet, terkait pantun yang disampaikannya itu memang tidak penting untuk dilaporkan.

&quot;Terima kasih Mas Budi Arie, Menkominfo yang telah memerintahkan kepada relawan di Yogya untuk mencabut laporan ke polisi atas pembacaan pantun saya tempo hari, itu menurut berita karena Mas Budi memenuhi perintah Pak Jokowi, karena memang itu tak penting untuk dilaporkan,&quot; ujar Butet.

BACA JUGA:
Civitas Akademika Universitas Ahmad Dahlan Kritik Jokowi Biang Pembusukan Demokrasi&amp;nbsp;


Butet menegaskan, seharusnya perintah Presiden Jokowi bukan hanya untuk dirinya. Namun, juga bermakna supaya para relawan jangan cuma sibuk menjilat atau mencari muka kepada Presiden Jokowi.



Perintah Jokowi juga seharusnya berlaku untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi. Bukan hanya untuk kasus yang membelitnya.



&quot;Pencabutan itu seharusnya tidak hanya untuk kasus saya saja, tapi juga untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi, seperti pelaporan Mas Aiman (Aiman Witjaksana), Palti Hutabarat, semua harus dicabut dong,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3NjkzMi81L3g4czZmbWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Seniman Butet Kartaredjasa menegaskan, bahwa yang dilakukannya merupakan bentuk rasa cinta dan apresiasi terhadap capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Itu ia ungkapkan dengan cara mengingatkan sekaligus mengkritik agar Presiden Jokowi tetap berada di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

Namun, Butet menekankan bahwa bila yang dilakukannya tetap tidak menghargai demokrasi dan konstitusi. Butet meminta maaf karena pihaknya memastikan tetap akan berada di jalan yang berseberangan dengan Presiden Jokowi.

&quot;Terima kasih Pak Jokowi, kita tetap berteman, tapi kalau Pak Jokowi dan kawan-kawan tetap tidak memperdulikan demokrasi, tetapi maaf kita konsisten tetap berseberangan. Tidak apa-apa di tahun politik tetap berseberangan tapi tetap berteman sebagai manusia, keren toh,&quot; ujarnya, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Minta Laporan Kasusnya Dicabut, Butet: Pelaporan Aiman, Palti Hutabarat Semua Juga Dicabut Dong!


Butet pun mengajak semua yang mungkin dikecewakan oleh praktik-praktik politik mutakhir yang dilakukan Presiden Jokowi agar terus mengingatkan agar tetap di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

Ia juga sebelumnya menyampaikan terima kasih atas pencabutan pelaporan terhadap dirinya di kepolisian. Menurut Butet, terkait pantun yang disampaikannya itu memang tidak penting untuk dilaporkan.

&quot;Terima kasih Mas Budi Arie, Menkominfo yang telah memerintahkan kepada relawan di Yogya untuk mencabut laporan ke polisi atas pembacaan pantun saya tempo hari, itu menurut berita karena Mas Budi memenuhi perintah Pak Jokowi, karena memang itu tak penting untuk dilaporkan,&quot; ujar Butet.

BACA JUGA:
Civitas Akademika Universitas Ahmad Dahlan Kritik Jokowi Biang Pembusukan Demokrasi&amp;nbsp;


Butet menegaskan, seharusnya perintah Presiden Jokowi bukan hanya untuk dirinya. Namun, juga bermakna supaya para relawan jangan cuma sibuk menjilat atau mencari muka kepada Presiden Jokowi.



Perintah Jokowi juga seharusnya berlaku untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi. Bukan hanya untuk kasus yang membelitnya.



&quot;Pencabutan itu seharusnya tidak hanya untuk kasus saya saja, tapi juga untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi, seperti pelaporan Mas Aiman (Aiman Witjaksana), Palti Hutabarat, semua harus dicabut dong,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
