<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akademisi Kritik Jokowi, Uskup Agung Jakarta: Tidak Mendengarkan Bahayanya Tumbang</title><description>Menurutnya, dalam sejarah umat kristiani kerajaan disamakan dengan kekuasaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/1/2966190/akademisi-kritik-jokowi-uskup-agung-jakarta-tidak-mendengarkan-bahayanya-tumbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/06/1/2966190/akademisi-kritik-jokowi-uskup-agung-jakarta-tidak-mendengarkan-bahayanya-tumbang"/><item><title>Akademisi Kritik Jokowi, Uskup Agung Jakarta: Tidak Mendengarkan Bahayanya Tumbang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/1/2966190/akademisi-kritik-jokowi-uskup-agung-jakarta-tidak-mendengarkan-bahayanya-tumbang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/06/1/2966190/akademisi-kritik-jokowi-uskup-agung-jakarta-tidak-mendengarkan-bahayanya-tumbang</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/1/2966190/akademisi-kritik-jokowi-uskup-agung-jakarta-tidak-mendengarkan-bahayanya-tumbang-c9o3kXFB6p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keuskupan Agung Jakarta respons kritik akademisi ke Jokowi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/1/2966190/akademisi-kritik-jokowi-uskup-agung-jakarta-tidak-mendengarkan-bahayanya-tumbang-c9o3kXFB6p.jpg</image><title>Keuskupan Agung Jakarta respons kritik akademisi ke Jokowi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNC8xLzE3Njg5NC81L3g4czUxbDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Uskup Agung Jakarta Romo Kardinal Ignatius Suharyo memberikan respons terkait sejumlah akademisi di berbagai kampus yang mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang Pemilu 2024.
Menurutnya, dalam sejarah umat kristiani kerajaan disamakan dengan kekuasaan.
&quot;Dalam sejarah itu selalu ada kerajaan. Dan kerajaan itu sama dengan kekuasaan. Dan kita semua tahu semua kekuasaan itu berbahaya kalau tidak dijalankan dengan baik,&quot;kata Romo Ignatius di Graha Oikoumene, Salemba, Senin (5/2/2023).

BACA JUGA:
Civitas Akademika UPI Kritik Jokowi, Keluarkan Petisi Bumi Siliwangi Kampus Pejuang Pendidikan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Oleh karena itu,jika sang raja dinilai tidak bagus maka muncul nabi-nabi yang menyerukan keadilan. Hal itu pun sama dengan tindakan yang dilakukan oleh akademisi Indonesia yang prihatin atas kondisi demokrasi Indonesia saat ini.

BACA JUGA:
Hormati Kampus Bersuara, Ganjar: Intelektual Sedang Mengingatkan Kita&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Saya kira setiap zaman pasti seperti itu. Jadi kalau para akademisi itu menyerukan seruan moral itu tanggung jawab mereka, dan jelas ditujukan pada institusi yang memegang kekuasaan,&quot; kata dia.Terakhir dia berharap agar seruan tersebut dapat didengerakan. Karena jika tidak didengarkan akan menyumbangkan pemimpin tersebut.

&quot;Semoga seruan seperti itu didengarkan, harapannya itu. Nanti kalau tidak di dengarkan, ya dalam sejarah juga jelas, ketika kekuasan tidak mendengarkan kritik-kritik bahayanya adalah tumbang,&quot; tutur dia.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNC8xLzE3Njg5NC81L3g4czUxbDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Uskup Agung Jakarta Romo Kardinal Ignatius Suharyo memberikan respons terkait sejumlah akademisi di berbagai kampus yang mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang Pemilu 2024.
Menurutnya, dalam sejarah umat kristiani kerajaan disamakan dengan kekuasaan.
&quot;Dalam sejarah itu selalu ada kerajaan. Dan kerajaan itu sama dengan kekuasaan. Dan kita semua tahu semua kekuasaan itu berbahaya kalau tidak dijalankan dengan baik,&quot;kata Romo Ignatius di Graha Oikoumene, Salemba, Senin (5/2/2023).

BACA JUGA:
Civitas Akademika UPI Kritik Jokowi, Keluarkan Petisi Bumi Siliwangi Kampus Pejuang Pendidikan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Oleh karena itu,jika sang raja dinilai tidak bagus maka muncul nabi-nabi yang menyerukan keadilan. Hal itu pun sama dengan tindakan yang dilakukan oleh akademisi Indonesia yang prihatin atas kondisi demokrasi Indonesia saat ini.

BACA JUGA:
Hormati Kampus Bersuara, Ganjar: Intelektual Sedang Mengingatkan Kita&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Saya kira setiap zaman pasti seperti itu. Jadi kalau para akademisi itu menyerukan seruan moral itu tanggung jawab mereka, dan jelas ditujukan pada institusi yang memegang kekuasaan,&quot; kata dia.Terakhir dia berharap agar seruan tersebut dapat didengerakan. Karena jika tidak didengarkan akan menyumbangkan pemimpin tersebut.

&quot;Semoga seruan seperti itu didengarkan, harapannya itu. Nanti kalau tidak di dengarkan, ya dalam sejarah juga jelas, ketika kekuasan tidak mendengarkan kritik-kritik bahayanya adalah tumbang,&quot; tutur dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
