<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angin Kencang Terjang Sidoarjo, 1 Orang Tewas Tertimpa Material Bangunan</title><description>Satu warga Sidoarjo, Jawa Timur meninggal dunia akibat kejatuhan material bangunan yang dipicu angin kencang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/05/519/2965734/angin-kencang-terjang-sidoarjo-1-orang-tewas-tertimpa-material-bangunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/05/519/2965734/angin-kencang-terjang-sidoarjo-1-orang-tewas-tertimpa-material-bangunan"/><item><title>Angin Kencang Terjang Sidoarjo, 1 Orang Tewas Tertimpa Material Bangunan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/05/519/2965734/angin-kencang-terjang-sidoarjo-1-orang-tewas-tertimpa-material-bangunan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/05/519/2965734/angin-kencang-terjang-sidoarjo-1-orang-tewas-tertimpa-material-bangunan</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 12:19 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/519/2965734/angin-kencang-terjang-sidoarjo-1-orang-tewas-tertimpa-material-bangunan-m1jGclao9P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bangunan roboh di Sidoarjo diterjang angin kencang (Foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/519/2965734/angin-kencang-terjang-sidoarjo-1-orang-tewas-tertimpa-material-bangunan-m1jGclao9P.jpg</image><title>Bangunan roboh di Sidoarjo diterjang angin kencang (Foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Satu warga Sidoarjo, Jawa Timur meninggal dunia akibat kejatuhan material bangunan yang dipicu angin kencang pada Minggu 4 Februari 2024. Kejadian tersebut menerjang Desa Kedung Wonokerto, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo mengidentifikasi korban meninggal dunia tersebut seorang warga berusia 54 tahun. Di samping itu, dua warganya lainnya mengalami luka-luka saat angin kencang terjadi bersamaan hujan ringan hingga lebat pada pukul 15.00 hingga 16.30 WIB.
&quot;Mereka yang luka-luka telah mendapatkan perawatan kesehatan, yaitu di Rumah Sakit Yapalis dan satu lagi di Puskesmas Prambon,&quot; ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Cuaca Ekstrem Berpotensi Memicu Bencana saat Pemilu 2024, Apa yang Harus Dilakukan?

Insiden kemarin sore ini tidak hanya terjadi pada wilayah di Kecamatan Prambon. Angin kencang juga dialami beberapa wilayah di 3 kecamatan lain, yaitu Kecamatan Krian, Balongbendo dan Tarik. Laporan BPBD setempat menyebutkan kelurahan atau desa terdampak di kecamatan tersebut, yaitu Kelurahan Krian, Desa Kemangsen dan Kalimati.
Sedangkan di Kecamatan Prambon, terdapat dua desa terdampak yaitu Desa Wonokerto dan Bendo Tretek. Sejumlah kerusakan rumah warga tercatat ketika bencana hidrometeorologi basah ini menerjang desa-desa di Sidoarjo.

BACA JUGA:
Pemilu 2024 Berlangsung di Puncak Musim Hujan, BMKG: Waspadai Potensi Bencana

Data sementara menyebutkan rumah rusak ringan di Kecamatan Prambon sebanyak 21 unit dan Kecamatan Krian 96 unit. BPBD setempat masih melakukan pendataan di lokasi terdampak.
Selain mengakibatkan kerusakan atap rumah, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon. Pohon-pohon tumbang terjadi di bypass Krian, bypass Balongbendo, jalan raya Prambon dan kantor Kecamatan Prambon.Perkembangan pada Minggu malam, 4 Februari pukul 18.00 WIB, pohon tumbang telah dibersihkan oleh petugas gabungan, seperti dari BPBD, dinas lingkungan hidup, PLN, relawan dan warga.
Prakiraan cuaca pada hari ini hingga esok, Selasa 6 Februari, Kecamatan Prambon masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir.

BACA JUGA:
Waduh! Akun IG Taman Tirta Gangga Diretas, Pelaku Minta Rp4 Juta&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menghadapi bahaya angin kencang, BNPB mengimbau warga untuk waspada dan siap siaga. Melihat korban disebabkan reruntuhan material bangunan, warga dapat melakukan penguatan dan memastikan struktur rangka atap rumah yang kokoh. Untuk menghindari dampak pohon tumbang, masyarakat dapat memangkas ranting-ranting pohon yang ada di sekitar rumah.</description><content:encoded>JAKARTA - Satu warga Sidoarjo, Jawa Timur meninggal dunia akibat kejatuhan material bangunan yang dipicu angin kencang pada Minggu 4 Februari 2024. Kejadian tersebut menerjang Desa Kedung Wonokerto, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo mengidentifikasi korban meninggal dunia tersebut seorang warga berusia 54 tahun. Di samping itu, dua warganya lainnya mengalami luka-luka saat angin kencang terjadi bersamaan hujan ringan hingga lebat pada pukul 15.00 hingga 16.30 WIB.
&quot;Mereka yang luka-luka telah mendapatkan perawatan kesehatan, yaitu di Rumah Sakit Yapalis dan satu lagi di Puskesmas Prambon,&quot; ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Cuaca Ekstrem Berpotensi Memicu Bencana saat Pemilu 2024, Apa yang Harus Dilakukan?

Insiden kemarin sore ini tidak hanya terjadi pada wilayah di Kecamatan Prambon. Angin kencang juga dialami beberapa wilayah di 3 kecamatan lain, yaitu Kecamatan Krian, Balongbendo dan Tarik. Laporan BPBD setempat menyebutkan kelurahan atau desa terdampak di kecamatan tersebut, yaitu Kelurahan Krian, Desa Kemangsen dan Kalimati.
Sedangkan di Kecamatan Prambon, terdapat dua desa terdampak yaitu Desa Wonokerto dan Bendo Tretek. Sejumlah kerusakan rumah warga tercatat ketika bencana hidrometeorologi basah ini menerjang desa-desa di Sidoarjo.

BACA JUGA:
Pemilu 2024 Berlangsung di Puncak Musim Hujan, BMKG: Waspadai Potensi Bencana

Data sementara menyebutkan rumah rusak ringan di Kecamatan Prambon sebanyak 21 unit dan Kecamatan Krian 96 unit. BPBD setempat masih melakukan pendataan di lokasi terdampak.
Selain mengakibatkan kerusakan atap rumah, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon. Pohon-pohon tumbang terjadi di bypass Krian, bypass Balongbendo, jalan raya Prambon dan kantor Kecamatan Prambon.Perkembangan pada Minggu malam, 4 Februari pukul 18.00 WIB, pohon tumbang telah dibersihkan oleh petugas gabungan, seperti dari BPBD, dinas lingkungan hidup, PLN, relawan dan warga.
Prakiraan cuaca pada hari ini hingga esok, Selasa 6 Februari, Kecamatan Prambon masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir.

BACA JUGA:
Waduh! Akun IG Taman Tirta Gangga Diretas, Pelaku Minta Rp4 Juta&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menghadapi bahaya angin kencang, BNPB mengimbau warga untuk waspada dan siap siaga. Melihat korban disebabkan reruntuhan material bangunan, warga dapat melakukan penguatan dan memastikan struktur rangka atap rumah yang kokoh. Untuk menghindari dampak pohon tumbang, masyarakat dapat memangkas ranting-ranting pohon yang ada di sekitar rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
